07/17/2026 | Press release | Distributed by Public on 07/17/2026 09:57
KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN
REPUBLIK INDONESIA
SIARAN PERS
HM.02.04/235/SET.M.EKON.3/07/2026
Momentum Bersejarah, Indonesia Perkuat Peran dalam Tata Kelola AI Global Sebagai Anggota Pendiri Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia (WAICO)
Shanghai, 17 Juli 2026
Kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) diproyeksikan menjadi salah satu teknologi yang akan menentukan arah pertumbuhan ekonomi dan daya saing global pada masa depan. Menyikapi perkembangan tersebut, Indonesia memperkuat peran dalam tata kelola AI global dengan menjadi Anggota Pendiri Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia (World Artificial Intelligence Cooperation Organization/WAICO). Keikutsertaan Indonesia dalam pendirian organisasi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 13 Juli 2026 lalu, agar Indonesia berpartisipasi dalam Deklarasi Pendirian WAICO. Penandatanganan deklarasi tersebut dilaksanakan dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok.
"Indonesia ikut merupakan komitmen untuk membangun tata kelola dan kaidah-kaidah pengembangan daripada kecerdasan buatan, terutama kita ikut agar pengembangan AI ini sifatnya inklusif dan bertanggung jawab, dan memberikan manfaat secara bersama," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers yang dilaksanakan secara daring di Shanghai, Jumat (17/07).
Penandatanganan Deklarasi Pendirian WAICO menjadi momentum bersejarah yang didahului dengan pertemuan tingkat tinggi bersama Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres, serta para negara pendiri (Founder Member) organisasi tersebut. Menko Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu dari 30 negara pendiri WAICO bersama negara-negara dari berbagai kawasan, termasuk lima negara ASEAN (Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, dan Indonesia), seluruh anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU), sejumlah negara BRICS, serta negara-negara di Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Eropa Timur.
"Dalam peresmian WAICO tadi pagi Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa AI seharusnya tidak menjadi solo performance daripada satu negara, melainkan menjadi simfoni daripada global collaboration. Artinya kemajuan AI dibangun dengan kerja sama internasional. Pandangan tersebut sejalan dengan arahan Bapak Presiden, Pak Prabowo Subianto bahwa penguasaan teknologi termasuk AI harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tentunya akan memperkuat daya saing Indonesia," jelas Menko Airlangga.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah tengah menyusun peta jalan pengembangan AI nasional sebagai arah pengembangan ekosistem AI di Indonesia. WAICO sendiri merupakan organisasi internasional antarPemerintah yang dibentuk berdasarkan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni inklusif, aman, tepercaya, dan berpusat pada manusia (human-centered). Melalui keanggotaan tersebut, Indonesia berkomitmen berperan aktif dalam menjembatani kesenjangan kemampuan teknologi global sehingga AI menjadi jembatan kolaborasi, bukan memperlebar kesenjangan digital (digital divide). Sebagai negara pendiri, Indonesia juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam penyusunan kebijakan, pengembangan tata kelola global, serta penguatan kelembagaan WAICO.
Potensi ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai sekitar USD366 miliar pada 2030. Sejalan dengan prospek tersebut, Indonesia terus mendorong penyelesaian Digital Economy Framework Agreement (DEFA) ASEAN sebagai upaya memperkuat ekonomi digital kawasan. Pengembangan AI juga bukan merupakan langkah baru bagi Indonesia. Sejak peluncuran Making Indonesia 4.0 pada 2018, AI telah menjadi salah satu komponen penting dalam transformasi industri nasional.
Dalam kunjungan kerja di Shanghai, Menko Airlangga juga melakukan pertemuan dan kunjungan ke sejumlah perusahaan teknologi global, antara lain ByteDance, Huawei, Deep Robotics, Unitree, dan FiberHome. Ke depan, keanggotaan Indonesia di WAICO diharapkan semakin memperluas peluang transfer teknologi, memperkuat kerja sama pengembangan AI, serta membuka kesempatan yang lebih besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperoleh akses teknologi, data, dan peluang pemanfaatan AI dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing.
"Manfaat keanggotaan WAICO adalah Indonesia tidak ketinggalan dalam pengembangan AI. AI merupakan salah satu game changer ke depan dan tidak ada satu negara pun yang berada paling depan. Dengan demikian, kita dapat maju bersama-sama dengan berbagai negara lain," pungkas Menko Airlangga.
Turut mendampingi Menko Airlangga dalam konferensi pers tersebut yakni Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Angga Raka Prabowo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun, serta Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto. (nov/iqb/tam)
***
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Haryo Limanseto
Website: www.ekon.go.id
Twitter, Instagram, Facebook, TikTok, Threads, & YouTube: @PerekonomianRI
Email: [email protected]
LinkedIn: Coordinating Ministry for Economic Affairs of the Republic of Indonesia