Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

06/17/2026 | Press release | Distributed by Public on 06/17/2026 19:50

Gelar Pertemuan Konsultasi Politik ke-2 di Jakarta, Indonesia dan Angola Perluas Sektor Kemitraan Bi ...

Berita
Gelar Pertemuan Konsultasi Politik ke-2 di Jakarta, Indonesia dan Angola Perluas Sektor Kemitraan Bilateral
Tanggal
17 Juni 2026
Gelar Pertemuan Konsultasi Politik ke-2 di Jakarta, Indonesia dan Angola Perluas Sektor Kemitraan Bilateral

Jakarta, Indonesia - Indonesia dan Angola mempertegas komitmen penguatan hubungan kedua negara lewat pertemuan Konsultasi Politik Bilateral ke-2 di Jakarta (15/6). Pertemuan dipimpin bersama oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno dan Secretary of State Hubungan Luar Negeri (Wamenlu) Republik Angola. Esmeralda Bravo Conde da Silva Mendonça.

1 / 4
arrow_back arrow_forward

Jakarta, Indonesia - Indonesia dan Angola mempertegas komitmen penguatan hubungan kedua negara lewat pertemuan Konsultasi Politik Bilateral ke-2 di Jakarta (15/6). Pertemuan dipimpin bersama oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno dan Secretary of State Hubungan Luar Negeri (Wamenlu) Republik Angola. Esmeralda Bravo Conde da Silva Mendonça.

Di bidang politik, kedua negara menekankan pentingnya konsultasi politik secara reguler dan penguatan koordinasi antarlembaga sebagai fondasi hubungan bilateral Indonesia-Angola. Guna memperkuat hubungan bilateral, Presiden Angola, João Manuel Gonçalves Lourenço, direcanakan akan berkunjung ke Indonesia pada Augustus 2026.

Dalam hal pencalonan pada organisasi internasional, Angola meminta dukungan Indonesia atas pencalonan diplomat senior Josefoa Sacko sebagai Direktur Jenderal FAO periode 2027-2031. Angola sampaikan dukungan dan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia pada Dewan HAM PBB tahun ini.

Kedua pihak juga menyambut baik penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Joint Commission for Bilateral Cooperation sebagai kerangka kelembagaan penting untuk mendorong kerja sama di berbagai sektor prioritas. Melalui mekanisme tersebut, kedua negara sepakat memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna mengevaluasi perkembangan kerja sama serta mengidentifikasi inisiatif kolaborasi baru.

Pada sektor ekonomi, kedua negara sepakat mempercepat finalisasi sejumlah MoU kerja sama bilateral di berbagai sektor prioritas, antara lain kerja sama industri, minyak dan gas, pertanian, serta perikanan. Hal ini menyusul peningkatan perdagangan bilateral pada tahun 2025 serta menekankan pentingnya diversifikasi komoditas perdagangan dan perluasan kerja sama ekonomi. Indonesia juga mendorong partisipasi pelaku usaha Angola dalam berbagai pameran perdagangan di Indonesia, termasuk Trade Expo Indonesia 2026.

Kedua negara mengidentifikasi sejumlah sektor potensial untuk dikembangkan bersama, antara lain agroindustri, pertanian, pengolahan pangan, pupuk, perikanan, dan industri manufaktur ringan. Di sektor energi, kedua pihak menegaskan pentingnya penguatan kerja sama minyak dan gas, termasuk melalui peningkatan keterlibatan antara PT Pertamina dan Sonangol dalam pasokan minyak mentah, investasi hulu dan hilir, sekaligus mempercepat finalisasi MoU Kerja Sama Bidang Migas.

Di bidang sosial budaya dan people-to-people contact, Indonesia dan Angola sepakat menjajaki kerja sama pada sektor kesehatan, farmasi, alat kesehatan, riset dan pengembangan vaksin, produksi lokal, serta pengembangan tenaga kesehatan. Selain itu, kedua negara mengapresiasi implementasi fasilitas bebas visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Saat ini, Angola membebaskan visa kunjungan singkat bagi warga negara Indonesia pemegang paspor biasa.

Dalam kerja sama pembangunan, kedua pihak meninjau implementasi berbagai program peningkatan kapasitas, kerja sama teknis, dan skema beasiswa yang dinilai berkontribusi positif terhadap penguatan hubungan bilateral dan antarmasyarakat. Indonesia juga mendorong peningkatan partisipasi peserta Angola dalam program beasiswa dan pelatihan teknis yang ditawarkan Indonesia.

Indonesia dan Angola turut bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi regional dan global, termasuk dinamika di Timur Tengah dan pentingnya menjaga keamanan serta keterbukaan jalur navigasi internasional sesuai hukum internasional. Indonesia juga menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Angola sebagai Ketua Uni Afrika tahun 2025 serta menyambut peluang peningkatan keterlibatan Indonesia dengan Uni Afrika, Southern African Development Community (SADC), dan Organisation of African, Caribbean dand Pacific States (OACPS).

"Saat ini Indonesia dan Angola tengah berupaya menjawab berbagai tantangan, mulai dari isu energi, keamanan, ketahanan pangan, hingga merumuskan strategi diversifikasi baru yang menjadi kebutuhan domestik. Ini adalah pekerjaan rumah yang besar bagi banyak negara. Di saat tatanan global mungkin tidak lagi terlalu memprioritaskan negara-negara Global South, inilah realitas yang harus kita hadapi: kita harus mulai saling menjaga dan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Oleh karena itu, Angola dan Indonesia saling membutuhkan untuk dapat mengelola tantangan ini bersama-sama," pungkas Wamen Havas.

Di penghujung konsultasi, kedua delegasi menyepakati penyelenggaraan pertemuan Konsultasi Politik Indonesia-Angola ke-3 pada waktu dan tempat yang akan disepakati melalui saluran diplomatik.

Hubungan diplomatik Indonesia-Angola telah terjalin selama 25 tahun, berkelindan dengan terbangunnya hubungan erat yang diaktualisasikan melalui beragam kemitraan yang berorientasi hasil. Pertemuan ini menjadi momentum penegasan komitmen kerja sama bilateral sekaligus perluasan kemitraan di berbagai sektor pasca pembukaan Kedutaan Besar Angola di Jakarta pada tahun 2025.

Sumber: Kementerian Luar Negeri RI

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on June 17, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on June 18, 2026 at 01:51 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]