08/14/2026 | Press release | Archived content
Bali, Indonesia - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa menyelenggarakan Indonesia-Europe Business Forum (IEBF) dengan tema Kesehatan, Farmasi, dan Perangkat Medis. Kegiatan yang diselenggarakan pada 13-14 Agustus 2026 di Bali ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan Indonesia dengan negara-negara mitra Eropa.
Kegiatan mempertemukan perwakilan pemerintah, pelaku usaha, asosiasi industri serta mitra wilayah Eropa untuk membahas peluang kerja sama yang konkret dalam pengembangan industri kesehatan nasional, termasuk investasi bersama, perakitan bersama (joint-assambly), transfer teknologi, clinical trials, serta joint-research.
Forum melibatkan kedutaan besar dan sektor swasta dari sejumlah negara Eropa, seperti Denmark, Finlandia, Inggris, dan Swiss. Dalam forum ini para peserta mendalami berbagai isu strategis, seperti sertifikasi halal, investasi dan perakitan alat kesehatan, akses terhadap obat inovatif, hingga penguatan kerja sama pada bidang uji klinis dan riset kesehatan.
Tak berhenti disitu, untuk mempromosikan wisata medis Indonesia, Kementerian Luar Negeri juga turut mengundang mitra asing dan pengusaha Indonesia untuk melihat secara langsung perkembangan KEK Sanur di Bali, antara lain Bali International Hospital, The Solitaire, dan Alster Clinical Lake Bali.
"IEBF 2026 merupakan upaya Indonesia untuk menghubungkan potensi sektor kesehatan nasional dengan mitra strategis di Eropa. Dengan perkembangan KEK Sanur, kami melihat masih terdapat ruang yang besar bagi peningkatan investasi, pengembangan teknologi, layanan kesehatan, dan kemitraan bisnis dengan perusahaan serta investor Eropa," ujar Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri RI, Punjul Setya Nugraha.
Kegiatan ditutup dengan audiensi kepada Gubernur serta jajaran Pemerintah Provinsi Bali untuk mendorong penguatan ekosistem medical tourism di Bali melalui kemitraan strategis dalam penyediaan terapi dan obat inovatif, serta mendukung peningkatan daya saing layanan kesehatan Indonesia.
Sumber: Kementerian Luar Negeri