05/07/2026 | Press release | Distributed by Public on 05/06/2026 20:02
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
HM.02.04/142/SET.M.EKON.3/05/2026
Menko Airlangga Dampingi Presiden di KTT ASEAN ke-48 dan Pimpin Delegasi RI Dalam Pertemuan ASEAN Economic Community Council ke-27
Cebu, 7 Mei 2026
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN akan berlangsung di Cebu, Filipina, pada tanggal 7-9 Mei 2026. Presiden Prabowo dijadwalkan akan mengikuti tiga pertemuan tingkat tinggi, yakni KTT Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) pada 7 Mei 2026 dan pada hari berikutnya, akan menghadiri KTT ke-48 ASEAN yang akan berlangsung dalam dua sesi yaitu sesi pleno dan sesi retreat.
"KTT ASEAN ke-48 ini akan fokus pada pembahasan dampak konflik global terhadap kawasan, terutama isu ketahanan energi, ketahanan pangan, dan stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Sebagai bagian dari rangkaian acara KTT ASEAN ke-48 yang dilaksanakan di Cebu Filipina, pada tanggal 7 - 8 Mei 2026, diselenggarakan ASEAN Economic Community (AEC) Council atau AECC Meeting pada 7 Mei 2026 Dusit Thani Cebu Filipina. AECC Meeting merupakan pertemuan tahunan para Menteri Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tahun ini 2026, Filipina selaku Ketua ASEAN yang akan memimpin pertemuan dimaksud. Delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Menko Airlangga selaku AEC Council Minister Indonesia.
Beberapa agenda yang dibahas dalam AECC Meeting: (i) Current Global Landscape and Challenges, (ii) Priority Economic Deliverables, (iii) AEC Blueprint 2025, (iv) ACV 2045 and AEC Strategic Plan 2026-20230, (v) AEC Works on Cross-Cutting Agenda, (vi) Timor Leste's Membership in ASEAN, (vii) ASEAN DEFA Negotiations - Critical Issue for Guidance and Updated Work Plan for a Full Conclusion of DEFA, (viii) ADB Concept Note, dan (ix) Preparation for the 48th ASEAN Summit.
Sebagaimana diketahui, ASEAN menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat pada 2025 dengan pertumbuhan mencapai 4,9%, melampaui dari proyeksi awal. Dalam keketuaanya di tahun 2026, Filipina mengusung tema "Navigating Our Future Together', yang mencerminkan upaya bersama dalam memperkuat kawasan ASEAN yang berlandaskan persatuan, kejelasan arah kebijakan, serta tujuan bersama yang terukur.
"Kinerja ekonomi ASEAN ini mencerminkan fundamental kawasan Asia Tenggara yang cukup solid di tengah tekanan global," terang Menko Airlangga.
Sebagaimana diketahui, terdapat 19 Priority Economic Deliverables (PED) yang ditargetkan akan diselesaikan ASEAN di tahun 2026 ini, yang mendukung lima fokus utama, yaitu (1) Penguatan perdagangan dan investasi; (2) Percepatan transformasi digital; (3) Integrasi pengembangan UMKM; (4) Pemanfaatan ekonomi kreatif dan inovasi, serta (5) Pembangunan berkelanjutan dan inklusif. Seluruh PED tersebut ditargetkan selesai pada 2026, dipimpin oleh badan sektoral AEC serta memerlukan dukungan lintas sektor dan lintas pilar.
Terkait dengan perkembangan negosiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), semua substansi secara umum sudah disepakati, sehingga hanya menyisakan proses legal scrubbing untuk kemudian ditandatangani pada ASEAN Summit bulan November 2026 yang akan datang.
"Implementasi DEFA akan dapat mendongkrak nilai ekonomi digital ASEAN menjadi USD2 triliun pada tahun 2030, naik dari perkiraan awal yang sebesar USD1 triliun," pungkas Menko Airlangga. DEFA merupakan salah satu warisan penting (legacy) dari Keketuaan Indonesia di ASEAN pada tahun 2023, yang ditargetkan akan diselesaikan pada tahun 2026 ini. (aml/tam)
***
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Susiwijono Moegiarso
Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, TikTok, Threads, & YouTube: @PerekonomianRI
Email: [email protected]
LinkedIn: Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesi