Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

03/09/2026 | Press release | Archived content

Pembentukan Kelompok Persahabatan Meksiko-Indonesia di Camara de Diputados, Parlemen Meksiko

Berita
Pembentukan Kelompok Persahabatan Meksiko-Indonesia di Camara de Diputados, Parlemen Meksiko
Tanggal
9 Maret 2026
Pembentukan Kelompok Persahabatan Meksiko-Indonesia di Camara de Diputados, Parlemen Meksiko

Telah dilaksanakan pembentukan Grupo de Amistad, atau Kelompok Persahabatan Meksiko-Indonesia di Camara de Diputados, Parlemen Meksiko. Acara dihadiri oleh Duta Besar Toferry Primanda Soetikno; Ketua Kelompok Persahabatan Meksiko-Indonesia, Diputada Teresa Ginez Serrano; Presiden Komisi Hubungan Internasional Camara de Diputados Meksiko, Diputado Pedro Vázquez González; Anggota Kelompok Persahabatan Meksiko-Indonesia Diputada Saray Vázquez Adasa dan Diputado Edén Garcés Medina; Direktur Jenderal Asia-Pasifik Kementerian Luar Negeri Meksiko, Minister Fernando Gonzalez Saiffe; serta perwakilan dari Koordinator Politik Kementerian Luar Negeri Meksiko.

1 / 5
arrow_back arrow_forward

Mexico City, Meksiko - Telah dilaksanakan pembentukan Grupo de Amistad, atau Kelompok Persahabatan Meksiko-Indonesia di Cámara de Diputados, Parlemen Meksiko, pada Rabu (4/3). Acara dihadiri oleh Duta Besar Toferry Primanda Soetikno; Ketua Kelompok Persahabatan Meksiko-Indonesia, Diputada Teresa Ginez Serrano; Presiden Komisi Hubungan Internasional Cámara de Diputados Meksiko, Diputado Pedro Vázquez González; Anggota Kelompok Persahabatan Meksiko-Indonesia Diputada Saray Vázquez Adasa dan Diputado Edén Garcés Medina; Direktur Jenderal Asia-Pasifik Kementerian Luar Negeri Meksiko, Minister Fernando González Saiffe; serta perwakilan dari Koordinator Politik Kementerian Luar Negeri Meksiko.

Diputada Teresa Ginez Serrano menyampaikan bahwa hubungan bilateral Indonesia-Meksiko telah terbentuk pada tahun 1953, dan sejak itu hubungan kedua negara terus terjalin dengan baik. Menurut Diputada Teresa Ginez Serrano, Indonesia dan Meksiko memiliki kemiripan dalam berbagai bidang dan dapat menjadi sekutu dalam memajukan berbagai kepentingan bersama. Melalui Kelompok Persahabatan ini, akan terus ditingkatkan kerja sama, khususnya antarparlemen, untuk mencapai hasil yang konkret.

Duta Besar RI menyampaikan latar belakang politik, kondisi geografis, kekayaan alam, keberagaman budaya, tingkat ekonomi, dan peran strategis Indonesia dalam konstelasi dunia saat ini berdasarkan polugri yang bebas aktif. Selanjutnya, Dubes RI menegaskan adanya kesamaan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh kedua negara, khususnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip HAM, demokrasi, rule of law, mengedepankan transparansi, efisiensi, dan good governance. Selain itu, Dubes RI menegaskan kembali bahwa foreign policy begins at home, sehingga diplomasi parlementer memainkan peranan penting dan strategis untuk menyuarakan aspirasi rakyat kedua negara. Duta Besar RI berharap hubungan bilateral dapat meningkat melalui pembentukan Kelompok Persahabatan ini.

Selanjutnya, Presiden Komisi Hubungan Internasional Majelis Perwakilan Meksiko, Diputado Pedro Vázquez González, menyampaikan bahwa kedua negara telah berhasil bangkit dari kolonialisme dengan tekad yang kuat untuk mencapai tujuan mereka. Warisan utama dan penting yang menyatukan Meksiko dan Indonesia adalah Semangat Bandung, di mana pada tahun 1955 bersama-sama memproklamirkan kepada dunia bahwa negara-negara Selatan memiliki tekad untuk berdaulat dan merdeka.

Direktur Jenderal Asia-Pasifik Kementerian Luar Negeri Meksiko, Menteri Fernando Gonzalez Saiffe, menyampaikan bahwa kerja sama bilateral telah terjalin dengan baik sejak terbentuknya hubungan diplomatik pada tahun 1953, dan juga dalam konteks kerja sama regional maupun multilateral. Indonesia merupakan negara yang sangat pluralis, namun memiliki kesatuan melalui prinsip Bhinneka Tunggal Ika dan menjunjung tinggi toleransi.

Selanjutnya, Duta Besar RI dan Ketua Kelompok Persahabatan menandatangani bersama Akta pembentukan Kelompok Persahabatan dan Duta Besar RI mengisi buku tamu, yang merupakan bagian dari acara inaugurasi tersebut.

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on March 09, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on March 12, 2026 at 02:05 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]