04/28/2026 | Press release | Distributed by Public on 04/28/2026 10:58
Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam - Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa semakin strategis di tengah kondisi dunia yang semakin tidak menentu. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha C. Nasir pada Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Uni Eropa Ke-25 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam (28/4). Pertemuan dipimpin bersama oleh Menlu II Brunei Darussalam dan High Representative Uni Eropa.
Pertemuan membahas upaya memperkuat kemitraan strategis yang setara dan saling menguntungkan antara kedua kawasan. Kemitraan ASEAN-Uni Eropa akan memasuki usia 50 tahun pada tahun 2027. Pertemuan juga dimanfaatkan untuk saling bertukar pandangan terkait isu-isu kawasan dan global.
"Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa bukan sekadar simbol. Manfaatnya harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku bisnis, serta dapat diandalkan oleh pasar. Untuk itu, kita perlu mendorong terwujudnya Comprehensive Economic Partnership Agreement antara ASEAN dan EU," tegas Wamenlu RI.
Wamenlu RI lebih lanjut juga mengharapkan Uni Eropa dapat memainkan peran konstruktif di tengah situasi geopolitik dan geoekonomi saat ini. Untuk itu, Uni Eropa harus bekerja sama dengan ASEAN dan negara Global South lainnya untuk mempertahankan sistem internasional yang terbuka, adil dan stabil.
Menutup pernyataannya, Wamenlu RI juga menyoroti pentingnya reformasi sistem multilateral, seraya mendorong kolaborasi ASEAN dan Uni Eropa dalam mewujudkan tata kelola global yang lebih inklusif, efektif dan responsif terhadap realita dunia saat ini.
Di sela-sela pertemuan, Wamenlu RI telah melakukan pertemuan kehormatan dengan Menlu Brunei Darussalam dan High Representative Uni Eropa, serta pertemuan bilateral lainnya dengan Wamenlu Austria, Polandia, Portugal, dan Jerman.
Pertemuan dihadiri oleh sejumlah Menlu dan Wakil Menlu negara ASEAN dan Uni Eropa yang juga mengangkat mengenai pentingnya multilateralisme dan penghormatan terhadap hukum internasional. Kerja sama energi, pangan, konektivitas, transformasi digital, maritim, dan perdagangan menjadi bidang-bidang kerja sama yang menonjol sebagai prioritas. Pertemuan ditutup dengan adopsi Statement Bersama Menlu ASEAN-Uni Eropa.
Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa telah terjalin sejak tahun 1977 dan memiliki potensi strategis yang besar dalam membentuk tatanan global yang lebih stabil, inklusif, dan berkelanjutan.
Sumber: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia