06/29/2026 | Press release | Distributed by Public on 06/28/2026 21:36
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1389 |
-0.01% |
|
GBPUSD |
1.3198 |
0.02% |
|
AUDUSD |
0.6884 |
0.03% |
|
NZDUSD |
0.5633 |
0.12% |
|
USDJPY |
161.70 |
0.04% |
|
USDCHF |
0.8099 |
-0.01% |
|
USDCAD |
1.4201 |
-0.08% |
|
GOLDUD |
4,075.86 |
-0.41% |
|
COFU |
70.50 |
-0.70% |
|
USD/IDR |
17,957 |
0.00% |
Senin, 29 Juni 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish menyusul berita AS dan Iran yang sepakat untuk saling menghentikan serangan. Selain itu, tekanan terhadap harga minyak juga datang dari potensi kembalinya perang dagang baru antara AS dengan China.
Iran dan AS sepakat untuk saling menghentikan serangan yang terjadi baru-baru ini dan akan melanjutkan pembicaraan mengenai perselisihan atas Selat Hormuz pada 30 Juni di Doha, Qatar, kata seorang pejabat AS pada hari Minggu. Berita tersebut meredakan eskalasi tensi antara kedua kubu, setelah sebelumnya Iran meluncurkan rudal dan drone ke situs militer AS di Kuwait dan Bahrain pada Minggu pagi, dan Presiden Donald Trump mengancam akan membubarkan Teheran jika tidak menghormati perjanjian untuk mengakhiri perang.
Turut membebani harga, Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) pada hari Jumat mengumumkan rencana untuk melarang impor lebih banyak peralatan dari sekelompok produsen China, yang akan mulai diberlakukan pada awal Juli mendatang. Selain itu, FCC juga mempertimbangkan larangan bagi operator telekomunikasi AS untuk terhubung dengan perusahaan telekomunikasi Tiongkok. Tindakan tersebut memicu kekhawatiran akan kembali mendorong terjadinya perang dagang baru antara kedua negara raksasa ekonomi global itu.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Minggu mengakui bahwa Rusia menghadapi kekurangan pasokan energi akibat serangan Ukraina terhadap fasilitas sipil dan infrastruktur energi Moskow, yang berpotensi menyebabkan masalah bagi warga maupun sektor industri. Putin juga menambahkan bahwa sebuah gugus tugas yang dibentuknya sedang berupaya memastikan pasokan yang cukup tersedia di seluruh negeri, termasuk memberlakukan larangan total terhadap ekspor bahan bakar.
Dukungan lainnya datang dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy yang mengatakan bahwa pasukan Ukraina telah melancarkan serangan terbaru yang menargetkan kilang minyak Slavyansk di wilayah Krasnodar Krai serta sebuah kilang di wilayah Yaroslavl pada Sabtu malam. Dalam pernyataannya pada hari Minggu, Zelenskyy menegaskan Ukraina akan terus menargetkan industri energi Moskow.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
21:30 |
USA - Dallas Fed Manufacturing Index |
2 |
0.4 |