04/10/2026 | Press release | Archived content
Ottawa, Kanada - KBRI Ottawa bersama Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan Roundtable Policy Dialogue (RPD) di Ottawa, Kamis (9/4), untuk memperdalam pertukaran pandangan strategis dengan kalangan pemikir kebijakan Kanada terkait dinamika global dan regional serta prospek penguatan kerja sama Indonesia-Kanada. Dialog mencakup dua topik utama: Current Global and Regional Dynamics dan Potential Cooperation and Collaboration.
Pembahasan berlangsung substantif, menekankan peluang pemanfaatan perubahan lanskap geopolitik dan geoekonomi global guna membangun kemitraan yang lebih konkret, saling menguntungkan, dan berjangka panjang.
Duta Besar RI di Ottawa, Muhsin Syihab, menekankan perlunya percepatan upaya untuk meningkatkan kehadiran dan relevansi Indonesia di mata publik Kanada.
"Ini adalah saat yang tepat untuk membawa hubungan Indonesia-Kanada ke tingkat yang lebih maju, lebih konkret, dan lebih strategis. Kita perlu mempercepat upaya agar Indonesia semakin hadir dalam percakapan publik Kanada, tidak hanya sebagai negara penting di Asia Tenggara, tetapi sebagai mitra yang relevan bagi masa depan Kanada di Indo-Pasifik", ujarnya.
Kepala BSKLN Kemlu RI, Muhammad Takdir, menegaskan pentingnya penguatan peran middle power seperti Indonesia dan Kanada dalam menjaga tata dunia yang inklusif, stabil, dan berorientasi pada solusi. Ia juga menyoroti kesamaan nilai kedua negara sebagai modal kerja sama yang lebih erat.
"Indonesia memandang bahwa peran middle power perlu semakin diperkuat, bukan untuk menyaingi big power, melainkan untuk melengkapi dan menyeimbangkan tata hubungan internasional agar lebih inklusif, stabil, dan berorientasi pada solusi. Dalam konteks itu, Kanada memiliki potensi dan posisi penting sebagai mitra bagi Indonesia", tegas Muhammad Takdir.
Pandangan tersebut sejalan dengan Vina Nadjibulla dari Asia Pacific Foundation of Canada yang melihat adanya peluang signifikan untuk memperkuat hubungan bilateral di tengah penyesuaian kebijakan luar negeri Kanada dan dinamika global yang berkembang.
Sebagai capaian, diskusi menghasilkan kesepahaman mengenai pentingnya memanfaatkan momentum global saat ini untuk mendorong kemitraan Indonesia-Kanada yang lebih terinstitusionalisasi, berorientasi pada hasil, dan menjangkau aktor yang lebih luas, termasuk di tingkat subnasional dan nonpemerintah.
Sebagai rekomendasi, para peserta mendorong: percepatan ratifikasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA) beserta roll-out terkoordinasi; dukungan terhadap kunjungan Perdana Menteri Kanada ke Indonesia guna memperkuat momentum; penguatan kerja sama di sektor mineral kritis, maritim, pertahanan, geotermal, dan teknologi antariksa; pengembangan talenta melalui kemitraan antaruniversitas; peningkatan promosi budaya; serta perluasan jangkauan kerja sama ke tingkat provinsi di Kanada.
Melalui RPD ini, KBRI Ottawa dan BSKLN Kemlu menegaskan komitmen untuk terus memperkuat fondasi kebijakan dan jejaring strategis dalam hubungan Indonesia-Kanada, menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027.
Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ottawa