04/01/2026 | Press release | Distributed by Public on 04/01/2026 02:36
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1554 |
0.09% |
|
GBPUSD |
1.3228 |
0.05% |
|
AUDUSD |
0.6896 |
0.41% |
|
NZDUSD |
0.5743 |
0.07% |
|
USDJPY |
158.77 |
0.01% |
|
USDCHF |
0.8002 |
-0.30% |
|
USDCAD |
1.3911 |
-0.04% |
|
GOLDUD |
4,674.53 |
0.46% |
|
COFU |
101.72 |
-3.20% |
|
USD/IDR |
16,994 |
0.00% |
Rabu, 01 April 2026 - Harga minyak hari ini bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari potensi berakhirnya perang Iran pasca komentar optimis Trump, dan rilisnya laporan stok API. Meski demikian, intensitas konflik di wilayah Timur Tengah yang terus meningkat, dan penurunan output di produsen utama OPEC berpotensi mengangkat harga kembali bullish.
Presiden Donald Trump pada hari Selasa mengatakan dengan optimis bahwa AS dapat mengakhiri serangan militernya terhadap Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu, dan Teheran tidak perlu membuat kesepakatan sebagai prasyarat agar konflik berakhir. Di hari yang sama, juru bicara Gedung Putih mengatakan Trump akan memberikan pembaruan penting tentang Iran pada pukul 9 malam EDT pada hari Rabu (0100 GMT pada hari Kamis).
Dari sisi pasokan, grup industri API melaporkan persediaan minyak mentah AS melonjak naik sebesar 10,26 juta barel pada pekan yang berakhir 27 Maret, yang sekaligus merupakan peningkatan terbesar dalam beberapa pekan terakhir. Laporan API itu mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan rilisnya laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis EIA pada Rabu malam.
Sementara itu, sebuah kapal tanker minyak yang disewa oleh perusahaan milik negara QatarEnergy terkena rudal jelajah Iran pada hari Rabu di perairan Qatar, kata kementerian pertahanan. Sinyal eskalasi konflik di Timur Tengah juga terlihat di Kuwait yang pada hari Rabu melaporkan serangan drone Iran terhadap tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait.
Dukungan lainnya, produksi minyak OPEC turun sebesar 7,3 juta bph menjadi 21,57 juta bph pada bulan Maret, ungkap survei terbaru Reuters yang dirilis hari Selasa. Penurunan terbesar terjadi di Kuwait, Irak, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. OPEC dijadwalkan bertemu pada tanggal 5 April.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $101 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $96 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
19:30 |
USA - Retail Sales MoM |
0.5% |
-0.2% |
|
|
20:45 |
USA - S&P Global Manufacturing PMI Final |
52.4 |
51.6 |
|
|
21:00 |
USA - ISM Manufacturing PMI |
52.5 |
52.4 |
|
|
21:00 |
USA - Business Inventories MoM |
0.1% |
0.1% |
|
|
21:30 |
USA - EIA Crude Oil Stocks Change |
-1.3M |
6.926M |
|
|
21:30 |
USA - EIA Gasoline Stocks Change |
-2.593M |