03/06/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/05/2026 21:32
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1618 |
-0.13% |
|
GBPUSD |
1.3370 |
-0.25% |
|
AUDUSD |
0.7032 |
-0.37% |
|
NZDUSD |
0.5912 |
-0.34% |
|
USDJPY |
157.38 |
0.15% |
|
USDCHF |
0.7802 |
0.13% |
|
USDCAD |
1.3657 |
0.14% |
|
GOLDUD |
5090.81 |
0.84% |
|
USD/IDR |
16,881 |
0.15% |
Fokus USD/CAD:
Jumat, 06 Maret 2026 - Mata uang Dolar Kanada tercatat menguat sekitar 0,14% pada perdagangan hari ini, diperdagangkan di sekitar level 1.3660 setelah sebelumnya bergerak relatif terbatas pada sesi sebelumnya. Penguatan pasangan mata uang ini didorong oleh apresiasi Dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memicu sentimen risk-off di pasar keuangan, sehingga mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar AS.
Di sisi lain, pergerakan dolar Kanada (CAD) turut dipengaruhi oleh dinamika harga minyak dunia mengingat Kanada merupakan salah satu eksportir minyak terbesar ke Amerika Serikat. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat mengalami koreksi ke kisaran USD77,60 per barel setelah sebelumnya menguat selama beberapa sesi berturut-turut. Pelemahan harga minyak ini memberikan tekanan terhadap dolar Kanada karena hubungan yang erat antara kinerja mata uang tersebut dengan pergerakan harga komoditas energi.
Koreksi harga minyak terjadi setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan sejumlah opsi kebijakan guna menstabilkan lonjakan harga energi yang dipicu oleh gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah. Pemerintah AS disebut tengah mengevaluasi langkah-langkah untuk memastikan kelancaran distribusi energi global, termasuk kemungkinan pemberian jaminan asuransi serta pengawalan militer bagi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima dari perdagangan minyak dunia.
Sementara itu, perhatian pasar juga tertuju pada rilis data ekonomi Amerika Serikat, khususnya laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 59 ribu pekerjaan pada Februari, melambat dibandingkan 130 ribu pada Januari. Selain itu, data Retail Sales AS diperkirakan turun 0,3% secara bulanan setelah mencatat stagnasi pada periode sebelumnya. Hasil rilis data tersebut akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan, yang berpotensi memengaruhi pergerakan Dolar AS dan USD/CAD dalam jangka pendek.
Pergerakan masih cenderung menguat tipis, dengan support terdekat di 1.3620 dan resistance di 1.3700.
EURUSD - Euro dibuka di 1.1618 dan melemah -0.13%. Pasangan mata uang EUR/USD tercatat masih berada dalam tekanan meskipun sempat memangkas sebagian pelemahan pada sesi perdagangan Eropa dan diperdagangkan di sekitar level 1.1625. Pelemahan Euro terutama dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS yang tetap kuat di tengah kombinasi sentimen geopolitik dan data ekonomi Amerika Serikat yang relatif solid. Ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus mendorong investor bersikap lebih berhati-hati, sehingga meningkatkan minat terhadap aset safe haven seperti Dolar AS. Meskipun sempat muncul harapan de-eskalasi setelah pernyataan pejabat Iran yang menyatakan kesediaan untuk menghentikan konflik dengan syarat tertentu terkait program nuklirnya, pasar tetap mempertahankan sikap risk-off karena ketidakpastian geopolitik masih tinggi. Selain faktor geopolitik, fundamental ekonomi juga memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang Euro. Data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa Penjualan Ritel Zona Euro mengalami penurunan sebesar 0,1% secara bulanan pada Januari, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 0,3%. Kondisi ini menambah kekhawatiran mengenai melemahnya permintaan domestik di kawasan tersebut. Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan ketahanan yang cukup kuat, dengan laporan ADP Employment Change mencatat penambahan 63 ribu pekerjaan sektor swasta pada Februari, lebih tinggi dari perkiraan 50 ribu. Selain itu, ISM Services PMI meningkat menjadi 56,1, mengindikasikan ekspansi yang lebih kuat dari sektor jasa. Kombinasi data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga yang relatif ketat lebih lama, sehingga memberikan dukungan bagi penguatan Dolar AS terhadap Euro. Tekanan masih terlihat pada awal perdagangan, dengan support terdekat di 1.1585 dan resistance di 1.1655.
GBPUSD - Poundsterling dibuka di 1.3370 dan turun -0.25%. Pasangan GBP/USD juga melanjutkan tren pelemahan dan diperdagangkan di kisaran 1.3330-1.3350 seiring meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS. Sentimen risk-off global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang menekan mata uang berisiko, termasuk Poundsterling. Ketidakpastian geopolitik tersebut memicu pelemahan sentimen pasar global, tercermin dari penurunan pasar saham Amerika Serikat serta penguatan indeks Dolar AS yang kembali bergerak mendekati level 99. Kondisi ini membuat investor cenderung mengalihkan portofolio mereka ke aset yang dianggap lebih aman. Dari sisi domestik Inggris, tekanan terhadap Pound juga dipicu oleh prospek ekonomi yang lebih lemah. Office for Budget Responsibility (OBR) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris untuk tahun 2026 menjadi 1,1% dari sebelumnya 1,4%, mencerminkan meningkatnya risiko perlambatan ekonomi global akibat konflik geopolitik dan kenaikan harga energi. Selain itu, tingkat pengangguran Inggris diperkirakan dapat meningkat hingga 5,3% pada akhir tahun, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 4,9%. Di sisi kebijakan moneter, Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga di level 3,75%, namun pasar kini hanya memperkirakan peluang penurunan suku bunga yang terbatas pada tahun ini. Sementara itu, data ekonomi Amerika Serikat yang tetap kuat, termasuk stabilnya klaim pengangguran di level 213 ribu, semakin memperkuat posisi Dolar AS dan memberikan tekanan tambahan bagi pasangan GBP/USD. Pergerakan cenderung melemah moderat di tengah tekanan dolar AS, dengan support di 1.3335 dan resistance terdekat di 1.3415.
AUDUSD - Dolar Australia dibuka di 0.7032 dan melemah -0.37%. Dolar Australia mengalami tekanan signifikan dengan pasangan AUD/USD turun mendekati level 0.7010 setelah mencatat penurunan hampir 1% dalam satu sesi perdagangan. Pelemahan ini terjadi seiring penguatan Dolar AS serta meningkatnya sentimen risk-off global akibat konflik di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik tersebut meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven dan memicu lonjakan harga energi global, yang secara tidak langsung memengaruhi stabilitas pasar keuangan global. Kondisi ini membuat mata uang komoditas seperti dolar Australia cenderung mengalami tekanan. Dari sisi fundamental domestik, data perdagangan Australia juga memberikan sinyal pelemahan eksternal. Surplus neraca perdagangan Australia pada Januari tercatat menyempit menjadi sekitar 2,63 miliar dolar Australia, turun dari 3,37 miliar dolar Australia pada Desember dan jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 3,9 miliar dolar Australia. Penurunan tersebut terjadi karena ekspor turun 0,9% secara bulanan, sementara impor meningkat 0,8%, mencerminkan melemahnya permintaan global terhadap komoditas Australia. Meski demikian, data ekonomi sebelumnya menunjukkan kondisi ekonomi yang masih relatif solid, dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto Australia kuartal IV mencapai 0,8% secara kuartalan dan 2,6% secara tahunan, yang merupakan laju pertumbuhan tercepat dalam tiga tahun terakhir. Kondisi ini membuat Reserve Bank of Australia masih mempertahankan bias kebijakan moneter yang cenderung ketat meskipun volatilitas global meningkat. Tekanan jual masih mendominasi pergerakan jangka pendek, dengan support terdekat di 0.6995 dan resistance di 0.7075.
NZDUSD - Kiwi dibuka di 0.5912 dan turun -0.34%. Pasangan NZD/USD juga mengalami pelemahan dan diperdagangkan di sekitar level 0.5900 setelah turun lebih dari 0,7%. Pelemahan dolar Selandia Baru terutama dipicu oleh penguatan Dolar AS secara luas serta meningkatnya ketidakpastian global yang mendorong investor menghindari aset berisiko. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang terus meningkat juga memicu lonjakan harga minyak dunia, yang memberikan tekanan tambahan terhadap negara-negara yang bergantung pada impor energi seperti Selandia Baru. Dari sisi kebijakan moneter, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,25%, dengan nada kebijakan yang cenderung dovish. Gubernur RBNZ menyampaikan bahwa perekonomian domestik masih memiliki ruang untuk pulih tanpa memicu tekanan inflasi yang berlebihan, sehingga bank sentral tidak terburu-buru untuk kembali menaikkan suku bunga. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga juga bergeser lebih jauh, dengan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter baru diperkirakan terjadi paling cepat pada akhir tahun ini atau bahkan pada 2026. Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja serta meningkatnya indeks aktivitas sektor jasa semakin memperkuat prospek Dolar AS, sehingga menambah tekanan terhadap pasangan NZD/USD. Pelemahan masih berlangsung dalam rentang terbatas, dengan support di 0.5875 dan resistance terdekat di 0.5955.
USDJPY - Yen Jepang melemah terhadap dolar AS, dengan USDJPY dibuka di 157.38 dan naik 0.15%. Pasangan USD/JPY justru menunjukkan penguatan dengan diperdagangkan di kisaran 157.40-157.50 seiring meningkatnya permintaan terhadap Dolar AS. Penguatan pasangan ini dipicu oleh kombinasi antara ketahanan ekonomi Amerika Serikat serta meningkatnya sentimen risk-off global. Konflik yang semakin intens di Timur Tengah, termasuk serangan rudal dan drone Iran terhadap sejumlah target di kawasan Teluk, meningkatkan ketidakpastian geopolitik dan mendorong investor untuk mencari aset yang lebih aman. Di sisi lain, Yen Jepang masih menghadapi tekanan dari kondisi ekonomi domestik yang relatif rapuh. Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda menyampaikan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Jepang, khususnya melalui kenaikan harga energi yang dapat menekan konsumsi domestik. Kondisi tersebut membuat pasar memperkirakan bahwa BoJ akan mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif untuk waktu yang lebih lama. Sementara itu, pejabat Federal Reserve tetap membuka kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat jika inflasi tidak turun sesuai target, sehingga memperlebar perbedaan kebijakan antara AS dan Jepang. Perbedaan kebijakan tersebut menjadi faktor utama yang menopang penguatan pasangan USD/JPY. Pergerakan masih berada dalam fase penguatan moderat, dengan support terdekat di 156.70 dan resistance di 158.00.
USDCHF - USDCHF dibuka di 0.7802 dan menguat 0.13%. Pasangan USD/CHF juga mencatat penguatan dan diperdagangkan di sekitar level 0.7800-0.7830, didukung oleh penguatan Dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah mengganggu aliran energi di Timur Tengah, khususnya melalui jalur strategis Selat Hormuz, sehingga memicu lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan membuat pasar mengurangi ekspektasi terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Meski demikian, penguatan pasangan USD/CHF cenderung terbatas karena Franc Swiss juga merupakan salah satu mata uang safe haven utama di pasar global. Swiss National Bank (SNB) bahkan menyatakan kesiapan untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna mencegah penguatan Franc yang terlalu tajam. Data inflasi Swiss terbaru menunjukkan bahwa inflasi tetap berada di sekitar 0,1% pada Februari, mendekati batas bawah target inflasi SNB sebesar 0-2%. Dengan inflasi yang masih sangat rendah serta risiko deflasi yang masih membayangi, bank sentral Swiss kemungkinan akan tetap berhati-hati dalam mengelola nilai tukar mata uangnya, sehingga menciptakan dinamika yang kompleks dalam pergerakan pasangan USD/CHF. Penguatan terbatas terlihat di tengah konsolidasi pasar, dengan support di 0.7765 dan resistance terdekat di 0.7845.
|
Jam |
Pair |
Data |
Actual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
12:00am |
EUR |
ECB President Lagarde Speaks |
- |
- |
- |
|
1:00am |
USD |
FOMC Member Bowman Speaks |
- |
- |
- |
|
7:00am |
USD |
FOMC Member Goolsbee Speaks |
- |
- |
- |
|
2:00pm |
GBP |
Halifax HPI m/m |
- |
0.3% |
0.7% |
|
3:00pm |
CHF |
Foreign Currency Reserves |
- |
- |
712B |
|
5:00pm |
EUR |
Final Employment Change q/q |
- |
0.2% |
0.2% |
|
5:00pm |
EUR |
Revised GDP q/q |
- |
0.3% |
0.3% |
|
7:30pm |
USD |
FOMC Member Waller Speaks |
- |
- |
- |
|
8:30pm |
USD |
Average Hourly Earnings m/m |
- |
0.3% |
0.4% |
|
8:30pm |
USD |
Core Retail Sales m/m |
- |
0.1% |
0.0% |
|
8:30pm |
USD |
Non-Farm Employment Change |
- |
58K |
130K |
|
8:30pm |
USD |
Retail Sales m/m |
- |
-0.3% |
0.0% |
|
8:30pm |
USD |
Unemployment Rate |
- |
4.3% |
|
|
8:30pm |
USD |
FOMC Member Daly Speaks |
- |
- |
- |
|
9:50pm |
USD |
FOMC Member Goolsbee Speaks |
- |
- |
- |
|
10:00pm |
CAD |
Ivey PMI |
- |
51.1 |
50.9 |
|
10:00pm |
USD |
Business Inventories m/m |
- |
0.1% |
0.1% |
|
10:15pm |
USD |
FOMC Member Daly Speaks |
- |
- |
- |
|
10:15pm |
USD |
FOMC Member Paulson Speaks |
- |
- |
- |
|
11:30pm |
USD |
FOMC Member Miran Speaks |
- |
- |
- |
|
11:30pm |
USD |
FOMC Member Schmid Speaks |
- |
- |
- |