Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

07/22/2026 | Press release | Distributed by Public on 07/23/2026 02:02

Indonesia Dorong ASEAN dan Uni Eropa Perkuat Peran sebagai Pilar Stabilitas dan Kesejahteraan Global

Berita
Indonesia Dorong ASEAN dan Uni Eropa Perkuat Peran sebagai Pilar Stabilitas dan Kesejahteraan Global
Tanggal
22 Juli 2026
Indonesia Dorong ASEAN dan Uni Eropa Perkuat Peran sebagai Pilar Stabilitas dan Kesejahteraan Global

Tantangan global yang saling terkait menjadikan kemitraan ASEAN dan Uni Eropa semakin relevan. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada ASEAN-European Union Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina.

1 / 3
"Indonesia mendorong langkah menuju perdagangan bebas antarkawasan ASEAN-Uni Eropa serta mendorong Uni Eropa untuk terus mendukung transisi energi ASEAN, yang perlu berjalan seiring dengan kebutuhan menjaga keamanan energi, keterjangkauan harga, dan keandalan pasokan," (Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-EU, Manila, 22/07)
arrow_back arrow_forward
"Indonesia mendorong langkah menuju perdagangan bebas antarkawasan ASEAN-Uni Eropa serta mendorong Uni Eropa untuk terus mendukung transisi energi ASEAN, yang perlu berjalan seiring dengan kebutuhan menjaga keamanan energi, keterjangkauan harga, dan keandalan pasokan," (Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-EU, Manila, 22/07)

Manila, 22 Juli 2026 - Tantangan global yang saling terkait menjadikan kemitraan ASEAN dan Uni Eropa semakin relevan. Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada ASEAN-European Union Post Ministerial Conference (PMC) di Manila, Filipina.

"ASEAN dan Uni Eropa memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga perdamaian, memperkuat stabilitas, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat di kedua kawasan," tegas Menlu Sugiono.

Mewakili lebih dari satu miliar penduduk dan sekitar seperlima perekonomian dunia, ASEAN dan Uni Eropa memiliki kepentingan bersama untuk terus memperkuat multilateralisme serta menjunjung tatanan internasional yang terbuka, adil, dan berbasis aturan. Indonesia juga menegaskan pentingnya penerapan hukum internasional secara konsisten.

Di bidang ekonomi, Indonesia mendorong langkah menuju perdagangan bebas antarkawasan ASEAN-Uni Eropa dengan membangun momentum dari berbagai perjanjian perdagangan bilateral antara Uni Eropa dan negara-negara anggota ASEAN. Integrasi ekonomi yang lebih erat diyakini akan memperkuat perdagangan, investasi, sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok kedua kawasan.

Di sektor energi, Menlu Sugiono juga mendorong Uni Eropa untuk terus mendukung transisi energi ASEAN, yang perlu berjalan seiring dengan kebutuhan menjaga keamanan energi, keterjangkauan harga, dan keandalan pasokan. "Ada peluang yang lebih luas bagi investasi pada infrastruktur energi, yang disertai alih teknologi, kerja sama teknis, dan penguatan kapasitas," jelasnya.

Indonesia turut menyoroti pentingnya memperkuat hubungan antarmasyarakat sebagai fondasi kemitraan ASEAN-Uni Eropa. "Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat. Karena itu, investasi pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui beasiswa, pelatihan, dan pertukaran antarmasyarakat harus terus diperkuat," ujar Menlu Sugiono.

Tahun 2027 akan menandai 50 tahun hubungan kemitraan ASEAN-Uni Eropa, yang akan diperingati dengan penyelenggaraan KTT yang mengumpulkan seluruh pemimpin Asia Tenggara dan Uni Eropa. Momentum tersebut diharapkan menjadi titik tolak untuk membawa kemitraan kedua kawasan ke tahap yang lebih erat, lebih relevan, dan semakin berdampak bagi masyarakat di kedua kawasan.

Klik di sini untuk Transkrip Pernyataan Menlu RI

Sumber: Kementerian Luar Negeri RI

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on July 22, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on July 23, 2026 at 08:03 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]