Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

07/22/2026 | Press release | Distributed by Public on 07/21/2026 20:51

ASEAN-India Perkuat Ketahanan Kawasan melalui Kerja Sama Maritim, Ekonomi, dan Kesehatan

Berita
ASEAN-India Perkuat Ketahanan Kawasan melalui Kerja Sama Maritim, Ekonomi, dan Kesehatan
Tanggal
22 Juli 2026
ASEAN-India Perkuat Ketahanan Kawasan melalui Kerja Sama Maritim, Ekonomi, dan Kesehatan

Manila, 22 Juli 2026 - Ketahanan kawasan menjadi salah satu fokus utama pembahasan dalam ASEAN-India Post Ministeral Conference (PMC) di Manila, Filipina. Menteri Luar Negeri RI Sugiono memanfaatkan momentum ASEAN-India Year of Maritime Cooperation tahun ini untuk mendorong penguatan kolaborasi di bidang maritim sebagai dasar bagi kawasan yang lebih tangguh.

1 / 2
Menlu Sugiono menegaskan ketahanan regional tidak berhenti di bidang maritim, namun juga pentingnya sebuah platform bersama ASEAN-India untuk memantau cadangan pangan dan energi secara real-time guna meningkatkan kepastian, ketersediaan, dan keterjangkauan pasokan di kawasan dalam ASEAN-India PMC di Manila (22/07)
arrow_back arrow_forward
Menlu Sugiono menegaskan ketahanan regional tidak berhenti di bidang maritim, namun juga pentingnya sebuah platform bersama ASEAN-India untuk memantau cadangan pangan dan energi secara real-time guna meningkatkan kepastian, ketersediaan, dan keterjangkauan pasokan di kawasan dalam ASEAN-India PMC di Manila (22/07)

Manila, 22 Juli 2026 - Ketahanan kawasan menjadi salah satu fokus utama pembahasan dalam ASEAN-India Post Ministeral Conference (PMC) di Manila, Filipina. Menteri Luar Negeri RI Sugiono memanfaatkan momentum ASEAN-India Year of Maritime Cooperation tahun ini untuk mendorong penguatan kolaborasi di bidang maritim sebagai dasar bagi kawasan yang lebih tangguh.

Kerja sama tersebut perlu diwujudkan melalui langkah-langkah konkret, mulai dari bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, keselamatan maritim, pelatihan penjaga pantai (coast guard), hingga pembangunan daya tahan pelabuhan agar tetap beroperasi optimal di tengah ancaman bencana maupun krisis rantai pasok global. Penguatan konektivitas di kawasan Samudra Hindia juga menjadi prioritas melalui kerja sama antarpelabuhan, operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue) bersama, serta pengembangan ekonomi biru. Seluruh langkah ini berlandaskan pada prinsip hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982.

Menlu Sugiono juga menyoroti potensi Sabang sebagai gerbang strategis yang menghubungkan ASEAN dan India. Letaknya yang berjarak kurang dari 200 kilometer dari Kepulauan Andaman dinilai dapat membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan, pariwisata kapal pesiar, serta hubungan antarmasyarakat.

"Ketahanan kawasan tidak berhenti di bidang maritim. Kita juga harus memastikan kawasan lebih siap menghadapi guncangan iklim dan geopolitik melalui penguatan ketahanan pangan dan energi," ujar Menlu Sugiono. Dalam kaitan tersebut, Indonesia menegaskan pentingnya sebuah platform bersama ASEAN-India untuk memantau cadangan pangan dan energi secara real-time guna meningkatkan kepastian, ketersediaan, dan keterjangkauan pasokan di kawasan.

Di bidang kesehatan, Indonesia mendorong pembentukan ASEAN-India Health Resilience Track untuk memperkuat kolaborasi di bidang farmasi, vaksin, diagnostik, pelatihan tenaga kesehatan, serta kesiapsiagaan menghadapi pandemi dan tantangan kesehatan di masa depan.

Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap percepatan penyelesaian Review of the ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) agar aturan-aturan perdagangan antara ASEAN dan India menjadi lebih sederhana, efisien, dan saling menguntungkan.

Menutup pernyataannya, Menlu Sugiono mengajak seluruh negara ASEAN dan India memastikan ASEAN-India Plan of Action 2026-2030 mampu menghasilkan kemitraan yang semakin tangguh dan sejahtera bagi masyarakat kedua kawasan.

klik disini untuk Transkrip Pernyataan Menlu RI

Sumber: Kementerian Luar Negeri RI

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on July 22, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on July 22, 2026 at 02:51 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]