02/23/2026 | Press release | Distributed by Public on 02/22/2026 21:25
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1792 |
0.36% |
|
GBPUSD |
1.3477 |
0.42% |
|
AUDUSD |
0.7073 |
0.54% |
|
NZDUSD |
0.5970 |
0.55% |
|
USDJPY |
154.95 |
-0.62% |
|
USDCHF |
0.7749 |
-0.49% |
|
USDCAD |
1.3678 |
-0.22% |
|
GOLDUD |
5,118.71 |
1.05% |
|
COFU |
65.89 |
0.14% |
|
USD/IDR |
16,879 |
0.29% |
Senin, 23 Februari 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini harga minyak terpantau bergerak menguat tipis dipicu oleh potensi tertundanya paket sanksi terbaru Eropa terhadap minyak Rusia. Meski demikian, ketidakpastian tarif Trump serta sinyal meredanya ketegangan antara AS dan Iran masih menjadi katalis yang membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Menteri Luar Negeri Hongaria Péter Szijjártó pada hari Minggu mengancam akan memblokir paket sanksi ke-20 yang akan dijatuhkan Uni Eropa terhadap Rusia, dan menegaskan akan menunda upaya untuk membantu Ukraina sampai pengiriman minyak Rusia ke Hongaria dilanjutkan. Para menteri luar negeri Uni Eropa dijadwalkan bertemu di Brussels pada hari Senin untuk membahas putaran sanksi ke-20 blok tersebut. Situasi tersebut mengindikasikan potensi tertundanya paket sanksi terbaru Eropa untuk menekan minyak Rusia.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu mengumumkan akan menaikkan tarif sementara untuk impor AS dari semua negara dari 10% menjadi 15%, dan akan berlaku segera. Komentar Trump itu menyusul aksi pembatalan program tarif sebelumnya oleh Mahkamah Agung AS pada hari Jumat. Ketidakpastian akan kebijakan tarif Trump itu menambah kekhawatiran akan kembali memicu terjadinya konflik tarif baru yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, termasuk permintaan minyak.
Menanggapi ancaman tarif sementara Trump, Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Senin mengatakan sedang melakukan penilaian penuh terhadap putusan tarif Mahkamah Agung AS, dan mendesak Washington untuk mencabut langkah-langkah tarif sepihak yang relevan terhadap mitra dagangnya.
Turut membebani harga, sinyal meredanya ketegangan antara AS dengan Iran menguat pasca kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan putaran ketiga pembicaraan nuklir pada hari Kamis di Jenewa, kata Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi pada hari Minggu. Selain itu, Iran untuk pertama kalinya mengindikasikan siap memberikan konsesi terkait program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan pengakuan haknya untuk memperkaya uranium, kata Ali Larijani, seorang penasihat yang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $68 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $63 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
22:00 |
USA - Factory Orders MoM |
1.1% |
2.7% |
|
|
22:30 |
USA - Dallas Fed Manufacturing Index |
-3.5 |
-1.2 |