03/18/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/17/2026 20:22
Batam - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke dua galangan kapal nasional di Batam, yaitu PT Palindo Marine Shipyard dan PT Batamec Shipyard, dalam rangka meninjau langsung perkembangan industri galangan kapal dalam negeri serta memastikan kemajuan proyek strategis pertahanan maritim, pada Selasa, (17/3/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pertahanan dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional, khususnya pada sektor pembangunan dan pemeliharaan kapal perang, sebagai pilar penting dalam memperkuat postur pertahanan laut Indonesia.
Di PT Palindo Marine Shipyard, Menhan meninjau pengembangan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60, serta pembangunan kapal serang ringan yang mendukung kebutuhan operasional TNI AL.
Menhan juga menyoroti kontribusi Palindo dalam pengembangan industri pertahanan melalui skema Industrial Development, Knowledge & Local Offset (IDKLO), termasuk kerja sama internasional dalam pembangunan kapal bantu hydro-oceanography dan program transfer teknologi. Hal ini dinilai sebagai langkah penting dalam meningkatkan penguasaan teknologi nasional dan memperkuat ekosistem industri pertahanan dalam negeri.
Selanjutnya, kunjungan dilanjutkan ke PT Batamec Shipyard yang saat ini tengah mengerjakan proyek pembangunan Offshore Patrol Vessel (OPV-3) untuk Kementerian Pertahanan. Kapal ini dirancang dengan spesifikasi modern, dilengkapi sistem radar, sensor, dan combat management system guna mendukung operasi patroli dan pengawasan wilayah laut nasional.
Dalam arahannya, Menteri Pertahanan menegaskan bahwa penguatan industri galangan kapal nasional harus terus didorong sebagai bagian dari strategi besar pembangunan kekuatan pertahanan berbasis kemandirian. Sinergi antara pemerintah, industri, dan TNI menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan pembangunan alutsista dalam negeri.
Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk memastikan bahwa setiap program pengadaan alutsista tidak hanya memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga memberikan dampak berlipat bagi perekonomian nasional (multiplier effect). Dampak tersebut mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas industri, serta penguatan sektor maritim sebagai bagian dari kepentingan strategis nasional. (Biro Infohan Setjen Kemhan)