06/19/2026 | Press release | Distributed by Public on 06/19/2026 03:54
Indonesia bersama 68 negara dari berbagai kawasan dunia menyerukan pentingnya akses terhadap pangan bergizi bagi anak sebagai bagian dari pemenuhan hak asasi manusia, khususnya hak atas kesehatan dan kehidupan yang bermartabat.
Seruan tersebut disampaikan Indonesia dalam pernyataan bersama pada Sesi ke-62 Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di Jenewa, dalam Dialog Interaktif dengan Pelapor Khusus PBB untuk Hak atas Kesehatan, Rabu (17/6).
Pernyataan ini mendapat dukungan luas dari negara-negara di Afrika, Asia-Pasifik, Eropa, serta Amerika. Dukungan lintas kawasan tersebut menunjukkan bahwa pemenuhan gizi anak merupakan kepentingan bersama yang melampaui batas geografis maupun perbedaan politik.
"Menyatukan puluhan negara dari berbagai kawasan dalam satu posisi bersama bukanlah hal yang mudah. Dukungan ini menunjukkan bahwa akses terhadap pangan bergizi bagi anak semakin diakui sebagai isu hak asasi manusia yang mendesak dan universal," tegas Indonesia yang dibacakan oleh Deputi Wakil Tetap RI, Dubes Achsanul Habib, dalam pernyataannya.
Indonesia menekankan bahwa akses terhadap pangan dan gizi yang memadai merupakan fondasi bagi terpenuhinya hak atas kesehatan. Namun hingga saat ini, miliaran orang di dunia masih menghadapi kerawanan pangan, sementara jutaan anak mengalami kekurangan gizi yang berdampak pada tumbuh kembang, kesehatan, dan masa depan mereka.
Situasi tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan di wilayah yang terdampak konflik dan krisis kemanusiaan, di mana akses terhadap makanan bergizi dan layanan dasar sering kali menjadi yang pertama terganggu.
Melalui pernyataan bersama tersebut, kelompok negara pendukung menyerukan agar seluruh negara memperkuat akses anak terhadap pangan bergizi secara setara dan berkelanjutan. Langkah yang didorong antara lain melalui program makan di sekolah, penguatan sistem pangan lokal yang tangguh, serta kebijakan perlindungan sosial yang mampu menjangkau kelompok paling rentan.
Bagi Indonesia, komitmen ini tidak berhenti pada tataran global. Pemerintah Indonesia saat ini tengah menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Program tersebut telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh provinsi Indonesia, termasuk siswa sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Indonesia juga menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak merupakan bagian dari kewajiban negara dalam melaksanakan Konvensi Hak Anak. Karena itu, upaya memastikan setiap anak memperoleh makanan bergizi tidak boleh dipandang sebagai kebijakan sosial semata, melainkan sebagai pemenuhan hak dasar yang harus dijamin.
"Tidak ada anak yang seharusnya kehilangan masa depannya karena kelaparan atau kekurangan gizi. Di balik setiap piring makanan bergizi, terdapat hak, martabat, dan masa depan seorang anak yang sedang kita lindungi bersama," tegas Indonesia.