03/06/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/05/2026 21:26
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
HM.02.04/76/SET.M.EKON.3/03/2026
Pemerintah Siapkan SDM Unggul untuk Masuki Industri Semikonduktor Global
Jakarta, 6 Maret 2026
Pemerintah terus memperkuat transformasi ekonomi berbasis teknologi sebagai fondasi menuju Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045. Di tengah dinamika persaingan global yang semakin bertumpu pada inovasi dan penguasaan teknologi tinggi, pengembangan talenta nasional menjadi kunci untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pelaku utama dalam rantai nilai industri strategis dunia.
"Semikonduktor merupakan "otak" dari seluruh teknologi modern. Permintaan global terhadap semikonduktor diproyeksikan mencapai USD1 triliun pada tahun 2030, didorong oleh pertumbuhan data center dan AI, komunikasi nirkabel, serta elektronik otomotif," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keynote speech pada Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta, Kamis (5/03).
Sejalan dengan itu, ekonomi digital global diperkirakan mencapai USD16 triliun pada 2030, sementara ekonomi digital Indonesia telah menembus USD100 miliar dan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Dalam sambutannya, Menko Airlangga menyampaikan lebih dari 230 juta pengguna internet dan penetrasi mobile di atas 100 persen, Indonesia memiliki potensi pasar digital yang sangat besar. Namun demikian, Menko Airlangga menekankan bahwa Indonesia tidak boleh berhenti sebagai konsumen teknologi, melainkan harus menjadi pencipta teknologi melalui penguasaan ekosistem semikonduktor nasional.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah melalui Danantara Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Arm Ltd. untuk membangun ekosistem semikonduktor nasional. Kemitraan ini membuka akses terhadap intellectual property dan ekosistem desain chip global, sehingga Indonesia dapat memasuki industri semikonduktor melalui pendekatan fabless design, yakni merancang chip di dalam negeri dan memproduksinya melalui fasilitas fabrikasi global.
Kerja sama tersebut dibangun di atas tiga pilar utama, yaitu akses terhadap intellectual property di berbagai domain teknologi strategis, pengembangan talenta semikonduktor dengan target pelatihan 15.000 insinyur Indonesia dalam ekosistem Arm, serta pengembangan special project yang direncanakan menjadi tonggak penting industri teknologi nasional pada 2028/2029. Pendekatan ini memastikan Indonesia tidak hanya membangun kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat kepemilikan dan inovasi teknologi nasional.
Menko Airlangga juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam ekosistem triple helix antara pemerintah, industri, dan akademisi. Universitas didorong untuk mengembangkan kurikulum semikonduktor dan chip design, memperkuat laboratorium mikroelektronika, mendorong lahirnya startup berbasis chip design dan Internet of Things (IoT), serta mengintegrasikan riset dengan kebutuhan industri.
Selain semikonduktor, Menko Airlangga juga menekankan pentingnya integrasi pengembangan energi terbarukan sebagai fondasi digitalisasi, mengingat seluruh aktivitas digital memerlukan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan. Di saat yang sama, Indonesia juga mengembangkan ekosistem teknologi masa depan lainnya, termasuk bioteknologi dan konvergensi nano-bio-info-cognitive technology sebagai bagian dari revolusi industri berikutnya.
"Melalui program Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026, kita memulai langkah penting untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi dunia, tetapi ikut membentuk masa depan teknologi global. Kepada para engineers semangat, ini adalah kesempatan bagi engineers untuk kembali menunjukkan kemampuannya terutama untuk membuat Indonesia mandiri di sektor semikonduktor," pungkas Menko Airlangga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya yakni Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan Adziman, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Staf Khusus Kemenko Perekonomian Raden Pardede, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Pujo Setio, Founder dan Chairman PT Jababeka Tbk. Setyono Djuandi Darmono, Rektor Institut Teknologi Bandung Tatacipta Dirgantara, para perwakilan universitas seluruh Indonesia, serta para calon peserta program pelatihan talenta semikonduktor. (aml/fsr)
***
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto
Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, TikTok, Threads, & YouTube: @PerekonomianRI
Email: [email protected]
LinkedIn: Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia