ICDX - Indonesian Commodity and Derivatives Exchange

03/04/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/03/2026 21:46

Isyarat Pemangkasan Tajam Produksi Irak Turut Angkat Harga Minyak

Isyarat Pemangkasan Tajam Produksi Irak Turut Angkat Harga Minyak
Wednesday, 04 March 2026

Indikator Harga

Pembukaan

% Perubahan

EURUSD

1.1620

-0.40%

GBPUSD

1.3363

-0.45%

AUDUSD

0.7045

-0.84%

NZDUSD

0.5896

-0.59%

USDJPY

157.48

0.24%

USDCHF

0.7805

0.36%

USDCAD

1.3668

0.23%

GOLDUD

5,106.33

1.42%

COFU

74.74

0.40%

USD/IDR

16,865

0.00%

Fokus Crude Oil:

  • Irak kemungkinan akan memangkas produksi minyak sebesar lebih dari 3 juta barel dalam beberapa hari.
  • Aktivitas pabrik di China mengalami kontraksi untuk bulan kedua berturut-turut pada Februari, ungkap survei resmi.

************************************************************

Rabu, 04 Maret 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish mencapai level tertinggi sejak akhir Januari 2025, yang pemicunya masih datang dari eskalasi konflik AS dengan Iran yang telah berdampak pada gangguan pasokan energi secara global. Meski demikian, aktivitas pabrik di China yang melesu, dan laporan stok API menjadi katalis yang membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Produsen terbesar kedua OPEC, Irak, pada hari Selasa mengatakan akan terpaksa melakukan pemangkasan produksi minyak lebih dari tiga juta barel dalam beberapa hari jika gangguan ekspor minyak melalui Selat Hormuz masih terus berlanjut. Sumber pejabat mengatakan Irak saat ini telah memangkas produksi hampir 1,5 juta bph, sekitar setengah dari produksinya, karena keterbatasan penyimpanan dan kurangnya jalur ekspor.

Sinyal eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang terus meningkat, berpotensi mengancam pasokan lebih lanjut, terutama yang melalui jalur Selat Hormuz. Presiden Donald Trump pada hari Selasa mengumumkan akan menawarkan asuransi kepada kapal-kapal tanker yang akan melalui Selat Hormuz, bahkan jika diperlukan akan dikawal oleh militer AS.

Duta Besar Iran untuk PBB di Jenewa pada hari Selasa menolak kemungkinan bernegosiasi dengan AS untuk saat ini, tiga hari setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap negaranya. Pernyataan tersebut meredupkan harapan akan potensi gencatan senjata antara AS dan Israel dengan Iran dalam waktu dekat.

Sementara itu, aktivitas pabrik di China mengalami kontraksi untuk bulan kedua berturut-turut pada Februari, menurut survei resmi yang dirilis pada hari Rabu. PMI bulan Februari turun menjadi 49,0 dari 49,3 pada bulan Januari, yang sekaligus merupakan level terendah dalam 4 bulan. Hasil survei tersebut mengindikasikan perlunya stimulus kebijakan karena ekonomi yang melesu di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

Dari sisi pasokan, persediaan minyak mentah AS mengalami peningkatan sebesar 5,6 juta barel pada pekan yang berakhir 20 Februari, ungkap laporan stok terbaru versi grup industri API, yang sekaligus mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS. Meski demikian, pelaku masih menantikan laporan stok resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh EIA.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.

DATA EKONOMI HARIAN

Jam

Data

Aktual

Ekspektasi

Sebelumnya

21:45

USA - S&P Global Services PMI Final

52.3

53.8

22:00

USA - ISM Services PMI

53.5

53.8

22:30

USA - EIA Crude Oil Stocks Change

2.2M

15.989M

22:30

USA - EIA Gasoline Stocks Change

-1M

-1.011M

Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange

Crude Oil Daily Newsletter

ICDX - Indonesian Commodity and Derivatives Exchange published this content on March 04, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on March 04, 2026 at 03:46 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]