Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

03/04/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/05/2026 20:36

KJRI Perth Selenggarakan Workshop Budaya Indonesia Bagi Pengajar Bahasa Indonesia di Australia Barat

Berita
KJRI Perth Selenggarakan Workshop Budaya Indonesia Bagi Pengajar Bahasa Indonesia di Australia Barat
Tanggal
4 Maret 2026
KJRI Perth Selenggarakan Workshop Budaya Indonesia Bagi Pengajar Bahasa Indonesia di Australia Barat

KJRI Perth telah memfasilitasi workshop seni budaya Indonesia kepada para pengajar bahasa Indonesia dan bahasa asing lain dari Department of Education Western Australia (DEoWA) yang tergabung dalam KETAWA Group di KJRI Perth pada 28 Februari 2026.

1 / 5
workshop seni budaya Indonesia kepada para pengajar bahasa Indonesia dan bahasa asing lain dari Department of Education Western Australia (DEoWA) yang tergabung dalam KETAWA Group di KJRI Perth
arrow_back arrow_forward
workshop seni budaya Indonesia kepada para pengajar bahasa Indonesia dan bahasa asing lain dari Department of Education Western Australia (DEoWA) yang tergabung dalam KETAWA Group di KJRI Perth

Perth, Australia - KJRI Perth, pada Sabtu (28/2), telah memfasilitasi workshop seni budaya Indonesia kepada para pengajar bahasa Indonesia dan bahasa asing lain dari Department of Education Western Australia (DEoWA) yang tergabung dalam KETAWA Group.

Program KETAWA merupakan pembelajaran bahasa Indonesia fleksibel secara daring yang dirancang khusus untuk siswa sekolah dasar di Australia Barat, terutama kelas 3 (tiga) sampai 6 (enam). Program ini didesain untuk membantu siswa memperdalam pemahaman tentang bahasa dan budaya Indonesia, bagaimana bahasa digunakan dalam konteks budaya yang berbeda, serta melatih keterampilan komunikasi dan interkultural.

Dalam hal ini, KJRI Perth memfasilitasi kegiatan workshop khusus pengenalan seni budaya Indonesia untuk memberikan referensi materi pengajaran yang dapat dikemas dalam format daring kepada pelajar di Australia Barat. Kegiatan workshop diikuti oleh 22 pengajar program KETAWA dari seluruh Australia Barat serta 2 (dua) orang perwakilan DEoWA.

Kegiatan workshop dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Konjen RI yang menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara KJRI Perth, DEoWA dan sekolah-sekolah di Australia Barat bagi promosi Bahasa Indonesia. Selain itu, workshop ini merupakan kesempatan bagi para pengajar untuk mendapatkan referensi yang baru mengenai pengajaran seni budaya Indonesia kepada para siswa.

Perwakilan DEoWA, Angela Melia - Education Officer, menyampaikan apresiasi akan kesediaan KJRI Perth dalam menyelenggarakan workshop khusus bagi para pengajar KETAWA. Sebagai bahasa yang menempati urutan pertama dalam pendidikan Language Other Than English (LOTE), pihaknya berkomitmen untuk terus menjadikan bahasa Indonesia aksesibel serta menarik bagi para siswa. Hal ini salah satunya adalah dengan memperkenalkan para pengajar secara langsung dengan seni budaya Indonesia.

Kegiatan workshop seni budaya terdiri dari pengenalan para pengajar bahasa Indonesia, yang mayoritas merupakan orang lokal Australia Barat, dengan musik gamelan dan angklung, tarian Indonesia seperti poco-poco, serta memasak makanan tradisional Indonesia, dadar gulung, yang dipandu oleh Chef David dari Ah Beng.

Beberapa pengajar telah terbiasa dan familier dengan sejumlah workshop seni budaya yang disajikan karena pernah dilakukan sebelumnya dalam kunjungan ke sekolah masing-masing. Namun, bagi beberapa pengajar yang berasal dari regional Australia Barat, seperti Gingin, York dan Geraldton, hal ini merupakan pengalaman yang baru.

Pihak Department of Education of WA menyampaikan komitmen untuk mempromosikan workshop seni budaya ini kepada seluruh pengajar bahasa Indonesia sehingga seluruh sekolah dapat mengenal secara langsung seni budaya Indonesia.

Kegiatan workshop ditutup dengan makan siang yang secara khusus menghadirkan makanan tradisional Indonesia yang disajikan dalam bentuk rijsttafel oleh restoran Indonesia, Ah Beng.

Sumber: Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Perth

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on March 04, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on March 06, 2026 at 02:36 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]