08/24/2026 | Press release | Distributed by Public on 08/23/2026 21:43
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1676 |
0.02% |
|
GBPUSD |
1.3633 |
0.07% |
|
AUDUSD |
0.7161 |
0.07% |
|
NZDUSD |
0.5972 |
0.05% |
|
USDJPY |
159.00 |
-0.04% |
|
USDCHF |
0.8017 |
-0.15% |
|
USDCAD |
1.3815 |
-0.13% |
|
GOLDUD |
4,609.65 |
0.08% |
|
COFU |
86.50 |
-1.34% |
|
USD/IDR |
17,700 |
0.00% |
Senin, 24 Agustus 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari harapan kembali pulihnya aliran minyak Irak melalui Selat Hormuz. Meski demikian, rencana sanksi ekonomi AS terhadap Iran, dan ancaman terbaru Teheran berpotensi mendorong harga kembali bullish.
Seorang pejabat Irak, Nizar Amidi, pada hari Sabtu mengatakan bahwa Iran telah memberikan izin bagi sejumlah kapal tanker minyak Irak untuk melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir, dan Baghdad telah membahas ekspor minyak Irak melalui Hormuz dengan para pejabat Iran. Amidi juga menambahkan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan wilayah Irak digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negara lain mana pun.
Turut meredakan ketegangan di Timur Tengah, delegasi tingkat tinggi Suriah dan Israel mengadakan pembicaraan di Yordania pada hari Minggu dengan mediasi AS, yang berfokus pada de-eskalasi dan upaya menghidupkan kembali negosiasi menuju kesepakatan keamanan, ungkap kantor berita negara Suriah, SANA, mengutip sumber diplomatik.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Minggu mengumumkan akan menggelar konferensi pers pada pukul 14.00 EDT (18.00 GMT) hari Senin untuk mengungkap sanksi finansial terbesar yang akan dikenakan terhadap Iran. Selain itu, Bessent juga mengisyaratkan bahwa AS akan menyasar negara-negara yang masih menjalin hubungan ekonomi dan sistem keuangan bersama Iran.
Menanggapi rencana sanksi AS tersebut, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, pada hari Minggu mengisyaratkan jika perang ekonomi terus berlanjut, Teheran mengancam akan menghentikan aliran minyak secara total baik yang melalui Selat Hormuz maupun dari titik mana pun di Teluk Persia. Selain itu, Rezaei memperingatkan akan menganggap partisipasi atau dukungan negara mana pun terhadap perang ekonomi AS melawan rakyat Iran sebagai tindakan perang.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $88 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $83 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
19:30 |
USA - Chicago Fed National Activitty Index |
0.1 |
-0.02 |