02/25/2026 | Press release | Distributed by Public on 02/24/2026 21:04
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1771 |
0.11% |
|
GBPUSD |
1.3484 |
0.19% |
|
AUDUSD |
0.7061 |
0.34% |
|
NZDUSD |
0.5965 |
0.17% |
|
USDJPY |
155.66 |
0.21% |
|
USDCHF |
0.7738 |
-0.13% |
|
USDCAD |
1.3705 |
-0.09% |
|
GOLDUD |
5,135.49 |
1.06% |
|
COFU |
66.07 |
0.14% |
|
USD/IDR |
16,825 |
0.00% |
Rabu, 25 Februari 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish dipicu oleh sentimen dari potensi eskalasi konfrontasi antara angkatan laut AS dengan Iran, pasca hampir tercapainya pembelian rudal canggih Tiongkok oleh Teheran. Selain itu, aksi penyitaan kapal tanker oleh AS juga turut menjadi katalis positif bagi harga.
Negosiasi antara Iran dengan China terkait pembelian rudal anti-kapal supersonik CM-302 buatan Tiongkok hampir mencapai kesepakatan, meskipun tanggal pengiriman belum ditetapkan, ungkap enam sumber yang dikutip Reuters pada hari Selasa. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatkan potensi konfrontasi militer Teheran dengan kapal-kapal perang AS yang saat ini tengah berada di dekat pantai Iran.
Dukungan lainnya datang dari penyitaan kapal tanker minyak di Samudra Hindia, yang membawa sekitar 1,9 juta barel minyak untuk tujuan pengiriman ke China, ujar Departemen Pertahanan AS pada hari Selasa. Penyitaan itu menandai penyitaan ketiga yang dilakukan oleh AS di wilayah tersebut pada bulan ini, dan sekaligus meningkatkan ancaman keamanan di jalur pelayaran internasional.
Sementara itu, Komisi Eropa mempertimbangkan akan melakukan larangan impor minyak Rusia secara permanen melalui undang-undang, dan diusulkan untuk diberlakukan pada 15 April, tiga hari setelah pemilu parlemen Hungaria, ungkap pejabat UE. Hal itu dilakukan karena saat ini Hungaria dan Slovakia masih bergantung pada pasokan minyak dari Rusia, sehingga melalui undang-undang tersebut akan memungkinkan larangan tersebut dijalankan dengan persetujuan dari mayoritas negara anggota UE.
Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan persediaan minyak mentah AS melonjak sebesar 11,4 juta barel pada pekan yang berakhir 20 Februari. Laporan API tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan resmi versi pemerintah yang akan dirilis oleh EIA pada Rabu malam.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $69 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $64 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
22:30 |
USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
-9.014M |
||
|
22:30 |
USA - EIA Gasoline Stocks Change |
3.213M |