09/08/2026 | Press release | Distributed by Public on 09/07/2026 16:45
Bogor - Rangkaian kegiatan hari ketiga Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di Universitas Pertahanan RI pada Senin (7/9/2026) difokuskan pada penguatan mental, psikologis, dan keterampilan vokasi. Setelah mengawali hari dengan rutinitas ibadah, senam, dan apel pagi, para kadet mengikuti program Psikologi Lapangan yang dipandu langsung oleh Dinas Psikologi TNI AU. Kegiatan ini diawali dengan dinamika kelompok, simulasi lapangan untuk menguji ketangkasan, kemampuan memecahkan masalah, dan membangun kerja sama untuk membangun tim yang solid.
Pembinaan intensif yang telah berjalan membawa dampak positif bagi para peserta. Mifdhali Kail Putra, Kadet asal Jakarta Utara, mengungkapkan perubahan nyata pada kedisiplinannya, terutama dalam menjalankan ibadah dan rutinitas bangun pagi. Dengan penuh haru, ia menyampaikan kerinduan mendalam kepada keluarga seraya bertekad untuk berubah. "Semoga nanti Ibu bangga melihat saya yang sekarang. Saya menyesal atas perbuatan di masa lalu, dan ke depannya saya akan menjadi lebih baik," ungkap Mifdhali. Ia juga mengingatkan generasi muda lainnya agar menjauhi pergaulan negatif yang hanya akan merusak masa depan.
Memasuki siang hari, pembekalan dilanjutkan pada peningkatan kapasitas kemandirian ekonomi melalui Pelatihan Vokasi mengenai Business Model Canvas (BMC) dari Balai Pelatihan Kemenaker. Para peserta diedukasi tentang perbedaan mendasar antara berdagang yang berorientasi jangka pendek dengan berbisnis yang memiliki manajemen terstruktur dan berorientasi jangka panjang. Melalui kerangka kerja BMC, kadet dilatih memetakan sembilan elemen penting agar kelak mampu merancang ide bisnis secara kreatif, inovatif, dan terukur.
Menjelang sore, semangat nasionalisme kadet kembali dipupuk melalui materi wawasan kebangsaan bertajuk "Menjaga Indonesia" yang disampaikan oleh Dr. Begi Hersutanto, dilanjutkan latihan fisik Pencak Silat. Seluruh agenda hari ketiga ini ditutup dengan pemutaran film perjuangan untuk merawat ingatan sejarah dan menanamkan nilai-nilai patriotisme, sebelum para peserta melaksanakan apel dan istirahat malam. (Biro Infohan Setjen Kemhan)