Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia

03/04/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/04/2026 04:17

Pemerintah Dukung Kemajuan Sektor Engineering untuk Masa Depan Dunia yang Lebih Cerdas dan Berkelanjutan

Pemerintah Dukung Kemajuan Sektor Engineering untuk Masa Depan Dunia yang Lebih Cerdas dan Berkelanjutan

04 Mar 2026 17:05

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS
HM.02.04/72/SET.M.EKON.3/03/2026

Pemerintah Dukung Kemajuan Sektor Engineering untuk Masa Depan Dunia yang Lebih Cerdas dan Berkelanjutan

Jakarta, 4 Maret 2026

Untuk memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Tahun 2030, dunia membutuhkan investasi tahunan sekitar USD4-USD7 triliun, namun sebagian besar investasi itu harus "cerdas" dan "ramah lingkungan". Oleh karena itu, "digitalisasi" dan "keberlanjutan" bukan lagi jalur paralel, melainkan telah menyatu.

Saat ini, Indonesia menjadi laboratorium aktif untuk inovasi yang berbasis digitalisasi dan keberlanjutan tersebut. Hal itu didukung valuasi ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai USD124 miliar pada 2025 dan menjadi yang terbesar di wilayah ASEAN. Pada tahun yang sama, Indonesia juga mempunyai penetrasi koneksi seluler yang mencapai 116%, dengan disokong 230 juta pengguna internet dan 180 juta identitas media sosial.

"Indonesia berada pada peringkat ke-51 dalam World Digital Competitiveness Rankings 2025. Meskipun ini merupakan pergeseran dari posisi ke-43 pada 2024, kami tetap memandang data ini dengan optimis. Ada kebutuhan untuk memperkuat sektor engineering kita untuk mendapatkan kembali dan bahkan melampaui posisi sebelumnya," jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya pada acara World Engineering Day 2026 yang diadakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan didukung oleh The World Federation of Engineering Organizations (WFEO) dan UNESCO, di Jakarta, Rabu (4/3).

Indonesia telah memiliki target pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2025-2045. Pada 2030, Indonesia menargetkan untuk berada di peringkat 45 besar Global Innovation Index. Data dari Cyber Security Index 2024 juga menunjukkan bahwa Indonesia telah mapan di Tier 1 - kategori "role model".

"Tugas kita sebagai insinyur dan pembuat kebijakan adalah untuk menyebarluaskan keberhasilan dari wilayah Tier 1 ke seluruh negeri, memastikan pertumbuhan digital yang seimbang. Bagi para insinyur, kita harus melampaui dari sekadar 'inovasi demi inovasi'. Gunakan AI dan Big Data misalnya untuk mengatasi kelangkaan air, mengoptimalkan jaringan energi, dan membangun kota-kota yang tangguh," kata Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga mengungkapkan bahwa Indonesia masih mengalami kekurangan jumlah insinyur ataupun sarjana teknik (engineers), terutama karena Pemerintah sedang mendorong pengembangan industri semikonduktor.

"Kita butuh tambahan sekitar 45% dari jumlah engineer yang ada sekarang. Kemudian juga yang sudah sangat spesifik bahwa kita perlu untuk industri semikonduktor sekitar 15 ribu engineers. Dan, kalau untuk industri digital ya mungkin kita butuh tambahan itu sekitar 150 ribu engineers dalam satu tahun sampai dengan 6 tahun ke depan," ungkap Menko Airlangga.

Pemerintah, melalui Kementerian Ketenagakerjaan, juga sudah mendorong program pelatihan vokasi untuk retraining dan reskilling. "Kemudian, dengan program yang kemarin di London sudah ditandatangani antara Danantara dan ARM Limited itu disiapkan pelatihan untuk 15 ribu engineers kepada ekosistem ARM. Jadi, kita sekarang lebih spesifik lagi mencari kebutuhan engineer untuk industri-industri yang didorong Pemerintah," tutur Menko Airlangga.

Indonesia telah menunjukkan dirinya sebagai negara pertama di kawasan ASEAN yang berhasil menyelesaikan UNESCO AI Readiness Assessment. Ini berarti bahwa Indonesia bukan hanya konsumen dari teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI), melainkan juga menjadi negara yang secara sistematis mempersiapkan kerangka hukum, etika, dan sosial untuk menjadi tuan rumah generasi inovasi berikutnya.

Industri yang cepat mengadopsi AI terlihat memperoleh pendapatan tiga kali lebih tinggi daripada industri yang lebih lambat beradaptasi, dengan peningkatan produktivitas dari 8,5% menjadi 27%. Secara global, AI diproyeksikan akan berkontribusi sebesar USD15,7 triliun bagi perekonomian di 2030. Khusus untuk Indonesia, AI Generatif saja berpotensi menambah kontribusi sebesar USD243,5 miliar.

"Indonesia adalah pasar potensial yang sangat besar di masa depan dan dunia sedang berinvestasi di Indonesia. Meskipun Indonesia menjadi pasar AI yang utama, juga harus dipastikan bahwa kita bukan hanya konsumen teknologi canggih saja, tetapi juga sebagai pencipta dan pemiliknya," ucap Menko Airlangga.

Tidak ada satu negara pun yang dapat membangun planet yang berkelanjutan sendirian. Oleh karena itu, dalam perayaan World Engineering Day 2026 ditegaskan kembali bahwa misi engineering bukan hanya tentang inovasi, melainkan juga tentang tanggung jawab dalam membentuk dunia yang lebih cerdas, lebih hijau, dan lebih berkelanjutan untuk generasi mendatang.

"Saya ingin mengajak PII untuk semakin berpartisipasi aktif dalam menyukseskan misi ini. Yaitu untuk memobilisasi para insinyur atau sarjana teknik kita, memperkuat standar profesional, mempercepat sertifikasi, mempromosikan praktik engineering yang beretika, dan mendukung pengembangan semikonduktor, AI, dan teknologi hijau di seluruh Indonesia," pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara yang mengangkat tema "Smart Engineering for Sustainable Future through Innovation and Digitalization" ini yaitu di antaranya Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie, President of WFEO Seng Chuan Tan, Director of Jakarta UNESCO Office Maki Katsuno Hayashikawa, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi, dan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Hermansyah Siregar. (rep/fsr)

***

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto

Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, Threads, TikTok, & YouTube: @PerekonomianRI
Email: [email protected]
LinkedIn: Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia

Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia published this content on March 04, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on March 04, 2026 at 10:17 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]