04/26/2026 | Press release | Distributed by Public on 04/27/2026 20:18
San Francisco, Amerika Serikat - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco menggelar kegiatan promosi budaya dan pariwisata Papua guna memperkenalkan kekayaan identitas wilayah timur Indonesia kepada publik Amerika Serikat. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar lima puluh tamu undangan yang terdiri atas perwakilan pemerintah setempat, akademisi, pakar budaya, dan diaspora Indonesia. para peserta diajak menyelami kekayaan identitas Papua, mulai dari tradisi lisan hingga ekspresi artistik yang sarat makna dalam suasana hangat dan imersif. Selain kekayaan budaya, Papua juga diperkenalkan melalui potensi pariwisatanya yang mendunia. Selain Raja Ampat, Papua memiliki Teluk Cenderawasih yang terkenal sebagai habitat alami hiu paus, serta burung cenderawasih (bird of paradise) yang menjadi simbol keindahan dan keunikan fauna Papua.
Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI San Francisco, Yohpy Wardana, menegaskan bahwa Papua merupakan representasi penting dari kekayaan Indonesia di tingkat global. "Papua adalah salah satu kawasan dengan keragaman budaya dan bahasa tertinggi di dunia. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan cerita, nilai, dan identitas masyarakat Papua secara lebih dekat kepada publik Amerika Serikat, sekaligus memperkuat pemahaman lintas budaya," ujarnya. Ia juga menyampaikan kedekatan personalnya dengan Papua setelah menghabiskan masa kecil di Biak, yang membentuk apresiasinya terhadap kearifan lokal dan keramahan masyarakat Papua.
Menampilkan perspektif autentik dari tanah Papua, acara ini menghadirkan Prof. Dr. Wigati Yektiningtyas (Guru Besar Ilmu Sastra dan Budaya Universitas Cenderawasih) dan Dr. James Modouw (Kepala Suku Sentani dan Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 2015-2020). Keduanya mengulas dinamika budaya dan tantangan pelestarian bahasa daerah Papua, khususnya bahasa Sentani, di tengah arus modernisasi. Papua memiliki lebih dari 270 bahasa daerah yang menjadikannya salah satu wilayah dengan keragaman linguistik tertinggi di dunia. Dalam upaya pelestarian budaya tersebut, Prof. Wigati juga aktif menerbitkan karya folklor Papua sebagai bagian dari kontribusi dalam mewariskan kekayaan budaya kepada generasi muda.
Prof. Wigati dan Dr. James turut mengapresiasi penyelenggaraan promosi budaya Papua oleh KJRI San Francisco. "Kami memandang kegiatan ini sangat penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Papua kepada publik Amerika Serikat, khususnya di San Francisco," ujar keduanya. Keunikan Papua juga tercermin dalam hubungan erat antara manusia dan alam, sebagaimana terlihat pada kehidupan masyarakat di sekitar Danau Sentani. Nilai-nilai tersebut dihadirkan melalui showcase lukisan kulit kayu khas Papua serta sesi diskusi, memberikan pengalaman yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyentuh secara emosional.
Melalui kegiatan ini, KJRI San Francisco menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi budaya sebagai jembatan pemahaman global. Papua tidak hanya diperkenalkan sebagai destinasi dengan keindahan alam, melainkan sebagai warisan budaya dunia yang hidup dengan tradisi, bahasa, dan kearifan lokal yang terjaga, terus berkembang, serta relevan dalam diskursus global mengenai keberagaman.
Sumber: Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Francisco