Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

05/04/2026 | Press release | Distributed by Public on 05/05/2026 00:35

Di Tengah Festival Teh San Francisco, Jamu Indonesia Hadir sebagai Cerita Rasa Nusantara

Berita
Di Tengah Festival Teh San Francisco, Jamu Indonesia Hadir sebagai Cerita Rasa Nusantara
Tanggal
4 Mei 2026
Di Tengah Festival Teh San Francisco, Jamu Indonesia Hadir sebagai Cerita Rasa Nusantara

Di antara aroma teh dari berbagai penjuru dunia, kehadiran jamu Indonesia menghadirkan pengalaman rasa yang berbeda di San Francisco International Tea Festival yang berlangsung pada 2-3 Mei 2026 di Ferry Building, San Francisco. Melalui kerja sama KJRI San Francisco dan Jamu Nusa, usaha jamu berbasis di Seattle, tradisi minuman herbal Nusantara diperkenalkan kepada publik Bay Area.

1 / 3
arrow_back arrow_forward

San Francisco, Amerika Serikat - Festival yang termasuk salah satu ajang teh terbesar di negara bagian California ini dikunjungi sekitar 7.500 orang per hari, atau total sekitar 15.000 pengunjung selama dua hari. Di tengah deretan gerai teh dan minuman lainnya, jamu tampil sebagai alternatif yang menawarkan cita rasa sekaligus cerita budaya yang berbeda. Gerai Jamu Nusa menyajikan beberapa varian jamu, antara lain kunyit asam, wedang jahe, dan empon-empon, yang diperkenalkan melalui sesi pencicipan langsung. Sepanjang festival, sekitar 1.600 porsi sampel jamu disuguhkan kepada pengunjung gerai. Sebagian besar pengunjung memberikan respons positif, disertai pujian spontan atas cita rasa minuman herbal khas Indonesia tersebut-yang bagi banyak dari mereka merupakan pengalaman pertama mencicipi jamu. Antusiasme tersebut juga tercermin dari seluruh produk jamu yang dibawa Jamu Nusa terjual habis, bahkan sebelum festival berakhir.

Konjen RI di San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana, menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia dalam festival ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui pendekatan yang lebih aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. "Jamu adalah bagian dari warisan hidup Indonesia. Ia bukan hanya soal rasa, tetapi juga mencerminkan pengetahuan tradisional, kebiasaan, dan hubungan masyarakat dengan alam. Melalui ajang seperti ini, kami berharap jamu dapat semakin dikenal sebagai bagian dari cerita Indonesia yang relevan bagi masyarakat dunia," ujar Yohpy Ichsan Wardana.

Diaspora Indonesia pendiri Jamu Nusa, Willson Christianto, juga mengisi sesi edukasi bertajuk "Jamu: Indonesia's Ancient Herbal Ritual". Dalam sesi tersebut, jamu dibahas sebagai tradisi yang telah dikonsumsi lintas generasi, sekaligus sebagai bagian dari ritual keseharian masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan dan keseimbangan hidup. Willson menilai bahwa ajang seperti SF International Tea Festival memberikan ruang yang tepat untuk memperkenalkan jamu kepada audiens yang terbuka terhadap eksplorasi rasa dan asal-usul minuman. "Banyak pengunjung datang dengan rasa ingin tahu. Ketika mereka mencoba jamu, mereka tidak hanya merasakan kombinasi rempah, tetapi juga mulai memahami bahwa di baliknya ada tradisi dan cara hidup yang panjang," ujarnya.

Kehadiran jamu di festival ini mencerminkan peluang yang semakin terbuka bagi produk minuman Indonesia di pasar Amerika Serikat, khususnya dalam kategori minuman herbal, natural, dan berbasis kebugaran. Bagi KJRI San Francisco, partisipasi ini juga menjadi bagian dari upaya membangun jembatan antara pelaku usaha diaspora Indonesia dan pasar global yang semakin menghargai produk autentik dengan cerita budaya yang kuat.

Melalui secangkir jamu, Indonesia hadir tidak hanya sebagai asal sebuah minuman, melainkan sebagai sumber tradisi, pengetahuan, dan pengalaman rasa yang terus hidup dan berkembang.

Sumber: Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Francisco

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on May 04, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on May 05, 2026 at 06:35 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]