09/17/2026 | Press release | Distributed by Public on 09/17/2026 04:48
Beijing - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin, melaksanakan pertemuan kunjungan kehormatan (courtesy call) dengan Vice Chairman Central Military Commission (CMC) Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jenderal Zhang Shengmin, di Ba Yi Building, Beijing, Kamis pagi (17/9/2026).
Pertemuan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam menindaklanjuti konsensus dan arahan strategis pimpinan kedua negara, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden RRT Xi Jinping.
Visi dan kebijakan kedua pimpinan negara selaras serta berfokus penuh pada pemeliharaan perdamaian dunia, penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, dan peningkatan kesejahteraan kawasan.
Konsensus puncak tersebut diturunkan ke tingkat operasional untuk memperkuat serta meningkatkan hubungan kerja sama di bidang pertahanan menuju kemitraan strategis yang semakin terintegrasi antara kedua negara.
Dalam kesempatan tersebut, Menhan RI menegaskan bahwa seluruh penguatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Tiongkok terus dibangun berlandaskan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan non-blok. Indonesia senantiasa mengutamakan kepentingan nasional dan amanat konstitusi, serta mengedepankan semangat saling menghormati, mutual interest, dan mutual benefit demi terciptanya stabilitas keamanan di kawasan.
Kedua belah pihak secara mendalam membahas penguatan arsitektur kerja sama pertahanan melalui optimasi mekanisme Forum 2+2 RI-Tiongkok serta pembentukan Working Group pada empat lini utama, yakni peningkatan kapasitas Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) beserta dukungan logistiknya, perluasan latihan bersama, pengembangan SDM melalui pendidikan dan Transfer of Technology (ToT), serta pertukaran informasi strategis.
Menhan Sjafrie menyampaikan bahwa selain kerja sama bilateral, penyelenggaraan latihan militer multilateral di kawasan Asia Tenggara juga dapat menjadi instrumen inklusif untuk memperkuat ketahanan regional, membangun rasa saling percaya (trust building), serta menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian yang berkelanjutan di kawasan.
Di samping itu, Menhan menekankan pentingnya komunikasi intensif dan kolaborasi teknis yang transparan demi memastikan seluruh komitmen kerja sama dapat dieksekusi secara efektif, terukur, dan memberikan kontribusi nyata bagi kedaulatan kedua negara serta perdamaian kawasan. (Biro Infohan Setjen Kemhan)