07/02/2026 | Press release | Distributed by Public on 07/01/2026 19:14
Banjul, Gambia - Indonesia dan Gambia meresmikan kembali Agricultural Rural Farmers Training Center (ARFTC) di Jenoi sebagai pusat pelatihan pertanian dan penggerak ketahanan pangan di Afrika Barat (1/7). Setelah hampir tiga dekade menjadi simbol persahabatan kedua negara, ARFTC kini kembali beroperasi usai direvitalisasi melalui dukungan Pemerintah Indonesia, menandai babak baru kerja sama pembangunan yang berdampak nyata bagi kawasan.
Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, bersama Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, dan Warga Negara Gambia di Luar Negeri, Sering Modou Njie, di sela-sela rangkaian Sidang Komisi Bersama ke-2 RI-Gambia di Banjul pada 30 Juni-1 Juli 2026.
"Peresmian kembali ARFTC bukan sekadar menandai peremajaan infrastruktur. Ini adalah pembaruan komitmen Indonesia untuk terus berjalan bersama Gambia dalam memperkuat ketahanan pangan, membangun kapasitas, dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi generasi mendatang," ujar Wamenlu Tata.
Didirikan pada tahun 1996, ARFTC diinisiasi melalui kerja sama Pemerintah Indonesia, Yayasan Amal Masyarakat Pertanian Indonesia (YAMPI), dan Food and Agriculture Organization (FAO). Sejak berdiri, ARFTC telah menjadi pusat pelatihan bagi lebih dari 6.000 petani dan penyuluh pertanian dari Gambia maupun berbagai negara Afrika Barat, seperti Guinea, Liberia, Mali, dan Senegal.
"Indonesia tengah menjajaki potensi kolaborasi dengan negara mitra pembangunan lainnya melalui skema Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular untuk menyelenggarakan berbagai pelatihan di bidang pertanian di ARFTC Jenoi bagi negara-negara Afrika," tambah Wamenlu Tata.
Revitalisasi ARFTC menegaskan komitmen Indonesia untuk menghadirkan kerja sama pembangunan yang berdampak nyata. Ke depan, ARFTC diharapkan berkembang sebagai regional centre of excellence yang memperkuat inovasi pertanian, pengembangan sumber daya manusia, dan ketahanan pangan kawasan Afrika Barat.
Satu benih yang ditanam dapat menghidupi satu keluarga. Namun pengetahuan yang dibagikan dapat mengubah masa depan sebuah bangsa. Itulah semangat yang terus menghidupkan ARFTC. Indonesia akan terus menjadi mitra bagi Gambia dalam memperkuat ketahanan pangan, membangun kapasitas, dan berbagi pengalaman pembangunan untuk kemajuan Gambia dan Afrika Barat. "Karena persahabatan yang sejati, sebagaimana hasil panen terbaik, lahir dari komitmen dan aksi nyata yang terus kita pupuk dan pelihara bersama," pungkas Wamenlu Tata.
Sumber: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia