07/28/2026 | Press release | Distributed by Public on 07/29/2026 03:21
Icolo e Bengo, Angola - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Windhoek yang merangkap Angola menyelenggarakan kegiatan sosialisasi budaya dan pendidikan Indonesia kepada komunitas Paroki St. Anthony di Provinsi Icolo e Bengo, Angola. Kegiatan yang dipimpin oleh Romo Karno Kelen, pastor asal Flores, Indonesia, tersebut dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri atas anak-anak, remaja, dan orang dewasa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KBRI Windhoek untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Angola sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) antara kedua negara. Melalui pendekatan budaya dan pendidikan, KBRI Windhoek berupaya memperluas pemahaman masyarakat setempat mengenai Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman budaya, tradisi, dan potensi kerja sama yang luas.
Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Windhoek, A. Yathriba, menyampaikan paparan mengenai Indonesia secara umum, meliputi letak geografis sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, keberagaman masyarakat dan budaya, kekayaan kuliner, serta berbagai destinasi wisata unggulan. Paparan tersebut memberikan gambaran mengenai karakter Indonesia sebagai negara yang majemuk dan terbuka terhadap kerja sama internasional di berbagai bidang.
Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai peluang studi di Indonesia melalui program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan Program Darmasiswa. Kedua program tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat Angola untuk mengenal Indonesia melalui jalur pendidikan, sekaligus mempererat kerja sama pendidikan dan hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) antara Indonesia dan Angola.
Selain paparan, peserta diajak mengenal salah satu alat musik tradisional Indonesia melalui demonstrasi permainan angklung. Antusiasme peserta terlihat saat mereka berkesempatan memainkan angklung secara bersama-sama, yang menjadi salah satu momen interaktif dalam kegiatan tersebut dan memperkenalkan secara langsung unsur budaya Indonesia kepada masyarakat setempat.
Untuk memeriahkan kegiatan sekaligus menyambut peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, KBRI Windhoek juga menggelar perlombaan khas perayaan 17 Agustus, yaitu lomba memasukkan pensil ke dalam botol dan balap kelereng. Perlombaan yang diikuti oleh anak-anak dan orang dewasa ini berlangsung dengan meriah dan penuh semangat kebersamaan, menciptakan suasana akrab antara peserta dan penyelenggara.
Acara kemudian ditutup dengan menari bersama Tarian Ja'i dari Bajawa, Flores, dan Tari Dolo-Dolo dari Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai simbol persahabatan antara Indonesia dan Angola. Penampilan tarian tradisional tersebut menjadi penutup yang memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkuat nuansa kebersamaan yang terbangun selama kegiatan berlangsung.
Paroki St. Anthony merupakan salah satu paroki di Angola yang dipimpin oleh pastor asal Indonesia. Selain di Provinsi Icolo e Bengo, para pemuka agama Indonesia juga mengemban pelayanan di berbagai wilayah lain di Angola, sehingga turut menjadi jembatan yang mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Angola melalui interaksi yang berkelanjutan dengan masyarakat setempat. Kehadiran komunitas Indonesia di berbagai wilayah Angola menjadi salah satu unsur penting dalam memperluas hubungan antarmasyarakat dan memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Angola secara lebih dekat.
Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Namibia