Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

02/09/2026 | Press release | Distributed by Public on 02/09/2026 19:44

Jejak Budaya Dayak dari Palangkaraya ke Bulgaria

Berita
Jejak Budaya Dayak dari Palangkaraya ke Bulgaria
Tanggal
9 Februari 2026
Jejak Budaya Dayak dari Palangkaraya ke Bulgaria

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sofia hadir menegaskan kembali dukungannya bagi diplomasi budaya Indonesia melalui jalur pendidikan dan seni.

1 / 3
arrow_back arrow_forward

Sofia, Bulgaria - Ketika irama musik tradisional Kalimantan Tengah bergema di ruang-ruang akademik dan festival rakyat Bulgaria, jarak geografis ribuan kilometer seolah menyempit. Gerak tangan yang tegas namun mengalir, langkah kaki yang berpola, serta ekspresi yang sarat makna membawa cerita tentang alam, manusia, dan spiritualitas Dayak kepada publik Eropa. Inilah yang dihadirkan oleh Darung Tinggang, sanggar seni budaya asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dalam kunjungannya ke Bulgaria beberapa waktu lalu.

Tim Darung Tinggang yang terdiri dari lima orang seniman ini menjalani rangkaian kegiatan budaya yang padat dan bermakna. Selama berada di Bulgaria, mereka terlibat dalam dua agenda utama: berpartisipasi dalam festival topeng dunia di Kota Pernik serta menggelar workshop tari tradisional di New Bulgarian University (NBU), Sofia. Dua ruang yang berbeda-festival rakyat dan lingkungan akademik-menjadi panggung dialog lintas budaya bagi seni Dayak.

Tari Dayak di Ruang Akademik Sofia

Salah satu momen penting dalam kunjungan Darung Tinggang adalah pelaksanaan workshop tari di New Bulgarian University, khususnya di Department of Theatre and Dance. Workshop ini terlaksana berkat dukungan KBRI Sofia lewat koordinasi dengan dosen tari NBU, Prof. Anna Pampulova, yang memiliki perhatian besar terhadap seni pertunjukan lintas budaya.

Workshop dihadiri oleh 12 mahasiswa dan satu profesor tari dan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sofia yang hadir menegaskan kembali dukungannya bagi diplomasi budaya Indonesia melalui jalur pendidikan dan seni.

Dalam sesi ini, Darung Tinggang memperkenalkan Tari Bawi Bahalai, salah satu tari tradisional Kalimantan Tengah yang sarat makna tentang kebersamaan, kekuatan perempuan, dan hubungan manusia dengan alam. Pelatihan dilakukan secara intensif selama sekitar 1,5 jam, dilanjutkan dengan diskusi selama kurang lebih 20 menit.

Latar belakang peserta yang berasal dari dunia teater dan seni pertunjukan membuat proses pembelajaran berlangsung dinamis. Para mahasiswa relatif cepat menyerap dasar-dasar gerak tari. Mereka tidak hanya menirukan, tetapi juga aktif bertanya mengenai makna setiap gerakan, filosofi kostum, hingga konteks budaya di balik tarian tersebut.

Antusiasme peserta terlihat jelas. Beberapa mahasiswa bahkan menyatakan minat untuk mengikuti latihan rutin kelompok tari Pesona Mawar Nusantara (PMN), sanggar binaan KBRI Sofia, sebagai ruang lanjutan untuk mendalami tari Indonesia. Ketertarikan ini menunjukkan bahwa tari tradisional tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi dapat menjadi medium pembelajaran dan praktik lintas budaya.

Pihak mitra dari NBU menyampaikan apresiasi atas kesempatan menghadirkan seniman langsung dari Kalimantan Tengah kepada mahasiswa. Mereka menilai pengalaman belajar langsung dari praktisi budaya sebagai sesuatu yang langka dan bernilai tinggi. Sementara itu, memanfaatkan kegiatan tersebut, KBRI Sofia menyampaikan peluang kerja sama akademik yang lebih luas, termasuk informasi mengenai program beasiswa Indonesia bagi mahasiswa Bulgaria, serta ajakan untuk terlibat aktif dalam kegiatan budaya KBRI dan jejaring komunitas seni melalui media sosial.

Topeng Babukung di Festival Rakyat Pernik

Selain kegiatan akademik, Darung Tinggang juga ambil bagian dalam Surva International Festival of Masquerade Games di Kota Pernik, salah satu festival topeng terbesar di Eropa. Festival ini berlangsung selama lebih dari sepekan dan menjadi ajang pertemuan ratusan kelompok ritual topeng dari berbagai negara.

Festival Surva tahun ini memiliki makna khusus karena menandai peringatan 60 tahun sejak penyelenggaraan pertamanya pada 1966. Untuk pertama kalinya dalam sejarah festival, juri memberikan tiga penghargaan utama-topeng emas, perak, dan perunggu-yang dibedakan untuk kelompok dari wilayah Pernik, Bulgaria Barat, dan Bulgaria Timur.

Festival dibuka secara resmi oleh Wali Kota Pernik, Stanislav Vladimirov. Dalam parade budaya yang semarak, Darung Tinggang menampilkan Topeng Babukung, tradisi ritual Dayak yang berkaitan dengan perlindungan komunitas dan pengusiran roh jahat. Di tengah dominasi topeng-topeng musim dingin Eropa, kehadiran Babukung tampil mencolok dengan visual yang kuat dan narasi budaya yang berbeda.

Partisipasi Indonesia berdampingan dengan ratusan peserta mancanegara dari Prancis, Amerika Serikat, Irlandia, Portugal, Italia, Kroasia, Spanyol, Serbia, Yunani, Slovenia, Makedonia Utara, Rumania, dan negara-negara lainnya. Keberagaman ini menjadikan Surva bukan sekadar festival, tetapi ruang perjumpaan budaya dunia yang hidup.

Bagi Darung Tinggang, keikutsertaan dalam Surva bukan hanya soal tampil di panggung internasional, melainkan juga proses memperkenalkan seni Dayak dalam konteks tradisi global. Topeng Babukung menjadi medium untuk menyampaikan cerita tentang identitas, spiritualitas, dan relasi manusia dengan alam-tema-tema yang ternyata menemukan resonansi di berbagai belahan dunia.

Menjaga Tradisi, Membuka Kolaborasi

Darung Tinggang sendiri merupakan sanggar seni budaya asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang berfokus pada pelestarian tari tradisional Dayak. Selama ini, mereka aktif mengikuti festival budaya di berbagai daerah di Indonesia serta terlibat dalam kegiatan promosi budaya di luar negeri. Kunjungan ke Bulgaria menjadi salah satu partisipasi internasional penting dalam perjalanan mereka memperkenalkan seni Dayak kepada publik Eropa. Sanggar Darung Tinggang membuka ruang kerja sama jangka panjang antara seniman Indonesia dan institusi seni di Eropa.

Sementara itu, New Bulgarian University sebagai mitra akademik dikenal sebagai universitas swasta di Sofia yang memiliki program seni pertunjukan aktif melalui Faculty dan Department of Theatre and Dance. Berdiri sejak 1991, NBU mengajarkan tari kontemporer, teater fisik, koreografi, dan studi pertunjukan dengan pendekatan pendidikan berbasis praktik. Jejaring internasional menjadi salah satu kekuatan universitas ini dalam pengembangan seni pertunjukan.

Kunjungan Darung Tinggang ke Bulgaria, baik di ruang akademik maupun festival rakyat, menunjukkan bahwa diplomasi budaya tidak selalu hadir dalam bentuk formal kenegaraan. Ia dapat tumbuh dari perjumpaan manusia, dari gerak tubuh, dari musik, dan dari cerita yang dibawa lintas batas.

Melalui tari dan topeng, Darung Tinggang tidak hanya menampilkan seni Dayak, tetapi juga membuka ruang dialog tentang keberagaman, identitas, dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Dari Palangkaraya ke Sofia dan Pernik, jejak budaya itu menari-menghubungkan Indonesia dan Eropa dalam bahasa yang tak memerlukan terjemahan: seni..

Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sofia

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on February 09, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on February 10, 2026 at 01:44 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]