02/13/2026 | Press release | Distributed by Public on 02/12/2026 22:02
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1870 |
-0.07% |
|
GBPUSD |
1.3619 |
-0.06% |
|
AUDUSD |
0.7097 |
-0.23% |
|
NZDUSD |
0.6039 |
-0.22% |
|
USDJPY |
152.70 |
0.42% |
|
USDCHF |
0.7683 |
0.18% |
|
USDCAD |
1.3608 |
0.06% |
|
GOLDUD |
4,888.31 |
2.06% |
|
COFU |
62.99 |
-0.19% |
|
USD/IDR |
16,821 |
0.00% |
Jumat, 13 Februari 2026 - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari potensi pasokan berlebih pasca dirilisnya proyeksi terbaru IEA dan alokasi lahan produksi baru Venezuela dalam waktu dekat. Selain itu, sinyal meredanya tensi AS dengan Iran pasca komentar positif Trump juga turut membatasi pergerakan minyak.
Pasar minyak global diproyeksikan akan menghadapi surplus sedikit di atas 3,7 juta barel per hari (bpd) pada tahun 2026, atau setara dengan hampir 4% dari permintaan dunia dan sekaligus menjadi kelebihan rata-rata tahunan terbesar yang pernah tercatat, ungkap IEA dalam laporan bulanan terbaru yang dirilis hari Kamis. Di sisi permintaan, IEA memperkirakan akan meningkat sebesar 850.000 bph tahun ini, turun 80.000 bph dari proyeksi bulan lalu.
Potensi kelebihan pasokan juga diperkuat oleh berita Venezuela yang sedang bersiap mengalokasikan lahan produksi minyak tambahan kepada Chevron dan Repsol, paling cepat minggu ini, ungkap sumber yang dikutip Bloomberg pada hari Kamis. Di hari yang sama, Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan AS akan segera mengeluarkan lisensi tambahan yang memungkinkan perusahaan energi AS mengembangkan bisnis di sektor minyak Venezuela secara besar-besaran.
Turut membebani harga, Presiden AS Donald Trump pada hari Kamis mengatakan bahwa AS harus mencapai kesepakatan dengan Iran, dan berharap kesepakatan itu dapat dicapai dalam bulan depan. Komentar Trump tersebut meredakan ketegangan antara AS dengan Iran yang sebelumnya telah meningkat akibat topik program nuklir dan rudal Teheran.
Sementara itu, Pemerintahan Trump telah menunda larangan terhadap teknologi China, termasuk larangan terhadap operasi telekomunikasi China, penjualan peralatan untuk pusat data AS, dan impor kendaraan listrik buatan China, kata sumber pada hari Kamis. Penundaan tersebut sekaligus mengisyaratkan keinginan AS untuk meredakan ketegangan dagang dengan China.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $65 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $60 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
20:30 |
USA - Inflation Rate MoM |
0.3% |
0.3% |