Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

02/14/2026 | Press release | Archived content

Dari Katulistiwa ke Kutub: Indonesia Menjawab Tantangan Iklim Global

Berita
Dari Katulistiwa ke Kutub: Indonesia Menjawab Tantangan Iklim Global
Tanggal
14 Februari 2026
Dari Katulistiwa ke Kutub: Indonesia Menjawab Tantangan Iklim Global

Yogyakarta, Indonesia - Pada 12 Februari 2026, Kementerian Luar Negeri c.q. Direktorat KSIA Amerop bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan seminar "Indonesia in a Connected Tropical-Polar World."

1 / 5
arrow_back arrow_forward

Yogyakarta, Indonesia - Pada 12 Februari 2026, Kementerian Luar Negeri c.q. Direktorat KSIA Amerop bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan seminar "Indonesia in a Connected Tropical-Polar World."

Forum tersebut mempertemukan para pembuat kebijakan, akademisi, dan peneliti dari Indonesia maupun luar negeri, termasuk dari Norwegia, BRIN, UGM, serta para Duta Besar dari Denmark dan Chile, untuk membahas perkembangan dan perubahan di kawasan kutub serta dampaknya terhadap negara-negara tropis, termasuk Indonesia.

Seminar ini menekankan semakin kuatnya keterkaitan ilmiah dan strategis antara kawasan kutub dan negara kepulauan seperti Indonesia. Dalam pidato kunci, Duta Besar Kamapradipta Isnomo menegaskan pentingnya diplomasi berbasis sains sebagai fondasi keterlibatan internasional dan dalam menghadapi tantangan global. "Dalam dunia tropis-kutub yang semakin terhubung, kebijakan yang tepat dan kerja sama berbasis sains bukan hanya kebutuhan, tetapi juga tanggung jawab bersama," ujarnya.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyoroti perlunya memperkuat kapasitas riset nasional melalui pendekatan multidisipliner untuk memastikan penelitian dapat secara efektif mendukung perumusan evidence-based policy.

Diskusi disusun ke dalam 2 sesi tematik. Sesi pagi mengeksplorasi perspektif geopolitik dan diplomatik, sementara sesi kedua membahas bagaimana kerja sama riset kutub berkontribusi terhadap stabilitas iklim global. Para pembicara internasional dari negara-negara kutub berbagi wawasan mengenai peluang kolaborasi riset sebagai pintu masuk bagi negara non-kutub untuk berkontribusi secara konstruktif dalam berbagai forum, termasuk Arctic Council dan Antarctic Treaty System.

Pada sesi sore, delegasi lintas kementerian dan lembaga membahas elemen awal rancangan peta jalan keterlibatan Indonesia dalam tata kelola kawasan kutub. Diskusi mengeksplorasi jalur strategis termasuk partisipasi melalui Working Groups Arctic Council, penguatan kapasitas riset nasional melalui BRIN dan universitas, serta eksplorasi status aksesi dalam Antarctic Treaty System. Peta jalan tersebut menekankan 3 klaster potensial keterlibatan Indonesia, yaitu perubahan iklim dan ketahanan nasional, penguatan pendidikan dan riset, serta kerja sama ekonomi dan perdagangan.

Dalam sambutan penutup, Prof. Todung Mulya Lubis, mantan Duta Besar Indonesia untuk Norwegia, menekankan urgensi tindak lanjut dan pentingnya membangun kredibilitas ilmiah. "Diskusi hari ini mengingatkan kita bahwa masa depan kawasan tropis dan kutub tidak dapat dipisahkan. Keterlibatan Indonesia dalam isu-isu kutub merupakan tanggung jawab global sekaligus kepentingan nasional," ujarnya.

Di sela-sela seminar, UGM juga meluncurkan Tropical-Polar Interconnection Research Group, yang mempertemukan dosen dan peneliti dengan pengalaman ekspedisi kutub untuk memajukan kajian mengenai keterkaitan tropis-kutub.

Seminar ini diharapkan menjadi titik awal dialog nasional yang berkelanjutan, yang menghubungkan prioritas iklim domestik dengan dinamika tata kelola kawasan kutub yang terus berkembang.

Sumber: Kementerian Luar Negeri RI

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on February 14, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on February 18, 2026 at 02:20 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]