Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia

08/05/2026 | Press release | Distributed by Public on 08/05/2026 03:15

Pemerintah Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

Pemerintah Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

05 Aug 2026 16:06

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
HM.02.04/256/SET.M.EKON.3/08/2026

Pemerintah Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

Jakarta, 5 Agustus 2026

Transformasi digital telah menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi global sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan investasi, produktivitas, dan daya saing nasional. Dengan didukung fundamental ekonomi yang tetap kuat, Indonesia terus memperkuat ekosistem ekonomi digital melalui pengembangan infrastruktur digital, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), semikonduktor, serta pengembangan talenta digital sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.

"Ketahanan ekonomi Indonesia didukung oleh berbagai indikator makro yang tetap terjaga, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata global, inflasi yang terkendali pada level 2,88%, serta terus meningkatnya investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja. Pemerintah pun terus mendorong investasi melalui berbagai instrumen, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional," tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Digital Transformation Indonesia (DTI) Series 2026 di Jakarta Convention Centre, Rabu (5/08).

Lebih lanjut, Menko Airlangga menekankan bahwa pengembangan ekonomi digital harus didukung oleh fondasi infrastruktur yang kuat, khususnya di sektor energi. Ketahanan energi menjadi prasyarat utama bagi pengembangan berbagai teknologi digital, termasuk pusat data (data center), quantum computing, dan AI. Indonesia memiliki keunggulan berupa sumber energi domestik, potensi energi surya, serta konektivitas digital yang terus berkembang sehingga menjadi modal penting dalam mempercepat transformasi digital nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan bahwa pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% memerlukan mesin pertumbuhan baru (new growth engine) yang bertumpu pada pengembangan data center, AI, industri semikonduktor, dan talenta digital. Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dalam pengembangan pusat data karena didukung ketersediaan lahan, energi, air, serta konektivitas digital yang semakin baik melalui jaringan serat optik maupun satelit.

Di sektor semikonduktor dan talenta digital, Pemerintah terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Kerja sama dengan Arm diarahkan untuk mencetak 15.000 insinyur (engineers) dalam 3 (tiga) tahun ke depan. Selain itu, Pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas SDM digital melalui kerja sama internasional, termasuk rencana pembukaan kampus Indian Institute of Technology di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem talenta digital nasional.

Pemerintah juga terus memperkuat kerja sama internasional di bidang ekonomi digital. Menko Airlangga menyampaikan bahwa ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ditargetkan menjadi perjanjian multilateral ekonomi digital pertama di dunia dengan potensi mendorong nilai ekonomi digital ASEAN mencapai USD2 triliun pada tahun 2030. Selain itu, Indonesia juga telah bergabung sebagai negara pendiri World AI Cooperation Organization (WAICO) untuk memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan tata kelola AI global serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang teknologi digital.

"Ini adalah the golden moment. Dan saya juga ingatkan golden moment ini tidak lama. Kita harus kejar dalam tiga sampai empat tahun ke depan, karena inilah kesempatan bagi Indonesia. Apakah Indonesia bisa memanfaatkan kesempatan tersebut, apakah Indonesia bisa menjadi terang dari sisi digital. Untuk mewujudkannya, kita membutuhkan energi. Dengan energi kita dapat memperkuat digitalisasi, mendorong manufaktur, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memastikan keamanan siber tetap terjaga," imbuh Menko Airlangga.

Senada dengan hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan bahwa transformasi digital saat ini tidak lagi dipandang sebagai agenda sektoral, melainkan telah menjadi strategi utama dalam memperkuat struktur perekonomian nasional.

"Yang sedang dibangun Pemerintah bukan hanya ekonomi digital, tetapi ekosistem investasi digital. Ketika pusat data berkembang, kebutuhan komputasi AI akan meningkat, industri semikonduktor ikut tumbuh, dan pada saat yang sama tercipta permintaan terhadap talenta digital nasional. Keterhubungan inilah yang diharapkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam rantai nilai digital global," pungkas Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Sekretaris Kemenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah sekaligus Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Tim Asistensi Kemenko Perekonomian, Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Dean dan CEO ADB Institute, Anggota Dewan Energi Nasional, Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Presiden Direktur PT Adhouse Clarion Events, serta pimpinan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), PMSM Indonesia, serta para pelaku usaha, investor, akademisi, dan mitra internasional. (aml/iqb/tam)

***

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto

Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, TikTok, Threads, & YouTube: @PerekonomianRI
Email: [email protected]
LinkedIn: Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia

Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia published this content on August 05, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on August 05, 2026 at 09:15 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]