ICDX - Indonesian Commodity and Derivatives Exchange

03/11/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/10/2026 21:32

USD/CAD Berpotensi Menguat Terbatas di Tengah Tekanan Harga Minyak dan Penantian Data Inflasi AS

USD/CAD Berpotensi Menguat Terbatas di Tengah Tekanan Harga Minyak dan Penantian Data Inflasi AS
Wednesday, 11 March 2026

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1610

0.16%

GBPUSD

1.3418

0.22%

AUDUSD

0.7118

0.45%

NZDUSD

0.5928

0.12%

USDJPY

158.03

0.19%

USDCHF

0.7778

-0.12%

USDCAD

1.3579

-0.07%

GOLDUD

5190.10

0.63%

USD/IDR

16,874

0.00%

Fokus:

  1. Pergerakan USD/CAD dipengaruhi oleh pelemahan harga minyak mentah yang berpotensi menekan dolar Kanada (Loonie).

  2. Pasar menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat (CPI) yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve serta arah pergerakan dolar AS.

USDCAD
Rabu, 11 Maret 2026 - USDCAD dibuka di sekitar level 1.3570 pada awal sesi perdagangan. Pasangan mata uang ini masih berusaha bangkit dari level terendah hampir satu bulan di kisaran 1.3525 yang sempat tercapai pada awal pekan. Meski demikian, pergerakan harga masih cenderung terbatas seiring munculnya berbagai sentimen pasar.

Pergerakan USDCAD juga dipengaruhi oleh perubahan harga minyak mentah. Usulan Badan Energi Internasional (IEA) untuk melepas cadangan minyak dalam jumlah besar guna menekan lonjakan harga energi memberikan tekanan terhadap harga minyak global. Pelemahan harga minyak ini berpotensi menekan dolar Kanada (Loonie), mengingat mata uang tersebut memiliki keterkaitan erat dengan komoditas energi, sehingga dapat memberikan ruang penguatan bagi USDCAD.

Di sisi lain, pelemahan dolar AS yang dipicu oleh membaiknya sentimen risiko global dan penguatan pasar saham turut membatasi kenaikan pasangan mata uang ini. Namun demikian, meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta potensi gangguan pada jalur distribusi energi global, termasuk Selat Hormuz, masih dapat mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.

Sementara itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat, terutama Indeks Harga Konsumen (CPI), yang dinilai penting untuk memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed serta pergerakan harga minyak diperkirakan akan tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi arah USD/CAD dalam waktu dekat. Saat ini, support berada di level 0.7720, sementara resistance berada di level 0.7840.


EURUSD- Pasangan matauang ini dibuka 1,1615 pada hari Rabu. Euro (EUR) pulih dari level terendah empat bulan di 1,1507 terhadap Dolar AS. Pembacaan akhir Indeks Harga Konsumen Terharmonisasi (HICP) dari Jerman dan data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS akan dirilis pada hari Rabu.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa konflik tersebut "sangat lengkap, hampir" dan operasi militer "jauh lebih maju" dari perkiraan awal empat hingga lima minggu, menurut Bloomberg. Komentarnya meredakan kekhawatiran tentang perang berkepanjangan di Timur Tengah dan meningkatkan sentimen pasar.

Namun, ketidakpastian tetap ada karena Trump tidak memberikan garis waktu yang jelas untuk menghentikan serangan yang telah mengguncang Timur Tengah dan pasar global. Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel mengatakan bahwa mereka telah melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran dan juga meluncurkan lebih banyak rudal ke Lebanon. Militer Israel mengatakan mereka menargetkan infrastruktur milik Hizbullah yang didukung Iran di selatan ibu kota Lebanon. Tanda-tanda ketegangan yang sedang berlangsung di Timur Tengah dapat meningkatkan permintaan aset aman (safe-haven) untuk Dolar AS dan menciptakan hambatan bagi pasangan mata uang utama tersebut.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde, mengatakan pada Selasa malam bahwa tingkat ketidakpastian dan volatilitas sangat mengejutkan, sehingga sulit untuk mengelola situasi tersebut. Ia lebih lanjut menyatakan bahwa bank sentral akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengendalikan inflasi. Saat ini support terdekat berada di level 1.1560, sementara resistance berada di level 1.1680.

GBPUSD- Pasangan matauang ini dibuka 1.3426 dan pada perdagangan sesi Asia bergerak menguat terbatas ke kisaran 1.3430, menghentikan pelemahan tajam pada sesi sebelumnya setelah sempat mencapai level tertinggi lebih dari sepekan di area 1.3485. Penguatan ini didorong oleh melemahnya dolar AS di pasar global.

Tekanan terhadap dolar muncul setelah harga minyak mentah terkoreksi tajam usai reli besar pada awal pekan. Penurunan harga energi tersebut meredakan kekhawatiran inflasi global dan mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven. Sentimen positif di pasar saham global juga turut menekan permintaan terhadap dolar AS dan memberikan ruang bagi penguatan poundsterling.

Dari sisi Inggris, poundsterling mendapat dukungan dari perubahan ekspektasi kebijakan moneter Bank of England (BoE). Jika sebelumnya pasar memperkirakan adanya beberapa kali penurunan suku bunga, kini ekspektasi bergeser menjadi kemungkinan kenaikan suku bunga dengan probabilitas sekitar 70% hingga akhir tahun, yang memperkuat daya tarik mata uang Inggris.

Meski demikian, potensi kenaikan GBP/USD masih dibatasi oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, terutama meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global seperti Selat Hormuz. Kondisi tersebut dapat kembali meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai mata uang cadangan global.

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga cenderung berhati-hati menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat (CPI) yang dapat memberikan sinyal baru terkait arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Secara keseluruhan, latar belakang fundamental saat ini masih memberikan kecenderungan bias bullish terbatas pada pasangan GBP/USD, meskipun volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi. Saat ini support terdekat berada di level 1.3360, sementara resistance berada di level 1.3490.

AUDUSD- Pasangan matauang ini dibuka 0.76061 mendekati level tertinggi lebih dari tiga tahun dan menuju kenaikan bulanan keempat berturut-turut, naik lebih dari 6% year-to-date, menjadikannya mata uang G10 dengan kinerja terbaik pada tahun 2026.

Pendorongnya adalah perbedaan kebijakan yang jelas. Gubernur RBA Michele Bullock mengisyaratkan bahwa pertemuan kebijakan Maret "siap" untuk kemungkinan kenaikan suku bunga, dan memperingatkan bahwa guncangan harga minyak akibat ketegangan dengan Iran dapat memicu kembali tekanan inflasi domestik.

Harga pasar saat ini menunjukkan sekitar 28% kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25bp pada pertemuan mendatang, sementara sepenuhnya memperkirakan pengetatan kebijakan moneter hingga Mei, dan sekitar 75% kemungkinan kenaikan lagi menjadi 4,35% pada akhir tahun.

Interpretasi yang cenderung hawkish ini, di tengah kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga tetap dan menghadapi tekanan politik yang cenderung dovish, menciptakan potensi dorongan struktural bagi dolar Australia. Saat ini support terdekat berada di level 0.7015, sementara resistance berada di level 0.7110.

NZDUSD
- Pasangan matauang inidibuka di level 0.5918 pada awal perdagangan hari ini. Pergerakan dolar Selandia Baru cenderung dipengaruhi oleh dinamika risk appetite global serta ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand (RBNZ). Mata uang ini juga tergolong commodity currency, sehingga sensitif terhadap perkembangan ekonomi global dan permintaan komoditas.

Dari sisi eksternal, pergerakan NZD/USD saat ini juga dipengaruhi oleh sentimen terhadap dolar AS. Pelemahan dolar AS di pasar global memberikan ruang bagi sejumlah mata uang, termasuk dolar Selandia Baru, untuk bergerak lebih stabil. Tekanan terhadap dolar terjadi seiring berkurangnya permintaan terhadap aset safe haven setelah sebagian kekhawatiran pasar terkait inflasi global dan harga energi mulai mereda.

Namun demikian, arah pergerakan pasangan ini tetap sangat bergantung pada prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve serta rilis data ekonomi penting Amerika Serikat, khususnya inflasi dan pasar tenaga kerja. Jika data ekonomi AS kembali menunjukkan kondisi yang solid, ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama dapat menopang dolar AS dan membatasi penguatan NZD.

Selain itu, perkembangan ekonomi Tiongkok juga menjadi faktor penting bagi NZD mengingat hubungan dagang yang erat antara kedua negara. Oleh karena itu, NZD/USD diperkirakan masih bergerak fluktuatif mengikuti perubahan sentimen global.
Saat ini supportterdekat berada di level 0.5860, sementara resistanceberada di level 0.5980.

USDJPY
- dibuka di level 157.95 pada awal perdagangan. Pergerakan pasangan mata uang ini masih dipengaruhi oleh perbedaan kebijakan moneter antara Bank of Japan (BoJ) yang masih cenderung akomodatif dan Federal Reserve, serta dinamika imbal hasil obligasi pemerintah AS. Selain itu, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh rilis data ekonomi AS, terutama inflasi dan data ketenagakerjaan, yang dapat memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed. Di sisi lain, potensi intervensi pemerintah Jepang untuk menahan pelemahan yen serta perkembangan kondisi geopolitik global juga turut menjadi faktor yang memengaruhi volatilitas pasangan mata uang ini.Saat ini, support berada di level 156.80, sedangkan resistance berada di level 158.80.

USDCHF
- Pasangan matauang ini dibuka di level 0.7781 pada perdagangan hari ini. Pergerakan franc Swiss terhadap dolar AS dipengaruhi oleh kondisi sentimen risiko di pasar global, mengingat franc Swiss kerap dipandang sebagai salah satu aset safe haven. Selain itu, pergerakan pasangan mata uang ini juga dipengaruhi oleh dinamika indeks dolar AS (DXY), ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta kebijakan moneter dari Swiss National Bank (SNB). Perkembangan ekonomi global dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik juga dapat mendorong permintaan terhadap franc Swiss sebagai instrumen lindung nilai. Saat ini, support berada di level 0.7720, sementara resistance berada di level 0.7840.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Pair

Data

Actual

Ekspektasi

Sebelumnya

3:30am

USD

API Weekly Statistical Bulletin

6:50am

JPY

PPI y/y

2.2%

2.3%

2:00pm

EUR

German Final CPI m/m

0.2%

0.2%

5:00pm

GBP

MPC Member Breeden Speaks

7.30pm

USD

Core CPI m/m

0.2%

0.3%

7.30pm

USD

CPI m/m

0.3%

0.2%

7.30pm

USD

CPI y/y

2.4%

2.4%

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Forex Daily Newsletter

ICDX - Indonesian Commodity and Derivatives Exchange published this content on March 11, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on March 11, 2026 at 03:32 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]