07/03/2026 | Press release | Distributed by Public on 07/03/2026 00:21
Biskek, Kirgistan - Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Wamenlu RI) Muhammad Anis Matta, melakukan kunjungan kerja ke Kirgistan pada 1-3 Juli 2026. Dalam kunjungan tersebut Wamenlu RI menggelar serangkaian pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Kirgistan, Deputi Menteri Luar Negeri Kirgistan, Deputi Menteri Ekonomi dan Perdagangan Kirgistan, serta Kepala Badan Investasi Nasional Kirgistan.
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Zheenbek Kulubaev dan Deputi Menteri Luar Negeri Meder Abakirov, kedua pihak membahas upaya revitalisasi hubungan bilateral Indonesia-Kirgistan di bidang politik melalui intensifikasi mekanisme bilateral seperti Konsultasi Bilateral dan Joint Commission on Economy and Trade Cooperation.
Sebagaimana kunjungan kerja ke negara-negara sahabat lainnya di kawasan, salah satu fokus utama Wamenlu RI adalah optimalisasi hubungan ekonomi dengan negara-negara di dunia Islam. Wamenlu RI menekankan pentingnya membangun narasi bersama untuk mendorong saling pengenalan yang lebih mendalam antara masyarakat dan pelaku usaha kedua negara.
Selain melalui mekanisme politik, Wamenlu RI juga menggarisbawahi pentingnya penguatan aspek budaya dan pariwisata yang juga akan turut mendukung peningkatan perdagangan, investasi, dan interaksi ekonomi.
Dalam kaitan fokus pada peningkatan hubungan ekonomi, Wamenlu RI juga melakukan pertemuan dengan Deputi Menteri Ekonomi dan Perdagangan Sultan Akhmatov serta Deputi Kepala Badan Investasi Nasional Kirgistan Koychumanov Nurbekovich.
Dalam setiap pertemuan, Wamenlu RI dan para pejabat Kirgistan sepakat mengenai pentingnya peran pemerintah dalam menciptakan lingkungan dan mekanisme yang mendukung peningkatan interaksi masyarakat dan pelaku usaha kedua negara, seperti melalui penyelenggaraan forum bisnis. Hal ini antara lain mencakup pemudahan rezim visa kunjungan, penjajakan konektivitas penerbangan antar kedua negara, serta kolaborasi di sektor industri kreatif.
Hubungan ekonomi bilateral dan Kawasan juga diharapkan semakin diperkuat melalui pemberlakuan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (Indonesia-EAEU Free Trade Agreement), yang telah ditandatangani pada Desember 2025, setelah seluruh negara anggota, termasuk Indonesia dan Kirgistan, menyelesaikan proses ratifikasi domestik masing-masing.
Sumber: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia