09/06/2026 | Press release | Archived content
Hamburg, Jerman - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg bekerja sama dengan Sagonese e.V. dan Museum am Rothenbaum, Kulturen und Künste der Welt (MARKK) menyelenggarakan acara kebudayaan bertajuk "From West Java's Tea Plantations to Debussy: The Global Life of a (Sundanese) Gamelan" pada Minggu (6/9). Gelaran ini memadukan seminar sejarah kebudayaan dan pertunjukan musik dialogis antara instrumen tradisional gamelan dan piano klasik.
Keberadaan artefak gamelan Sunda bersejarah yang menjadi sumber inspirasi komposer Claude Debussy pada Paris Expo 1889 menjadi sorotan utama dalam seminar pembuka yang dihadiri masyarakat Jerman. Seminar yang menghadirkan Geraldus Martimbang dan Gabriel Laufer sebagai narasumber tersebut menghadirkan sejarah perjumpaan lintas budaya dan pengaruh gamelan terhadap arah perkembangan musik klasik modern.
Pertunjukan musik terbagi dalam tiga bagian utama. Bagian pertama menampilkan komposisi musik tradisional Nusantara oleh kelompok Gamelan Margi Budoyo binaan KJRI Hamburg. Bagian kedua diisi dengan penampilan pianis muda Indonesia, Calvin Abdiel, yang membawakan karya Claude Debussy serta penayangan perdana di Eropa (European premiere) untuk komposisi "Rapsodia Nusantara No. 27 - Sriwijaya" gubahan Ananda Sukarlan.
Puncak acara ditandai dengan perpaduan musikal pada bagian ketiga melalui komposisi baru berjudul "Waktu, yang Rindu Pulang" karya komposer Marisa Sharon Hartanto. Komposisi yang pertama kali diperdengarkan kepada publik ini digubah khusus sebagai dialog harmonis antara gamelan dan piano yang menyatukan dua tradisi musik lintas benua.
Penyelenggaraan kegiatan ini menjadi sarana diplomasi kebudayaan dalam memperkenalkan nilai seni Nusantara, memperkuat kolaborasi lintas budaya, serta mempererat jejaring hubungan antara masyarakat Indonesia dan Jerman di wilayah akreditasi.
Sumber: Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hamburg