Ministry of Energy and Mineral Resources of the Republic of Indonesia

11/27/2025 | Press release | Distributed by Public on 11/27/2025 06:12

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Sinabang, Aceh

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Sinabang, Aceh

Thursday, 27 November 2025 - Dibaca 30 kali

BANDUNG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan bahwa pada pukul 11:56:24 WIB terjadi gempa bumi berkekuatan 6,3 SR di area baratlaut Sinabang, Aceh. Masyarakat diminta tetap tenang, mengikuti informasi dan arahan dari petugas BPBD setempat, serta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

"Siang ini hari Kamis, 27 November 2025, pukul 11:56:24 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa bumi dengan magnitudo M6,3 pada kedalaman 10 km. Lokasi pusat gempa diperkirakan berada pada koordinat 2,67?LU - 95,84?BT, berjarak 62 km Baratlaut Sinabang," ujar Kepala PVMBG Hadi Wijaya di Bandung, Kamis (27/11).

PVMBG menjelaskan bahwa pusat gempa terletak di darat. Daerah terdekat adalah Pulau Simeulue dan pantai barat Aceh, yang morfologinya bergantian antara dataran berombak dan perbukitan. Kondisi ini turut memengaruhi bagaimana guncangan dirasakan di lokasi sekitar.

"Berdasarkan Peta Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi (KRBG) Badan Geologi, wilayah Simeulue dan pantai barat Aceh terletak pada Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi (KRBG) Tinggi. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami," ujarnya.

Lebih rinci, wilayah yang paling dekat dengan episentrum didominasi kelas tanah E (tanah lunak) yang berselingan dengan kelas D (tanah sedang) di bagian pantai. Sementara sebagian besar Simeulue dan pesisir barat Aceh didominasi kelas D (tanah sedang) dan kelas C (tanah sangat padat dan batuan lunak). Klasifikasi ini penting untuk menilai potensi kerusakan dan respons bangunan terhadap guncangan.

Mengenai penyebab, Hadi menyampaikan bahwa berdasarkan parameter sumber, lokasi, dan kedalaman, gempa ini memiliki mekanisme sesar naik yang berkaitan dengan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.

PVMBG memberi sejumlah rekomendasi singkat, yaitu tetap tenang, menjauhi tebing yang berpotensi longsor, terutama saat hujan, mengikuti rambu evakuasi, dan mendengarkan informasi dari petugas setempat.

"Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan, seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran," tutup Hadi.(SF)

Share This!

Ministry of Energy and Mineral Resources of the Republic of Indonesia published this content on November 27, 2025, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on November 27, 2025 at 12:12 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]