09/25/2026 | Press release | Distributed by Public on 09/25/2026 07:20
New York, Amerika Serikat - Kepemilikan nasional merupakan kunci bagi perdamaian yang berkelanjutan. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam pertemuan Tingkat Menteri Peacebuilding Commission (PBC)disela-sela Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-81 (24/9).
"Peacebuilding merupakan investasi jangka panjang. Proses ini dimulai dari pencegahan dan berlanjut hingga pemulihan dan rekonsiliasi," ujar Menlu Sugiono. Proses perdamaian pada setiap tahapan perlu memperkuat institusi nasional dan masyarakatnya sebagai fondasi perdamaian yang berkelanjutan.
Indonesia membawa pengalaman dari proses perdamaian di Aceh dan Maluku. Dialog yang inklusif dan berkelanjutan terbukti mampu membangun kembali kepercayaan antarmasyarakat sekaligus menjaga persatuan. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perdamaian akan lebih kuat ketika prosesnya dipimpin dan dimiliki oleh negara dan masyarakatnya sendiri.
Menlu Sugiono juga mendorong penguatan kemitraan dengan organisasi regional, lembaga keuangan internasional, dan mitra lainnya. Kerja sama tersebut diperlukan untuk memastikan upaya perdamaian dapat terus berjalan dan memberikan hasil yang berkelanjutan.
"Pada akhirnya, peacebuilding akan dikatakan berhasil ketika perdamaian dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat," pungkas Menlu Sugiono.
Peacebuilding Commission Ministerial Meeting di bawah Presidensi Maroko tahun ini mengangkat tema "National Ownership Practice: Strengthening Inclusive State Institutions through International Peacebuilding Support". Pertemuan menjadi ruang untuk membahas bagaimana dukungan internasional dapat memperkuat institusi nasional dan membantu negara mencegah terulangnya konflik.
Sumber: Kementerian Luar Negeri RI