Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

02/12/2026 | Press release | Distributed by Public on 02/12/2026 08:42

Menuju Keketuaan D-8 2026–2027, Kemlu RI Satukan Narasi Nasional melalui Forum Bakohumas

Berita
Menuju Keketuaan D-8 2026-2027, Kemlu RI Satukan Narasi Nasional melalui Forum Bakohumas
Tanggal
12 Februari 2026
Menuju Keketuaan D-8 2026-2027, Kemlu RI Satukan Narasi Nasional melalui Forum Bakohumas

Kemlu RI melalui Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik menyelenggarakan Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) bertema "Keketuaan Indonesia di Developing Eight (D-8), Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity, and Cooperation for Shared Prosperity", pada Kamis (12/2).

1 / 4
arrow_back arrow_forward

Jakarta, Indonesia - Kemlu RI melalui Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik menyelenggarakan Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) bertema "Keketuaan Indonesia di Developing Eight (D-8), Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity, and Cooperation for Shared Prosperity", pada Kamis (12/2). Forum ini dihadiri lebih dari 100 perwakilan humas Kementerian/Lembaga (K/L) sebagai upaya menyelaraskan narasi Keketuaan Indonesia pada Developing Eight (D-8) periode 2026-2027 agar tersampaikan secara kredibel, resonan, dan berdampak bagi pemangku kepentingan nasional maupun internasional.


Forum ini dibuka oleh Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya dan Dirjen Kerja Sama Multilateral Kemlu, Duta Besar Tri Tharyat serta menghadirkan narasumber lintas sektor dari unsur pemerintah dan media yaitu Direktur Perundingan Antar Kawasan dan Organisasi Internasional/PAKOI Kemendag Natan Kambuno; Direktur Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis Ary Aprianto; Direktur Informasi dan Media Kemlu RI; Edwin Zhan dari Kompas TV dan ditutup oleh Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, Duta Besar Heru Hartanto Subolo.


Dirjen Kerja Sama Multilateral, Duta Besar Tri Tharyat, menegaskan bahwa kepemimpinan Indonesia di D-8 mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama ekonomi negara-negara berkembang di tengah dinamika global. "Keketuaan Indonesia di D-8 menempatkan forum ini sebagai kekuatan ekonomi nyata Global South. D-8 bukan sekadar potensi, tetapi realitas kerja sama ekonomi yang semakin relevan di tengah fragmentasi geopolitik dan geoekonomi global," ujar Tri Tharyat.


Pandangan tersebut juga sejalan dengan kajian PwC dalam The World in 2050 yang menunjukkan bahwa seluruh negara anggota D-8 - kecuali Azerbaijan - diproyeksikan menjadi bagian dari 25 perekonomian terbesar dunia pada 2050, menegaskan prospek ekonomi jangka panjang dan peran strategis forum ini dalam arsitektur ekonomi global masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya juga menekankan pentingnya orkestrasi narasi Keketuaan D-8 Indonesia yang terintegrasi, berbasis data, kebijakan konkret, dan dampak nyata bagi publik. Strategi komunikasi diarahkan agar D-8 tidak hanya dipahami sebagai agenda elite, tetapi masuk dalam agenda media dan percakapan publik, serta memberikan manfaat konkret bagi masyarakat. "Kepemimpinan global tidak cukup ditunjukkan lewat forum internasional. Ia harus dipahami oleh rakyatnya sendiri. Di sinilah peran humas pemerintah menjadi sangat krusial," tegas Fifi.


Forum ini juga membahas lima isu strategis KTT D-8 yang menjadi fokus Keketuaan Indonesia, yaitu integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi biru dan transisi hijau, konektivitas serta kerja sama digital, dan penguatan kelembagaan D-8. Kelima isu tersebut diarahkan untuk menghasilkan concrete deliverables yang berdampak nyata, termasuk peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan, penguatan daya saing negara-negara anggota, serta efektivitas kelembagaan D-8 di tengah dinamika global.


Sinergi lintas instansi melalui Bakohumas adalah kunci dalam menjaga konsistensi narasi, memperkuat amplifikasi komunikasi publik, serta memastikan keberlanjutan pesan Keketuaan Indonesia di D-8 hingga pasca-KTT.


Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, Duta Besar Heru Hartanto Subolo menutup kegiatan dengan menggaris bawahi bahwa Forum Bakohumas menjadi wadah strategis untuk menyamakan isu sentral, memperkuat pemahaman publik mengenai D-8, serta memperkuat narasi bersama agar mampu merespons dinamika media dan informasi publik. Pertukaran informasi dalam forum ini diharapkan menjadi masukan bagi penguatan program komunikasi berkelanjutan dan diplomasi Indonesia ke depan.

Sumber: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on February 12, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on February 12, 2026 at 14:42 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]