08/05/2026 | Press release | Distributed by Public on 08/04/2026 22:25
Jakarta, Indonesia - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Kerajaan Tailan, Anutin Charnvirakul, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (3/8). Pertemuan tingkat tinggi ini menyepakati percepatan kerja sama bilateral di bidang strategis termasuk ekonomi, keamanan, pertahanan, serta penguatan peran kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan ASEAN.
Dalam rangkaian pertemuan tersebut, kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan Roadmap on Strategic Partnership Between Indonesia and Thailand 2026-2030 yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dan Deputi PM/Menteri Luar Negeri Tailan, Sihasak Phuangketkeow. Selain peta jalan strategis tersebut, kedua negara juga menyepakati Memorandum Saling Pengertian (MoU) di bidang pengembangan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pada sektor ekonomi dan investasi, Indonesia dan Tailan menetapkan target ambisius untuk mencapai nilai perdagangan bilateral sebesar USD 20 miliar pada tahun 2030. Guna merealisasikan target tersebut, kedua negara sepakat untuk memperluas akses pasar, meningkatkan arus investasi, serta menyelenggarakan Joint Trade Commission (JTC). Forum ini menjadi mekanisme resmi pertama dalam sejarah diplomasi kedua negara yang difokuskan untuk membahas peluang bisnis baru sekaligus mengurai berbagai hambatan perdagangan.
"Kami juga sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, mempererat kemitraan antarpelaku usaha, antara lain dengan menyelenggarakan Joint Trade Commission yang pertama kali dalam sejarah, sebagai mekanisme untuk membahas peluang bisnis dan mengatasi berbagai hambatan perdagangan," ujar Presiden Prabowo.
Selain kerja sama perdagangan konvensional, kedua negara berkomitmen untuk memperluas kolaborasi di sektor ekonomi digital. Langkah ini ditempuh antara lain melalui aplikasi Local Currency Transaction (LCT) untuk meningkatkan efisiensi transaksi perdagangan bilateral, serta penguatan kemitraan dalam pengembangan industri halal. Guna mendukung konektivitas dan interaksi antarmasyarakat, Presiden Prabowo menyambut baik pembukaan rute penerbangan langsung baru yang menghubungkan Jakarta-Bangkok dan Denpasar-Phuket.
Kemitraan ini juga diperkuat oleh keterlibatan aktif sektor swasta dari kedua negara. Presiden Prabowo mengapresiasi penandatanganan MoU antara Tourism Authority of Thailand dan TransNusa di bidang pariwisata serta konektivitas udara. Selain itu, kolaborasi swasta juga terwujud melalui kerja sama Bio-Axel dan Pro-Konsilium dalam proyek pengelolaan serta pengolahan sampah organik.
Pada sektor ketahanan pangan, Indonesia dan Tailan sepakat meningkatkan kolaborasi melalui modernisasi teknologi pertanian, penguatan sistem logistik, pengolahan pangan, hingga pengamanan rantai pasok. Sementara di bidang energi, kedua negara mendorong pembentukan Indonesia-Thailand Energy Forum sebagai wadah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju sumber energi berkelanjutan.
Terkait isu regional, kedua pemimpin memberikan perhatian khusus pada situasi di Myanmar. Indonesia dan Tailan sepakat untuk terus mendukung implementasi Five-Point Consensus secara konsisten melalui penyediaan ruang dialog yang inklusif, penekanan pada penghentian segala bentuk kekerasan, serta peningkatan akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak. Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia bersama Tailan untuk memastikan ASEAN terus memainkan peran kepemimpinan yang konstruktif demi terciptanya perdamaian berkelanjutan di Myanmar.
Kedua pihak juga menyepakati penguatan kerja sama di bidang politik dan keamanan, terutama dalam menangani kejahatan transnasional yang kian kompleks, seperti maraknya kejahatan daring (online scam) yang menjadi perhatian bersama di kawasan. Sebagai dua negara pendiri ASEAN sekaligus kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dan Tailan berkomitmen untuk terus menjaga relevansi, stabilitas, dan kemakmuran kawasan secara berkelanjutan.
"Indonesia dan Tailan harus terus memainkan peran kepemimpinan dalam memperkuat ketahanan dan relevansi ASEAN. Untuk itu kami sepakat mempererat kerja sama politik dan keamanan, khususnya dalam berbagai bentuk kejahatan transnasional, termasuk dalam penanganan online scam," ujar Presiden Prabowo.
Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Thailand yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kesejahteraan kedua negara, tetapi juga memperkokoh stabilitas dan sentralitas ASEAN di tengah dinamika geopolitik global.
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden