03/09/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/08/2026 22:10
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1559 |
-0.45% |
|
GBPUSD |
1.3351 |
-0.51% |
|
AUDUSD |
0.6996 |
-0.57% |
|
NZDUSD |
0.5874 |
-0.44% |
|
USDJPY |
158.02 |
0.45% |
|
USDCHF |
0.7788 |
0.46% |
|
USDCAD |
1.3606 |
-0.40% |
|
GOLDUD |
5171.95 |
-3.03% |
|
USD/IDR |
16,881 |
0.20% |
Fokus USD/JPY:
Senin, 09 Maret 2026 - USDJPY dibuka di 158.02 dan menguat 0.45%. Pasangan USD/JPY melanjutkan tren penguatannya dan mencatat kenaikan untuk tiga sesi perdagangan berturut-turut, diperdagangkan di sekitar level 158,60 pada sesi Asia. Penguatan ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven di tengah memburuknya situasi geopolitik global. Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran serta serangan militer Amerika Serikat dan Israel kini telah memasuki minggu kedua tanpa adanya tanda-tanda penyelesaian. Ketegangan semakin meningkat setelah Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan Ali Khamenei yang tewas dalam serangan militer tersebut. Perkembangan ini memperkuat dominasi kelompok garis keras di Iran, sehingga meningkatkan ketidakpastian geopolitik dan mendorong pelaku pasar global untuk mencari aset yang lebih aman seperti Dolar AS.
Selain faktor geopolitik, penguatan Dolar AS juga didorong oleh lonjakan harga energi global. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak hingga menembus level USD100 per barel seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat mengganggu pasokan energi global, terutama melalui jalur perdagangan strategis di kawasan tersebut. Kenaikan harga minyak ini meningkatkan ekspektasi inflasi global, khususnya di Amerika Serikat, sehingga memicu spekulasi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan menunda rencana pelonggaran kebijakan moneternya. Ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi lebih lama turut memperkuat posisi Dolar AS di pasar valuta asing.
Di sisi lain, sejumlah data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan gambaran yang cukup beragam. Data ketenagakerjaan Nonfarm Payrolls (NFP) Februari tercatat mengecewakan dengan penurunan sebanyak 92 ribu pekerjaan, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan penambahan sekitar 59 ribu pekerjaan. Tingkat pengangguran juga naik menjadi 4,4% dari sebelumnya 4,3%. Meskipun data tersebut meningkatkan spekulasi mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam beberapa waktu ke depan, sentimen risk-off yang dipicu oleh ketegangan geopolitik global tetap membuat Dolar AS mempertahankan kekuatannya sebagai aset lindung nilai utama. Penguatan dolar terhadap yen masih berlanjut, dengan support terdekat di 157.30 dan resistance di 158.80.
EURUSD - Euro dibuka di 1.1559 dan melemah dibandingkan penutupan minggu lalu di 1.16168. Pelemahan euro pada pembukaan perdagangan ini dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang kembali mendapatkan dukungan dari sentimen kehati-hatian pasar global. Permintaan terhadap dolar AS meningkat di tengah sikap investor yang cenderung mencari aset yang lebih aman setelah munculnya ketidakpastian terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global serta arah kebijakan moneter bank sentral utama. Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan ekonomi di kawasan Eropa, termasuk prospek pertumbuhan dan dinamika inflasi yang berpotensi memengaruhi langkah kebijakan moneter European Central Bank. Dari sisi geopolitik, meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah juga turut memperkuat sentimen risk-off di pasar global, yang mendorong aliran dana menuju aset safe haven seperti dolar AS. Kombinasi faktor tersebut membuat euro cenderung tertekan pada awal perdagangan minggu ini. Dari sisi teknikal, tekanan jual masih mendominasi pergerakan jangka pendek dengan area support terdekat di 1.1500 dan resistance di 1.1600.
GBPUSD - dibuka di 1.3351 dan melemah dibandingkan penutupan minggu lalu di 1.3410. Pelemahan GBPUSD terjadi seiring penguatan dolar AS yang masih mendominasi sentimen pasar global pada awal pekan. Investor cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi baru sambil menunggu perkembangan data ekonomi utama serta arah kebijakan moneter dari bank sentral utama dunia. Selain itu, ketidakpastian terkait prospek pertumbuhan ekonomi Inggris juga masih menjadi faktor yang membebani pergerakan poundsterling. Dari sisi geopolitik, meningkatnya ketegangan global juga mendorong investor untuk lebih memilih aset yang dianggap aman seperti dolar AS dibandingkan mata uang berisiko. Kondisi ini membuat mata uang Inggris cenderung bergerak defensif terhadap dolar AS pada sesi pembukaan. Secara teknikal, pergerakan jangka pendek menunjukkan tekanan turun dengan support terdekat di 1.3300 dan resistance di 1.3400.
AUDUSD - Dolar Australia dibuka di 0.6996 dan melemah dibandingkan penutupan minggu lalu di 0.70300. Pelemahan AUDUSD terjadi di tengah meningkatnya sentimen risk-off di pasar global yang mendorong penguatan dolar AS sebagai aset safe haven. Mata uang berbasis komoditas seperti dolar Australia cenderung sensitif terhadap perubahan sentimen risiko global serta prospek permintaan komoditas internasional. Kondisi tersebut membuat tekanan jual terhadap AUD masih cukup kuat pada awal perdagangan minggu ini. Dari sisi teknikal, support terdekat berada di 0.6950 sementara resistance di 0.7050.
NZDUSD - dibuka di 0.5874 dan menguat dibandingkan penutupan minggu lalu di 0.58613. Penguatan NZD/USD terjadi di tengah pergerakan pasar yang relatif beragam pada awal perdagangan, di mana sebagian pelaku pasar mulai kembali mengambil posisi pada mata uang berisiko setelah penurunan sebelumnya seiring membaiknya sentimen risiko global dan pelemahan terbatas pada dolar AS. Selain itu, stabilnya sentimen terhadap prospek ekonomi kawasan Asia-Pasifik yang menjadi mitra dagang utama Selandia Baru turut memberikan dukungan terhadap dolar Selandia Baru. Ekspektasi bahwa kebijakan moneter Reserve Bank of New Zealand masih akan mempertahankan suku bunga pada level yang relatif kompetitif juga membantu menjaga daya tarik NZD di mata investor. Meski demikian, pergerakan NZD masih berpotensi dipengaruhi oleh dinamika dolar AS serta perkembangan sentimen global, termasuk faktor geopolitik yang dapat memicu perubahan sentimen risiko di pasar keuangan global. Secara teknikal, support terdekat berada di 0.5850 dan resistance di 0.5925.USDJPY - USDJPY dibuka di 158.02 dan menguat 0.45%. Penguatan dolar terhadap yen masih berlanjut, dengan support terdekat di 157.30 dan resistance di 158.80.
USDCAD - Loonie dibuka di 1.3606 dan melemah -0.40%. Pasangan mata uang USD/CAD menunjukkan kecenderungan melemah dalam perdagangan terbaru, dengan harga bergerak di sekitar area 1.3600 setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam hampir satu bulan di kisaran pertengahan 1.3500. Tekanan terhadap pasangan ini terutama dipicu oleh penguatan dolar Kanada yang mendapat dukungan dari lonjakan tajam harga minyak dunia. Konflik yang terus meningkat di Timur Tengah telah memicu gangguan pasokan energi global, terutama setelah penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur distribusi bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Situasi ini mendorong harga minyak mentah melonjak drastis hingga menembus level USD110 per barel, tertinggi sejak pertengahan 2022, sekaligus memperkuat mata uang negara pengekspor energi seperti Kanada. Selain faktor komoditas, dolar Kanada juga mendapatkan dukungan dari sejumlah indikator ekonomi domestik yang menunjukkan perbaikan aktivitas bisnis. Data Ivey Purchasing Managers' Index (PMI) Kanada meningkat tajam menjadi 56,3 pada Februari dari sebelumnya 47, menandakan bahwa sektor bisnis kembali memasuki fase ekspansi setelah sebelumnya mengalami kontraksi. Kombinasi antara lonjakan harga minyak dan perbaikan aktivitas ekonomi domestik memperkuat posisi dolar Kanada di pasar global, sehingga memberikan tekanan terhadap pasangan USD/CAD. Meskipun demikian, penguatan dolar Kanada sempat tertahan oleh ketahanan dolar AS yang masih didukung oleh sentimen safe haven serta kenaikan imbal hasil obligasi AS di tengah meningkatnya risiko inflasi global akibat lonjakan harga energi. Koreksi terjadi setelah penguatan sebelumnya, dengan support terdekat di 1.3570 dan resistance di 1.3650.
USDCHF - Mata uang Swiss dibuka di 0.7788 dan naik 0.46%. Selain faktor geopolitik, pergerakan pasangan USD/CHF juga dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat. Sejumlah pejabat Federal Reserve masih membuka kemungkinan untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan mempertimbangkan potensi kenaikan suku bunga tambahan jika inflasi tetap berada di atas target. Lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global, sehingga pasar mulai mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat. Kondisi ini turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan memberikan dukungan tambahan bagi dolar AS di pasar valuta asing. Di sisi lain, franc Swiss tetap mempertahankan daya tariknya sebagai aset safe haven tradisional di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Permintaan terhadap mata uang Swiss meningkat seiring investor mencari perlindungan dari volatilitas pasar. Namun, Swiss National Bank (SNB) menyatakan bahwa pihaknya tetap siap melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mencegah penguatan franc yang terlalu tajam, karena apresiasi yang berlebihan dapat menekan inflasi domestik yang sudah sangat rendah. Data inflasi Swiss menunjukkan tekanan harga yang masih sangat moderat, sehingga bank sentral perlu menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan kondisi ekonomi domestik. Kombinasi antara penguatan dolar AS akibat sentimen global dan peran franc Swiss sebagai safe haven menciptakan dinamika yang kompleks bagi pergerakan pasangan USD/CHF dalam beberapa waktu ke depan. Momentum bullish terlihat kembali pada pasangan ini, dengan support di 0.7750 dan resistance terdekat di 0.7835.
|
Jam |
Pair |
Data |
Actual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
6:30am |
JPY |
Average Cash Earnings y/y |
3.0% |
2.5% |
2.4% |
|
12:00pm |
JPY |
Leading Indicators |
- |
113.0% |
111.0% |
|
1:00pm |
JPY |
Economy Watchers Sentiment |
- |
48.1 |
47.6 |