ICDX - Indonesian Commodity and Derivatives Exchange

01/29/2026 | Press release | Distributed by Public on 01/28/2026 21:43

AS Pertimbangkan Opsi Menyerang Iran, Harga Minyak Ikut Terangkat

AS Pertimbangkan Opsi Menyerang Iran, Harga Minyak Ikut Terangkat
Thursday, 29 January 2026

Indikator Harga

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1985

-0.29%

GBPUSD

1.3834

-0.33%

AUDUSD

0.7049

-0.40%

NZDUSD

0.6070

-0.43%

USDJPY

152.76

0.43%

USDCHF

0.7646

0.50%

USDCAD

1.3554

-0.18%

GOLDUD

5,446.99

2.85%

COFU

63.50

0.46%

USD/IDR

16,718

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Trump pertimbangkan opsi untuk menyerang Iran guna memicu protes yang berpotensi menggulingkan rezim saat ini.
  • Eskalasi geopolitik lebih lanjut dapat meningkatkan harga minyak ke level $70 per barel, ungkap proyeksi terbaru Citi.

************************************************************

Kamis, 29 Januari 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau masih melanjutkan tren bullish menyentuh level tertinggi sejak akhir September, didukung oleh potensi serangan AS terhadap Iran yang dapat mengganggu pasokan dari produsen terbesar keempat di OPEC tersebut. Selain itu, proyeksi terbaru dari bank Citi, dan laporan stok EIA juga menjadi katalis positif bagi harga minyak.

Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan opsi untuk menyerang pasukan keamanan dan para pemimpin Iran guna memicu protes yang berpotensi menggulingkan rezim saat ini, ungkap sumber-sumber AS yang mengetahui diskusi tersebut. Berita tersebut menyusul kedatangan kapal induk AS dan kapal perang pendukung di Timur Tengah di awal pekan ini, semakin menambah keyakinan akan potensi tindakan militer dari AS terhadap Iran.

Turut mendukung harga, dalam proyeksi terbaru yang dirilis hari Rabu, Citi mengatakan bahwa eskalasi geopolitik lebih lanjut dapat menaikkan harga minyak ke target harga kuartal pertama bank investasi tersebut sebesar $70 per barel. Gangguan produksi Kazakhstan, cuaca dingin yang ekstrem di AS, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, dan pengetatan pembatasan AS terhadap pembelian minyak Rusia membantu menjaga harga di atas $60 per barel, tambahnya.

Dukungan lainnya datang dari laporan EIA untuk pekan yang berakhir 23 Januari yang menunjukkan stok minyak mentah AS turun sebesar 2,3 juta barel, di luar prediksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 1,8 juta barel. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar minyak AS, yang tengah dilanda badai musim dingin.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Rabu mengatakan telah berhasil mempersempit isu utama dalam mediasi AS untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina, dan saat ini upaya aktif sedang dilakukan untuk mencari solusi terkait masalah teritorial Donetsk, yang menjadi isu sentral. Rubio juga menambahkan potensi AS bergabung dalam pembicaraan baru Rusia-Ukraina pada minggu ini.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $66 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $61 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

20:30

USA - Trade Balance

$-40.5B

$-29.4B

20:30

USA - Exports

$303.0B

$302B

20:30

USA - Imports

$340.0B

$331.4B

20:30

USA - Initial Jobless Claims

1860K

1849K

22:00

USA - Factory Orders MoM

1.6%

-1.3%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

ICDX - Indonesian Commodity and Derivatives Exchange published this content on January 29, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on January 29, 2026 at 03:43 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]