03/09/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/08/2026 21:45
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1559 |
-0.45% |
|
GBPUSD |
1.3351 |
-0.51% |
|
AUDUSD |
0.6996 |
-0.57% |
|
NZDUSD |
0.5874 |
-0.44% |
|
USDJPY |
158.02 |
0.45% |
|
USDCHF |
0.7788 |
0.46% |
|
USDCAD |
1.3606 |
-0.40% |
|
GOLDUD |
5,171.95 |
-3.03% |
|
COFU |
98.00 |
15.59% |
|
USD/IDR |
16,881 |
0.20% |
Senin, 09 Maret 2026 - Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bullish melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2022, di tengah eskalasi perang Iran yang memicu kekhawatiran akan memperketat pasokan minyak global.
Majelis Pakar Iran pada hari Minggu melakukan pemungutan suara dan resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru, menggantikan ayahnya, Ali Khamenei. Pengangkatan Mojtaba tersebut berpotensi memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump, yang pada hari Minggu bersikeras bahwa Washington harus memiliki suara dalam pemilihan tersebut.
Menyusul pengangkatan Mojtaba, Iran menembakkan rudal baru ke Israel pada Senin pagi atas nama pemimpin baru Teheran tersebut. Sebelumnya pada akhir pekan militer Israel menyerang depot minyak di Teheran dan empat kapal tanker penyimpanan minyak serta sebuah terminal transfer minyak bumi. Selain itu, Israel juga memperingatkan akan menargetkan siapapun yang menjadi penerus Khamenei.
Turut mendukung harga, produksi minyak Irak dilaporkan telah turun 70% menjadi hanya 1,3 juta bph dari sebelumnya di sekitar 4,3 juta bph, karena produsen terbesar kedua OPEC itu tidak dapat mengekspor minyak melalui Selat Hormuz yang masih ditutup akibat perang Iran, kata tiga sumber industri pada hari Minggu.
Sementara itu, Menteri Energi AS Christ Wright pada hari Minggu mendukung usulan pencabutan sementara untuk beberapa sanksi terhadap minyak Rusia guna mengurangi tekanan kenaikan harga bahan bakar akibat perang Iran.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $116 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $111 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
22:00 |
USA - Consumer Inflation Expectations |
3.1% |
3.1% |