03/17/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/16/2026 21:05
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1504 |
-0.15% |
|
GBPUSD |
1.3319 |
-0.18% |
|
AUDUSD |
0.7071 |
-0.17% |
|
NZDUSD |
0.5860 |
-0.29% |
|
USDJPY |
159.05 |
-0.04% |
|
USDCHF |
0.7864 |
-0.03% |
|
USDCAD |
1.3685 |
-0.04% |
|
GOLDUD |
5,011.11 |
-0.32% |
|
COFU |
94.41 |
1.67% |
|
USD/IDR |
16,985 |
0.00% |
Selasa, 17 Maret 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat dipicu oleh sentimen dari penolakan sejumlah mitra AS untuk turut serta mengamankan Selat Hormuz. Selain itu, eskalasi perang Iran yang meluas turut menjadi katalis yang mendukung laju bullish harga minyak.
Sejumlah mitra AS, termasuk Jerman, Spanyol, dan Italia, pada hari Senin menyatakan tidak memiliki rencana segera untuk mengirim kapal perang guna membantu membuka kembali jalur trategis Selat Hormuz. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Jepang dan Australia. Penolakan tersebut mengisyaratkan ancaman keamanan di jalur pelayaran Selat Hormuz masih akan terus berlanjut.
Turut mendukung harga, militer Israel telah menyusun rencana terperinci untuk perang dalam setidaknya tiga minggu lagi, kata juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Nadav Shoshani pada hari Senin, di tengah serangan yang diluncurkan ke berbagai lokasi di Iran. Di hari yang sama, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan akan menargetkan fasilitas industri AS di Timur Tengah dan mendesak orang-orang yang tinggal di dekat pabrik milik AS untuk segera pergi.
Masih dari Timur Tengah, sumber keamanan Irak mengatakan terjadi serangan roket dan drone yang diluncurkan ke kedutaan AS di Baghdad pada Selasa pagi dari berbagai daerah di sekitar kota. Pasukan keamanan Irak telah dikerahkan di berbagai bagian ibu kota dan menutup Zona Hijau Baghdad yang menjadi lokasi gedung-gedung pemerintah dan misi diplomatik termasuk kedutaan besar AS. Situasi tersebut mengisyaratkan eskalasi perang Iran yang meluas ke wilayah regional sekitar.
Sementara itu, negara-negara anggota IEA dapat melepaskan lebih banyak minyak ke pasar, jika dan apabila diperlukan, kata Direktur Eksekutif Fatih Birol pada hari Senin, menyusul pernyataan yang dirilis hari Minggu terkait pelepasan minyak sebesar lebih dari 400 juta barel dalam waktu segera. Birol menyebutkan bahwa Kolombia, India, Singapura, Thailand, dan Vietnam siap memberikan dukungan untuk pelepasan lebih lanjut.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $98 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $94 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
19:30 |
USA - NY Fed Services Activity Index |
-25.7 |
||
|
21:00 |
USA - Pending Home Sales MoM |
-0.5% |
-0.8% |