10/23/2025 | Press release | Distributed by Public on 10/22/2025 22:59
Jenewa, Swiss - "Transformasi ekonomi global harus berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan rakyat. Tujuannya bukan semata untuk mengejar keuntungan, tetapi untuk mengangkat harkat kehidupan masyarakat," tegas Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Christiawan Nasir, pada Sesi Debat Umum Konferensi Tingkat Menteri UN Trade and Development / UNCTAD Ke-16 (KTM UNCTAD16) di Jenewa, Senin (21/10).
Dalam sambutannya, Wamenlu Tata menyoroti krisis multidimensi yang tengah dihadapi dunia dan menekankan pentingnya reformasi tata kelola ekonomi global agar lebih inklusif serta responsif terhadap tantangan dan kebutuhan negara berkembang. "Transformasi ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan - bersifat eksistensial demi keberlanjutan umat manusia," tegas Wamenlu Tata.
Lebih lanjut, Wamenlu Tata memaparkan prioritas kerja Pemerintahan Prabowo-Gibran yang berlandaskan semangat transformasi ekonomi dan menempatkan kepentingan rakyat di jantung agenda pembangunan nasional.
"Melalui Program Makan Bergizi Gratis, Indonesia menghadirkan transformasi pembangunan melalui nutrisi - memperkuat kesehatan, pendidikan dan kesetaraan, sekaligus memberdayakan ekonomi pedesaan," ujar Wamenlu Tata. Selain itu, Indonesia juga terus mendorong digitalisasi dan hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung transisi energi dan ketahanan nasional.
Sejalan dengan pidatonya di sesi Debat Umum, dalam Pertemuan Tingkat Menteri Kelompok G77+China, Wamenlu Tata juga mendorong transformasi UNCTAD yang lebih tangkas dan responsif terhadap tantangan serta kebutuhan negara berkembang.
KTM UNCTAD16 dilaksanakan di Kantor PBB, Jenewa, Swiss, pada 20-23 Oktober 2025. Pertemuan mengangkat tema "Shaping the future: Driving Economic Transformation for Equitable, Inclusive and Sustainable Development". Sekitar 90 menteri dan wakil menteri dari berbagai negara anggota hadir dalam pertemuan tersebut.
Sebagai focal point PBB di bidang perdagangan dan pembangunan, UNCTAD berperan penting dalam membantu negara berkembang melalui peningkatan kapasitas, penelitian kebijakan, dan forum dialog antarnegara.
KTM UNCTAD, yang diselenggarakan setiap empat tahun merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi untuk menetapkan arah strategis UNCTAD ke depan. KTM UNCTAD16 dipimpin oleh Wakil Presiden Swiss dan menyepakati dokumen Geneva Consensus sebagai rujukan kerja UNCTAD untuk empat tahun mendatang.
Sumber: Kementerian Luar Negeri RI