05/05/2026 | Press release | Distributed by Public on 05/04/2026 23:10
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1691 |
-0.03% |
|
GBPUSD |
1.3532 |
-0.04% |
|
AUDUSD |
0.7170 |
-0.17% |
|
NZDUSD |
0.5873 |
-0.17% |
|
USDJPY |
157.21 |
0.00% |
|
USDCHF |
0.7833 |
0.10% |
|
USDCAD |
1.3623 |
-0.01% |
|
GOLDUD |
4,520.77 |
0.39% |
|
COFU |
104.93 |
-0.18% |
|
USD/IDR |
17,351 |
0.33% |
Selasa, 05 Mei 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bearish dibebani oleh sentimen dari peringatan IMF dan rencana pertemuan pada minggu ini membahas resolusi PBB terbaru. Sementara itu, ketegangan yang terus meningkat di Selat Hormuz, dan meredupnya harapan kesepakatan damai di Lebanon dalam waktu dekat berpotensi mendorong harga kembali bullish.
Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, pada hari Selasa memperingatkan ancaman peningkatan inflasi yang saat ini sudah meningkat, dan ekonomi global dapat menghadapi hasil yang jauh lebih buruk, jika perang di Timur Tengah berlanjut hingga tahun 2027 dan harga minyak mencapai sekitar $125 per barel.
Turut membebani harga, AS dan negara-negara Teluk Arab sedang menyusun resolusi terbaru Dewan Keamanan PBB terkait pemblokiran Selat Hormuz, untuk dinegosiasikan pada minggu ini, setelah resolusi sebelumnya pada bulan lalu ditentang oleh Dewan Keamanan Rusia dan China, kata Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz pada hari Senin. Resolusi yang disusun ini akan lebih fokus pada penambangan jalur air internasional dan pada pengenaan tol, ungkap Waltz.
Sementara itu, Iran pada hari Senin dilaporkan telah menyerang empat kapal di Selat Hormuz selama 24 jam terakhir, termasuk kapal dari Korea Selatan dan UEA. Angkatan Laut Garda Revolusi Iran juga berencana memperluas wilayah yang dikuasai Iran di dekat Selat Hormuz hingga mencakup pelabuhan Fujairah dan Khorfakkan di UEA, serta pantai emirat Umm Al Quwain di UEA, menurut kantor berita Iran. Di hari yang sama, militer AS mengklaim telah menghancurkan enam kapal kecil Iran dan mencegat rudal jelajah dan drone yang ditembakkan oleh Teheran. Situasi tersebut sekaligus menandai eskalasi terbesar di wilayah Teluk sejak gencatan senjata AS - Iran pada awal April lalu.
Dukungan lainnya, ketua parlemen Lebanon, Nabih Berri, pada hari Senin mengatakan bahwa tidak akan ada negosiasi dengan Israel tanpa penghentian perang yang telah berkecamuk di Lebanon selatan meskipun ada gencatan senjata. Pernyataan Berri tersebut meredupkan harapan akan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $107 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $102 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
19:30 |
USA - Trade Balance |
$-60.5B |
$-57.3B |
|
|
20:45 |
USA - S&P Global Services PMI Final |
51.3 |
49.8 |
|
|
21:00 |
USA - ISM Services PMI |
53.7 |
54.0 |
|
|
21:00 |
USA - JOLTs Job Openings |
6.83M |
6.882M |
|
|
21:00 |
USA - ISM Services Business Activity |
53.5 |
53.9 |
|
|
21:10 |
USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index |
42 |
42.8 |