10/23/2025 | Press release | Distributed by Public on 10/22/2025 21:32
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1609 |
-0.10% |
|
GBPUSD |
1.3355 |
-0.12% |
|
AUDUSD |
0.6486 |
-0.05% |
|
NZDUSD |
0.5736 |
-0.05% |
|
USDJPY |
151.96 |
0.32% |
|
USDCHF |
0.7955 |
0.30% |
|
USDCAD |
1.3992 |
0.03% |
|
GOLDUD |
4,110.08 |
-1.07% |
|
COFU |
59.94 |
0.10% |
|
USD/IDR |
16,612 |
0.00% |
Kamis, 23 Oktober 2025 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bullish didukung sentimen dari meredupnya harapan berakhirnya perang di Ukraina dan rilisnya laporan stok EIA. Meski demikian, potensi eskalasi konflik dagang antara AS - China, serta Uni Eropa - China menjadi katalis yang membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Departemen Keuangan AS pada hari Rabu menjatuhkan sanksi terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia, Rosneft dan Lukoil, yang dianggap mendanai Rusia dalam perang di Ukraina. Sanksi tersebut diumumkan tepat satu hari pasca dibatalkannya rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Di sisi lain, Moskow menggelar latihan militer besar yang melibatkan senjata nuklir. Berita tersebut mengindikasikan potensi eskalasi lebih lanjut perang di Ukraina dan sekaligus meredupkan harapan akan tercapainya kesepakatan yang mengakhiri perang di Eropa timur itu dalam waktu dekat.
Dukungan lainnya datang dari laporan yang dirilis pada Rabu malam oleh EIA yang menunjukkan stok minyak mentah turun sebesar 961.000 barel untuk pekan yang berakhir 17 Oktober, di luar ekspektasi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 1,2 juta barel. Untuk stok bensin juga dilaporkan turun sebesar 2,15 juta barel, jauh lebih besar dari prediksi awal yang memperkirakan penurunan sebesar 800.000 barel. Laporan EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS.
Sementara itu, pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan rencana untuk membatasi serangkaian ekspor perangkat lunak ke China, mulai dari laptop hingga mesin jet, sebagai balasan terhadap pembatasan ekspor logam tanah jarang Tiongkok, ungkap Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Rabu. Berita tersebut mengisyaratkan potensi eskalasi lebih lanjut dalam konflik dagang antara AS dengan China.
Turut membebani harga, dalam paket sanksi ke-19 terhadap Rusia, Uni Eropa memasukkan empat perusahaan yang terlibat dalam industri minyak China, termasuk dua kilang minyak independen Tiongkok, karena dianggap telah menghindari pembatasan dari Barat dengan membeli minyak dari Rusia, ungkap sumber diplomatik Uni Eropa pada hari Rabu. Sanksi terbaru tersebut berpotensi turut memicu eskalasi konflik dagang Uni Eropa dengan China yang tengah memanas baru-baru ini.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $62 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $57 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
19:30 |
USA - Chicago Fed National Activity Index |
-0.4 |
-0.12 |
|
|
21:00 |
USA - Existing Home Sales MoM |
-2.0% |
-0.2% |
|
|
22:00 |
USA - Kansas Fed Manufacturing Index |
6 |
4 |