03/10/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/09/2026 21:40
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1615 |
0.26% |
|
GBPUSD |
1.3426 |
0.16% |
|
AUDUSD |
0.7061 |
0.30% |
|
NZDUSD |
0.5918 |
0.35% |
|
USDJPY |
157.95 |
-0.27% |
|
USDCHF |
0.7781 |
-0.21% |
|
USDCAD |
1.3600 |
-0.21% |
|
GOLDUD |
5,128.80 |
0.78% |
|
COFU |
85.75 |
2.15% |
|
USD/IDR |
16,965 |
0.00% |
Selasa, 10 Maret 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi bullish didukung oleh potensi eskalasi perang Iran menyusul ancaman Trump untuk meningkatkan serangan terhadap Iran, dan penegasan sikap Teheran untuk menolak bernegosiasi dengan AS.
Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran dengan tingkat yang jauh lebih keras, jika penghentian aliran minyak melalui Selat Hormuz masih berlanjut. Ancaman Trump tersebut sekaligus meredupkan harapan akan meredanya konflik di wilayah Timur Tengah itu dalam waktu dekat.
Dukungan lainnya datang dari Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang pada hari Senin menyatakan secara tegas menolak kemungkinan untuk bernegosiasi kembali dengan AS, mengingat pengalaman pahit sebelumnya saat AS menyerang Iran meskipun ada kemajuan besar dalam pertemuan KTT di Jenewa pada Februari lalu.
Sementara itu, Para menteri keuangan kelompok negara G7 dan IEA pada hari Senin bertemu secara virtual untuk membahas langkah-langkah yang diperlukan guna mengatasi lonjakan harga akibat perang AS-Israel dengan Iran, termasuk opsi pelepasan cadangan minyak darurat secara terkoordinasi. Tiga negara G7, termasuk AS, sejauh ini telah menyatakan dukungan untuk pelepasan cadangan darurat, yang dipegang oleh 32 negara anggota IEA, dengan total cadangan publik mencapai lebih dari 1,2 miliar barel.
Dari AS, Presiden Donald Trump pada hari Senin mengatakan bahwa AS akan mencabut sanksi terkait minyak tertentu yang saat ini diterapkan pada beberapa negara, untuk memastikan pasokan yang memadai dan membatasi lonjakan harga. Pencabutan tersebut akan bersifat sementara, sampai Selat Hormuz kembali normal, tambahnya. Sebelumnya, AS pada pekan lalu telah mengeluarkan pencabutan sementara selama 30 hari yang memungkinkan penjualan minyak Rusia yang saat ini terdampar di laut, ke India.
Turut membebani harga, AS dan China saling melontarkan kecaman terkait fentanyl pada pertemuan narkoba PBB pada hari Senin. Situasi tersebut mengisyaratkan eskalasi ketegangan antara kedua negara jelang pertemuan Trump-Xi yang dijadwalkan berlangsung di China pada akhir bulan ini, yang berpotensi mengarah pada perang tarif baru antara kedua negara rakasasa ekonomi dunia itu.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $90 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $85 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
21:00 |
USA - Existing Home Sales |
3.90M |
3.91M |