Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

07/28/2026 | Press release | Distributed by Public on 07/28/2026 19:26

Indonesia dan Peru Perkuat 'Jembatan Kerjasama': dari Asia Tenggara ke Jantung Amerika Selatan

Berita
Indonesia dan Peru Perkuat "Jembatan Kerjasama": dari Asia Tenggara ke Jantung Amerika Selatan
Tanggal
28 Juli 2026
Indonesia dan Peru Perkuat "Jembatan Kerjasama": dari Asia Tenggara ke Jantung Amerika Selatan

Indonesia dan Peru sepakat memperkuat kemitraan yang menjembatani dua kawasan yang sedang tumbuh: Asia Tenggara dan Amerika Selatan. Hal ini disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Peru Eric Anderson Machado di Lima, Peru (27/8)

1 / 3
Pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Peru, Eric Anderson Machado, di Lima, Peru (27 Juli 2026)
arrow_back arrow_forward
Pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Peru, Eric Anderson Machado, di Lima, Peru (27 Juli 2026)

Lima, Peru - Indonesia dan Peru sepakat memperkuat kemitraan yang menjembatani dua kawasan yang sedang tumbuh: Asia Tenggara dan Amerika Selatan. Hal ini disampaikan dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Peru Eric Anderson Machado di Lima, Peru (27/8).

"Peru bukanlah negara yang jauh di ujung dunia, namun justru sebaliknya, salah satu pintu masuk penting Indonesia ke Amerika Selatan," ujar Wamenlu Tata. Lebih lanjut Wamenlu Tata menegaskan "Posisi Peru yang menghadap Pasifik dan jaringan dagangnya yang terus tumbuh, hal ini menjadikan Peru sebagai pintu gerbang yang strategis untuk masuknya produk dan investasi Indonesia ke kawasan Amerika Selatan."

Di sisi lain, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia juga menawarkan sesuatu yang tak kalah menarik bagi Peru: kunci menuju pasar ASEAN yang dihuni 700 juta penduduk. "Jika Peru menjadi pintu gerbang Amerika Selatan untuk kita, Indonesia juga membuka akses pasar ke Asia Tenggara bagi Peru. Inilah wujud dari kemitraan yang win-win," tegas Wamenlu Tata.

Kedua Wakil Menteri sepakat bahwa hubungan Indonesia dan Peru sedang berada di momentum yang baik. Kunjungan resmi Presiden RI ke Peru sekaligus menghadiri KTT APEC 2024, serta kunjungan kenegaraan Presiden Peru ke Indonesia pada 2025 yang melahirkan penandatanganan Bab Perdagangan Barang IP-CEPA, semuanya menandai arah yang positif.

Dalam lima tahun terakhir, perdagangan kedua negara tumbuh rata-rata 5,5 persen per tahun, dan melonjak hingga 18 persen pada 2025. "Kalau tren seperti ini terus kita jaga, sayang sekali jika perundingan CEPA sektor lainnya tidak kita percepat," ujar Wamenlu Tata. Karena itu, kedua negara berkomitmen mempercepat ratifikasi Bab Perdagangan Barang IP-CEPA sekaligus melanjutkan perundingan Bab Perdagangan Jasa dan Investasi, agar kemitraan ekonomi keduanya benar-benar utuh dan menyeluruh.

Kerja sama juga akan didorong ke sektor-sektor prioritas: perdagangan dan investasi, pertanian, kelautan dan perikanan, kebudayaan, hingga pembangunan internasional. Di panggung dunia, Indonesia dan Peru berkomitmen terus saling mendukung, di PBB maupun forum multilateral lain, sebagai sesama negara berkembang yang punya suara dan kepentingan bersama.

Sebagai tindak lanjut, kedua negara sepakat menggelar Forum Konsultasi Bilateral ke-7 pada 2027 di Indonesia, untuk mengevaluasi capaian sekaligus menyusun agenda kemitraan berikutnya.

Di tengah nada optimistis ini, Wamenlu Tata juga menyampaikan pesan yang tak kalah penting dan tegas. Ia kembali menegaskan harapan Indonesia agar proses hukum atas kasus penembakan Penata Kanselerai Muda KBRI Lima pada September 2025, yang pelakunya telah ditangkap, agar dapat dituntaskan secara cepat dan menyeluruh. "Melindungi warga negara dan diplomat kita di mana pun mereka bertugas bukanlah sekedar formalitas, hal ini merupakan tanggung jawab yang tidak bisa ditawar," tegas Wamenlu Tata.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Peru menyampaikan komitmennya untuk terus mengusut kasus tersebut dan memperkuat perlindungan bagi seluruh staf Perwakilan RI di Lima.

Kunjungan kerja Wamenlu Arrmanatha Nasir ke Peru dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Pemerintah Republik Indonesia untuk menghadiri pelantikan Presiden Terpilih Peru pada 27-28 Juli 2026.

Sumber: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on July 28, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on July 29, 2026 at 01:27 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]