Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

07/14/2026 | Press release | Distributed by Public on 07/14/2026 07:48

Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif, Indonesia dan Viet Nam Sepakati Rencana Aksi 2026 – 2030

Berita
Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif, Indonesia dan Viet Nam Sepakati Rencana Aksi 2026 - 2030
Tanggal
14 Juli 2026
Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif, Indonesia dan Viet Nam Sepakati Rencana Aksi 2026 - 2030

Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Republik Sosialis Viet Nam Le Hoai Trung menandatangani Rencana Aksi untuk Pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Viet Nam 2026-2030 (Plan of Action for the Implementation of the Comprehensive Strategic Partnership) pada Pertemuan Sidang Komisi Bersama ke-6 (JCBC) Indonesia-Viet Nam di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta (14/7).

1 / 3
Sidang Komisi Bersama (SKB/JCBC) ke-6 Indonesia-Viet NamBy leveraging our complementary strengths, we will foster innovation, deepen cooperation, and advance shared prosperity for the benefit of both our nations," tegas Menlu Sugiono dalam Pernyataan Pers Bersama Menlu Sugiono dan Menlu Viet Nam, Y.M. Le Hoai Trung, pada SKB/JCBC ke-6 RI-Viet Nam
arrow_back arrow_forward
Sidang Komisi Bersama (SKB/JCBC) ke-6 Indonesia-Viet NamBy leveraging our complementary strengths, we will foster innovation, deepen cooperation, and advance shared prosperity for the benefit of both our nations," tegas Menlu Sugiono dalam Pernyataan Pers Bersama Menlu Sugiono dan Menlu Viet Nam, Y.M. Le Hoai Trung, pada SKB/JCBC ke-6 RI-Viet Nam

Jakarta, Indonesia - Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Republik Sosialis Viet Nam Le Hoai Trung menandatangani Rencana Aksi untuk Pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Viet Nam 2026-2030 (Plan of Action for the Implementation of the Comprehensive Strategic Partnership) pada Pertemuan Sidang Komisi Bersama ke-6 (JCBC) Indonesia-Viet Nam di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta (14/7).

Rencana aksi tersebut menjadi pedoman pelaksanaan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Viet Nam yang disepakati pada 2025 sekaligus menegaskan komitmen untuk memperdalam kerja sama melalui berbagai program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara, selama lima tahun ke depan.

Indonesia dan Viet Nam sepakat memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain ketahanan pangan dan pertanian, industri berteknologi tinggi, ekonomi digital, energi, kesehatan, industri halal, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendidikan.

Di bidang politik dan keamanan, kedua menteri membahas berbagai isu prioritas, termasuk perbatasan, pertahanan, keamanan maritim, pemberantasan illegal, unreported and unregulated fishing (IUUF), serta penanggulangan kejahatan lintas negara.

Di bidang ekonomi, kedua menteri menegaskan komitmen untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar USD18 miliar pada 2028. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, kedua negara akan memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk melalui reaktivasi Joint Committee on Economic, Scientific and Technical Cooperation (JC-ESTC).

Indonesia dan Viet Nam juga sepakat mempererat hubungan antarmasyarakat melalui peningkatan kerja sama di bidang kebudayaan dan pendidikan, serta penguatan kolaborasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain kerja sama bilateral, kedua menteri bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan regional dan global. Indonesia dan Viet Nam menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN dalam memelihara perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan. Kedua negara juga menegaskan kembali dukungan terhadap ASEAN Five-Point Consensus sebagai kerangka utama penyelesaian situasi di Myanmar. Pertemuan turut membahas perkembangan di Timur Tengah beserta implikasinya terhadap stabilitas kawasan, perdagangan, energi, dan ketahanan pangan.

Menutup pertemuan, kedua menteri menegaskan komitmen untuk memastikan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Viet Nam menghasilkan kerja sama yang semakin konkret, memberikan manfaat nyata bagi kedua negara, serta berkontribusi terhadap perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.

Indonesia dan Viet Nam menjalin hubungan diplomatik sejak 30 Desember 1955. Pada 2025, kedua negara meningkatkan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif, sebagai landasan bagi penguatan kerja sama jangka panjang di berbagai bidang. Hal ini juga mencerminkan eratnya kemitraan Indonesia dan Viet Nam sebagai sesama negara anggota ASEAN, seiring dengan pertumbuhan ekonomi kedua negara yang terus berlanjut di kawasan.

Sumber: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on July 14, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on July 14, 2026 at 13:48 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]