ICDX - Indonesian Commodity and Derivatives Exchange

03/02/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/01/2026 20:59

USD/CAD Tertekan Lonjakan Harga Minyak di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

USD/CAD Tertekan Lonjakan Harga Minyak di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah
Monday, 02 March 2026

INDIKATOR HARGA

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1797

0.25%

GBPUSD

1.3481

-0.31%

AUDUSD

0.7104

-0.25%

NZDUSD

0.5971

0.32%

USDJPY

156.09

-0.36%

USDCHF

0.7733

-0.80%

USDCAD

1.3680

-0.41%

GOLDUD

5331.52

1.17%

USD/IDR

16,774

0.00%

Fokus USD/CAD:

  1. Eskalasi konflik Timur-Tengah
  2. Harga WTI melonjak

Senin, 2 Maret 2026 - USDCAD dibuka di 1.3680 dan turun -0.41%. USD/CAD menjadi salah satu pasangan yang paling aktif di awal pekan ini, namun pergerakannya justru berlawanan dengan kekuatan umum Dolar AS. Di tengah eskalasi besar konflik Timur Tengah yang pecah setelah serangan militer terkoordinasi antara AS dan Israel terhadap Iran serta respons balasan dari Teheran dan kelompok sekutunya. Indeks Dolar AS sempat menguat karena investor menghindari risiko, sementara pasar ekuitas global tertekan dan harga emas melonjak signifikan. Namun, dalam konteks USD/CAD, faktor geopolitik ini memicu dampak yang lebih kompleks karena implikasinya terhadap pasar energi jauh lebih dominan dibandingkan sekadar arus lindung nilai ke USD.

Lonjakan tajam harga minyak mentah WTI menjadi katalis utama pelemahan USD/CAD. Harga WTI melesat hingga menembus kisaran $70-$72 per barel setelah muncul kekhawatiran serius mengenai potensi gangguan pasokan global, terutama setelah pernyataan bahwa Selat Hormuz jalur vital yang mengalirkan sekitar 20%-30% perdagangan minyak dunia yang terancam ditutup. Laporan bahwa kapal-kapal tanker menunda pelayaran dan meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur energi memperkuat premi risiko geopolitik di pasar minyak. Bagi Kanada, kondisi ini merupakan katalis positif yang signifikan. Sebagai eksportir minyak utama, kenaikan harga energi secara langsung memperbaiki prospek neraca perdagangan dan arus pendapatan negara, sehingga meningkatkan daya tarik Dolar Kanada. Dampaknya, CAD menguat dan menekan USD/CAD meskipun sentimen global sedang didominasi risk-off.

Di sisi fundamental AS, data inflasi produsen (PPI) yang lebih tinggi dari perkiraan memang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Namun, pasar tampaknya menilai bahwa faktor suku bunga saat ini kalah urgensinya dibandingkan risiko gangguan pasokan energi global. Dengan harga minyak yang melonjak dan ketidakpastian geopolitik yang terus meningkat, fokus investor dalam pasangan ini bergeser ke dinamika komoditas. Selama konflik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda de-eskalasi dan harga WTI tetap elevated, tekanan fundamental terhadap USD/CAD berpotensi berlanjut, dengan pergerakan yang sangat sensitif terhadap setiap perkembangan terbaru terkait perang dan stabilitas pasokan minyak dunia.

Pelemahan moderat terjadi seiring tekanan pada dolar AS, dengan support terdekat di 1.3640 dan resistance di 1.3725.

EURUSD - Euro dibuka di 1.1797 dan menguat 0.25%. EUR/USD saat ini menunjukkan penguatan moderat dan cenderung stabil di tengah kegagalan Dolar AS mempertahankan momentum kenaikan pasca rilis data inflasi produsen AS yang lebih tinggi dari perkiraan. Meskipun data PPI AS secara bulanan dan tahunan mengindikasikan tekanan harga yang masih kuat, pasar menilai bahwa ekspektasi suku bunga The Fed sudah cukup terakomodasi di harga. Pelaku pasar semakin yakin bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret dan April, sementara probabilitas pemangkasan pada pertengahan tahun mulai menurun. Namun demikian, penguatan USD tertahan karena investor mulai lebih selektif dan tidak lagi secara agresif menambah posisi beli Greenback. Dari sisi Eropa, data inflasi Jerman yang lebih lemah memang sempat menekan Euro, tetapi dampaknya terbatas karena pasar melihat perlambatan tersebut masih dalam jalur yang terkendali. Selain itu, meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah sempat memicu arus safe haven ke USD, namun EUR tetap relatif tangguh karena tidak ada katalis fundamental baru yang secara langsung melemahkan mata uang tunggal tersebut. Secara keseluruhan, kombinasi USD yang kehilangan dorongan lanjutan dan stabilitas sentimen di kawasan Euro membuat EUR/USD tetap bias menguat dalam jangka pendek meskipun volatilitas masih tinggi. Rebound moderat terjadi di tengah pelemahan dolar AS, dengan support terdekat di 1.1765 dan resistance di 1.1835.

GBPUSD - Poundsterling dibuka di 1.3481 dan melemah -0.31%. GBP/USD mengalami tekanan dan bergerak melemah seiring meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven akibat eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran. Ketegangan geopolitik yang meningkat memicu penghindaran risiko global, sehingga investor cenderung mengalihkan dana ke USD. Selain itu, data inflasi produsen AS yang tetap tinggi memperkuat pandangan bahwa The Fed tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga, memberikan tambahan dukungan bagi Greenback dan membebani pasangan ini. Dari sisi domestik Inggris, tekanan terhadap Poundsterling juga datang dari faktor politik dan ekspektasi kebijakan moneter. Kekalahan Partai Buruh dalam pemilihan sela lokal memunculkan ketidakpastian politik baru, sementara pasar uang masih memperkirakan peluang besar pemangkasan suku bunga oleh Bank of England dalam waktu dekat. Meskipun ada komentar bernada hawkish dari pejabat BoE, ekspektasi pelonggaran tetap dominan. Kombinasi risiko geopolitik, tekanan politik domestik, dan ekspektasi pelonggaran kebijakan membuat GBP/USD cenderung melemah dalam waktu dekat. Tekanan jual terlihat lebih dominan dibanding mayor lainnya, dengan support di 1.3440 dan resistance terdekat di 1.3525.

AUDUSD - Dolar Australia dibuka di 0.7104 dan turun -0.25%. AUD/USD menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off global. Serangan militer terkoordinasi antara AS dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran konflik regional yang lebih luas, mendorong investor menjauhi mata uang berbasis risiko seperti Dolar Australia. Permintaan terhadap USD sebagai mata uang cadangan global meningkat tajam, sementara mata uang komoditas seperti AUD tertekan oleh pergeseran sentimen tersebut. Selain faktor eksternal, data domestik Australia juga kurang mendukung. Indikator inflasi bulanan menunjukkan pelemahan, yang memperkuat pandangan bahwa tekanan harga mulai mereda. Ketergantungan ekonomi Australia pada China juga membuat AUD sensitif terhadap perkembangan ekonomi Negeri Tirai Bambu, dan setiap perlambatan di sektor manufaktur China berpotensi menambah tekanan. Dalam konteks ini, kombinasi penguatan USD dan melemahnya sentimen risiko global membuat AUD/USD berada dalam tekanan lanjutan. Koreksi ringan terjadi setelah kenaikan sebelumnya, dengan support terdekat di 0.7070 dan resistance di 0.7145.

NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5971 dan menguat 0.32%. NZD/USD menunjukkan kecenderungan menguat terbatas, memanfaatkan fase konsolidasi USD setelah reli sebelumnya. Meskipun ketegangan geopolitik sempat menekan aset berisiko, Kiwi mendapat dukungan dari persepsi bahwa fundamental domestik relatif stabil. Pasar melihat Reserve Bank of New Zealand tetap berhati-hati namun cukup percaya diri terhadap prospek pertumbuhan, sehingga tidak ada tekanan agresif terhadap mata uang ini. Di sisi lain, meskipun data PPI AS kuat, sebagian pelaku pasar mulai meragukan keberlanjutan penguatan USD karena ekspektasi kebijakan moneter sudah cukup ketat. Jika tekanan inflasi AS mulai menunjukkan tanda stabilisasi dalam beberapa bulan ke depan, ruang penguatan USD bisa semakin terbatas. Hal ini memberi ruang bagi NZD/USD untuk bertahan dan bergerak lebih tinggi secara bertahap, meskipun tetap sensitif terhadap perubahan sentimen global. Penguatan cukup solid menjaga bias positif jangka pendek, dengan support di 0.5935 dan resistance terdekat di 0.6015.

USDJPY - USDJPY dibuka di 156.09 dan turun -0.36%. USD/JPY bergerak fluktuatif namun cenderung melemah karena Yen Jepang kembali menarik arus safe haven di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. Dalam kondisi ketidakpastian global, Yen secara tradisional menjadi tujuan lindung nilai, dan hal ini membatasi kenaikan pasangan meskipun USD secara umum masih kuat. Kekhawatiran bahwa konflik dapat mengganggu pasokan energi global juga menambah volatilitas dan memicu pergeseran posisi investor. Selain faktor geopolitik, ekspektasi kebijakan moneter Jepang turut menjadi katalis penting. Pejabat Bank of Japan mulai menegaskan arah normalisasi kebijakan secara bertahap melalui kenaikan suku bunga moderat. Pernyataan bahwa ekonomi Jepang tidak lagi dalam fase stagnasi memberikan sinyal bahwa era kebijakan ultra-longgar perlahan berakhir. Sementara itu, The Fed diperkirakan tetap berhati-hati dan bahkan mempertimbangkan pemangkasan di akhir tahun, sehingga diferensial kebijakan mulai menyempit dan memberi tekanan turun pada USD/JPY. Koreksi terjadi setelah kenaikan tajam sebelumnya, dengan support terdekat di 155.40 dan resistance di 156.80.

USDCHF - USDCHF dibuka di 0.7733 dan melemah -0.80%. USD/CHF menunjukkan kecenderungan melemah karena Franc Swiss kembali mendapatkan aliran dana sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan global. Ketegangan antara AS dan Iran yang belum menunjukkan tanda mereda membuat investor mencari perlindungan pada aset defensif, termasuk CHF. Hal ini membatasi ruang apresiasi USD terhadap mata uang Swiss. Dari sisi fundamental, data ekonomi Swiss menunjukkan gambaran campuran namun relatif stabil, dengan indikator leading yang mengarah pada perbaikan moderat. Sementara itu, kebijakan tarif baru dari AS dan ketidakpastian arah perdagangan global turut menahan minat beli USD. Jika ketegangan geopolitik terus berlanjut dan volatilitas pasar tetap tinggi, permintaan terhadap CHF berpotensi bertahan, menjaga USD/CHF dalam bias melemah dalam jangka pendek. Tekanan jual cukup signifikan membayangi pergerakan, dengan support di 0.7685 dan resistance terdekat di 0.7780.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

7:00am

AUD

MI Inflation Gauge m/m

-0.2%

-

0.2%

7:30am

AUD

ANZ Job Advertisements m/m

3.2%

-

5.2%

7:30am

AUD

Company Operating Profits q/q

5.8%

1.8%

1.5%

7:30am

JPY

Final Manufacturing PMI

53

52.8

52.8

12:30pm

AUD

Commodity Prices y/y

-

-

2.60%

2:00pm

EUR

German Retail Sales m/m

-

0.0%

0.1%

2:00pm

GBP

Nationwide HPI m/m

-

0.2%

0.3%

2:30pm

CHF

Retail Sales y/y

-

2.7%

2.9%

3:15pm

EUR

Spanish Manufacturing PMI

-

49.9

49.2

3:30pm

CHF

Manufacturing PMI

-

49.8

48.8

3:45pm

EUR

Italian Manufacturing PMI

-

49.1

48.1

3:50pm

EUR

French Final Manufacturing PMI

-

49.9

49.9

3:55pm

EUR

German Final Manufacturing PMI

-

50.7

50.7

4:00pm

EUR

Final Manufacturing PMI

-

50.8

50.8

4:30pm

GBP

Final Manufacturing PMI

-

52

52

4:30pm

GBP

M4 Money Supply m/m

-

0.2%

0.3%

4:30pm

GBP

Mortgage Approvals

-

62K

61K

4:30pm

GBP

Net Lending to Individuals m/m

-

6.2B

6.1B

Tentative

CNY

Foreign Direct Investment ytd/y

-

-

-9.5%

7:30pm

AUD

RBA Assist Gov Hunter Speaks

-

-

-

7:30pm

GBP

MPC Member Taylor Speaks

-

-

-

9:00pm

CAD

Gov Council Member Kozicki Speaks

-

-

-

9:00pm

EUR

ECB President Lagarde Speaks

-

-

-

9:10pm

EUR

German Buba President Nagel Speaks

-

-

-

9:30pm

CAD

Manufacturing PMI

-

-

50.4

9:45pm

USD

Final Manufacturing PMI

-

51.2

51.2

10:00pm

USD

ISM Manufacturing PMI

-

51.7

52.6

10:00pm

USD

ISM Manufacturing Prices

-

60.6

59

10:30pm

GBP

MPC Member Ramsden Speaks

-

-

-

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

ICDX - Indonesian Commodity and Derivatives Exchange published this content on March 02, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on March 02, 2026 at 02:59 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]