Ministry of Commerce of the Republic of Indonesia

08/28/2026 | Press release | Distributed by Public on 08/28/2026 20:32

Beri Kuliah Umum di UNIDSOE Banyuwangi, Mendag Busan Ajak Mahasiswa Coba Berwirausaha

Banyuwangi, 28 Agustus 2026 - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak mahasiswa Universitas Dr. Soekardjo (UNIDSOE) di Banyuwangi, Jawa Timur untuk mencoba membangun usaha. Menurut Mendag Busan, berinisiatif menjadi wirausahawan sejak muda artinya memulai lebih awal untuk menjadi pelaku usaha yang matang. Dengan memulai wirausaha, mahasiswa dapat langsung merasakan peluang bisnis baik di pasar dalam negeri maupun di luar negeri.

Hal ini disampaikan Mendag Busan saat memberikan kuliah umum bertema "Kebijakan Perdagangan Indonesia" di UNIDSOE, Jumat, (28/8). Turut hadir Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono dan Rektor UNIDSOE, Soekardjo. Mendampingi Mendag Busan dalam kegiatan tersebut, yaitu Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Isy Karim dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi.

"Pasar Indonesia yang besar dengan penduduk lebih dari 280 juta jiwa menjadi peluang bagi adik-adik untuk mulai berwirausaha dan mengisi pasar dalam negeri dengan produk-produk lokal yang berkualitas. Cobalah berwirausaha untuk menghasilkan produk berkualitas sekaligus membuka lapangan pekerjaan," ujar Mendag Busan.

Mendag Busan pun menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Dr. Soekardjo dan Kemendag mengenai pengembangan mahasiswa melalui Program Campuspreneur. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa semakin didorong untuk mengembangkan potensi kewirausahaan, memperluas wawasan dan pengalaman dalam berusaha, serta mempersiapkan diri menjadi wirausaha muda.

Menurut Mendag Busan, Kemendag memiliki Program Campuspreneur untuk mendukung tumbuhnya wirausaha muda dari lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa bisa mendapatkan berbagai pelatihan penguatan daya saing produk hingga kapasitas ekspor. Hal ini mencakup pengembangan desain produk, akses pembiayaan, hingga strategi untuk masuk ke pasar global.

Mendag Busan menambahkan, peserta Campuspreneur yang terkurasi akan berkesempatan untuk mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 pada 14-18 Oktober 2026 mendatang di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Kemendag mempersiapkan ruang promosi khusus Campuspreneur, serta memfasilitasi pitching dan penjajakan bisnis (business matching) dengan calon buyer. Dengan begitu, produk-produk inovatif hasil karya mahasiswa dapat bertemu langsung dengan mitra bisnis dari mancanegara.

Sementara itu, Rektor UNIDSOE, Soekardjo, menyampaikan kesiapan UNIDSOE menjadi mitra Kemendag, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dan dunia usaha dalam memperkuat ekosistem perdagangan internasional. "Kami siap menjadi mitra untuk memperkuat ekosistem perdagangan internasional di Banyuwangi. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membawa produk unggulan Banyuwangi menuju pasar dunia," ujar Soekardjo.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono menyampaikan, perguruan tinggi perlu menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi, kewirausahaan, dan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan. Menurutnya, mahasiswa perlu melihat peluang untuk menciptakan usaha dan nilai tambah di tengah perekonomian yang semakin terbuka.

Salah satu peserta kuliah umum, Azzahra Maesa Ayu, mahasiswi baru Program Studi Gizi UNIDSOE, mengaku antusias mengikuti kuliah umum ini. Menurutnya, kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai kebijakan perdagangan Indonesia serta berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat pasar dan mendorong daya saing produk lokal.

Kemendag juga mempunyai Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor). Program ini membuka akses pasar ekspor bagi UMKM melalui kegiatan pitching produk dan business matching dengan calon buyer dari luar negeri. Pelaksanaannya didukung jaringan 46 perwakilan perdagangan RI yang tersebar di 33 negara.

Pada Januari-Juli 2026, Program UMKM BISA Ekspor telah mencatatkan pesanan pembelian dan potensi transaksi hingga sekitar USD 333,68 juta. Sebagian besar fasilitasi Kemendag dilakukan secara daring, sehingga pelaku UMKM dari berbagai daerah tetap dapat berinteraksi dan memperkenalkan produknya kepada calon pembeli mancanegara.

Selain strategi ofensif ke pasar luar negeri, Mendag Busan juga menjelaskan pentingnya penguatan pasar dalam negeri agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hal ini diwujudkan melalui berbagai bentuk kemitraan dengan ritel modern hingga PT KAI. Kemendag juga bekerja sama dengan asosiasi ritel untuk menggelar program Belanja di Indonesia (BINA) pada 10-16 Desember 2026 sebagai salah satu upaya mendorong masyarakat untuk berbelanja dan menggunakan produk dalam negeri.

Pengamanan pasar domestik juga dilakukan melalui penerapan kebijakan perlindungan perdagangan. Salah satunya melalui instrumen trade remedies untuk melindungi industri dalam negeri dari praktik perdagangan yang dapat menimbulkan kerugian. Instrumen lainnya adalah tindakan pengamanan perdagangan (safeguard) yang dapat diterapkan ketika lonjakan impor menyebabkan industri dalam negeri terganggu.

--selesai--

Ministry of Commerce of the Republic of Indonesia published this content on August 28, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on August 29, 2026 at 02:32 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]